Berita

BNPB: Jumlah Pengungsi Banjir Sumatera Turun Drastis Menjadi 47 Ribu Jiwa, Provinsi Aceh Terbanyak

Advertisement

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto melaporkan penurunan signifikan jumlah pengungsi akibat bencana banjir di wilayah Sumatera. Hingga awal Februari 2026, jumlah warga yang masih bertahan di pengungsian tercatat menyisakan 47.462 jiwa dari sebelumnya yang mencapai jutaan orang.

Data Penurunan Signifikan Jumlah Pengungsi

Suharyanto menjelaskan bahwa puncak jumlah pengungsi terjadi pada 8 Desember 2025 dengan total mencapai 1.057.482 jiwa. Namun, berdasarkan pendataan langsung di lapangan per 7 Februari 2026, angka tersebut telah berkurang secara drastis menjadi puluhan ribu orang saja.

“Jumlah pengungsi ini terjadi penurunan yang cukup signifikan. Per tanggal 7 Februari kemarin sudah dihitung langsung di lapangan sudah tinggal 47.462,” ujar Suharyanto dalam jumpa pers di Kementerian Dalam Negeri, Jakarta Pusat, Rabu (11/2/2026).

Berdasarkan data BNPB, sebaran pengungsi terbanyak berada di Provinsi Aceh dengan total 38.276 jiwa. Posisi selanjutnya diikuti oleh Sumatera Utara sebanyak 7.341 jiwa dan Sumatera Barat sebanyak 1.845 jiwa.

Skema Bantuan dan Relokasi ke Hunian Sementara

Pemerintah saat ini memprioritaskan pengungsi yang masih tinggal di tenda darurat untuk segera direlokasi ke hunian sementara (huntara) tahap 1. Saat ini, para pengungsi tersebar di berbagai lokasi mulai dari gedung pemerintahan, masjid, rumah kerabat, hingga tenda-tenda pengungsian.

Advertisement

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian selaku Ketua Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana menegaskan bahwa pemerintah telah menyiapkan skema bantuan tunai bagi warga yang rumahnya mengalami kerusakan. Bantuan tersebut dibagi menjadi tiga kategori utama:

  • Rusak Ringan: Mendapat bantuan uang tunai sebesar Rp 15 juta.
  • Rusak Sedang: Mendapat bantuan uang tunai sebesar Rp 30 juta.
  • Rusak Berat atau Hilang: Disediakan huntara atau bantuan biaya sewa rumah sebesar Rp 1,8 juta per bulan selama 3 bulan.

Atensi Khusus untuk 11 Kabupaten dan Kota

Meskipun secara umum kondisi mulai membaik, Tito Karnavian menyebutkan masih ada 11 daerah dari total 52 kabupaten/kota terdampak yang memerlukan atensi khusus dalam proses pemulihan pascabencana. Berikut adalah daftar daerah tersebut:

ProvinsiKabupaten/Kota
Sumatera BaratKabupaten Padang Pariaman, Kabupaten Agam
Sumatera UtaraKabupaten Tapanuli Utara, Kabupaten Tapanuli Tengah
AcehKabupaten Pidie Jaya, Aceh Tamiang, Aceh Utara, Aceh Tengah, Aceh Timur, Bireun, Gayo Lues

Informasi lengkap mengenai percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi wilayah Sumatera ini disampaikan melalui pernyataan resmi BNPB dan Kementerian Dalam Negeri pada 11 Februari 2026.

Advertisement