Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) RI memulai rangkaian program “BNPP Menyapa Langsung Praja dan Mahasiswa (Menyala)” untuk memperkuat pemahaman generasi muda tentang pengelolaan kawasan perbatasan negara. Kick-off program ini dilaksanakan di Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Kampus Kalimantan Barat, Pontianak, pada Selasa, 3 Maret 2026.
Tujuan dan Rangkaian Program Menyala BNPP RI
Program BNPP Menyala dirancang khusus untuk menanamkan kesadaran strategis kepada praja IPDN dan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi negeri (PTN) mengenai urgensi pengelolaan perbatasan. Inisiatif ini bertujuan menyiapkan sumber daya manusia (SDM) aparatur yang berwawasan kebangsaan, berintegritas, serta siap mengabdi bagi kemajuan kawasan perbatasan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Kegiatan sosialisasi ini dikemas secara interaktif dan komunikatif, menciptakan ruang dialog strategis antara BNPP RI dengan para calon aparatur pemerintahan. Setelah IPDN Kalbar, rangkaian BNPP Menyala akan berlanjut di delapan ibu kota provinsi perbatasan lainnya di seluruh Indonesia.
Makhruzi Rahman: Perbatasan Butuh “Dirigen” Berpemahaman Lintas Sektor
Sekretaris BNPP RI, Makhruzi Rahman, dalam keterangannya pada Selasa, 10 Maret 2026, menegaskan bahwa pengelolaan kawasan perbatasan membutuhkan aparatur dengan pemahaman lintas sektor dan kemampuan koordinatif yang kuat. “Perbatasan itu membutuhkan dirigen. Praja IPDN disiapkan untuk memahami aspek hukum, administrasi, dan sosial secara utuh,” ujar Makhruzi.
Ia menambahkan, dengan bekal tersebut, praja IPDN diharapkan mampu mengoordinasikan pelayanan dan tata kelola di kawasan perbatasan tanpa ego sektoral. Makhruzi juga menjelaskan berbagai aspek penting, mulai dari pengenalan batas wilayah negara, konsep pengelolaan perbatasan, peran strategis Pos Lintas Batas Negara (PLBN), hingga permasalahan aktual yang terjadi di kawasan perbatasan.
Lebih lanjut, Makhruzi menekankan bahwa kehadiran aparatur negara di wilayah perbatasan tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga krusial dalam menjaga dan memperkuat nasionalisme masyarakat. “Praja dibutuhkan untuk menjalankan fungsi pembinaan masyarakat. Nasionalisme warga perbatasan harus dijaga melalui pelayanan yang humanis dan solutif, bukan semata-mata instruksi formal,” tegasnya.
Makhruzi berharap kegiatan ini dapat meningkatkan pemahaman praja tentang tugas dan fungsi BNPP RI, serta membangun komunikasi dan sinergi positif. “Mudah-mudahan adik-adik kita bisa menjalankan perkuliahan dengan baik dan sampai akhir finis dengan nilai yang baik dan attitude yang baik,” pungkasnya.
Nur Kholis Ajak Praja Pahami Perbatasan dari Sudut Pandang Global
Narasumber lain, Kelompok Ahli BNPP RI Nur Kholis, mengajak para praja IPDN untuk memahami perbatasan negara dari sudut pandang konseptual dan global. Ia menguraikan teori dan evolusi konsep perbatasan, fungsi strategis kawasan perbatasan, serta dinamika pengelolaannya di berbagai negara di dunia.
Nur Kholis turut menyoroti isu-isu strategis, termasuk hak asasi manusia (HAM) di kawasan perbatasan, serta pentingnya pola pikir kritis bagi calon aparatur negara. Menurutnya, pengelolaan perbatasan harus berbasis pembelajaran berkelanjutan, termasuk belajar dari praktik dan kesalahan yang ada.
Memperkuat Komitmen Generasi Muda untuk Perbatasan Berdaulat
Kegiatan yang dimoderatori oleh Direktur IPDN Kampus Kalbar, Maris Gunawan Rukmana, ini diharapkan mampu meningkatkan pemahaman praja IPDN mengenai peran strategis BNPP RI. Sosialisasi ini juga diharapkan menumbuhkan kesadaran akan pentingnya pembangunan kawasan perbatasan, serta memperkuat komitmen generasi muda dalam mendukung pengelolaan perbatasan negara secara berdaulat dan berkelanjutan.
Melalui BNPP Menyala, BNPP RI menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah generasi muda dan membangun sinergi dengan lembaga pendidikan. Program ini menjadi bagian integral dalam menyiapkan SDM aparatur yang berwawasan kebangsaan, berintegritas, dan siap mengabdi bagi kemajuan kawasan perbatasan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Informasi lengkap mengenai program BNPP Menyala ini disampaikan melalui pernyataan resmi BNPP RI yang dirilis pada Selasa, 10 Maret 2026, terkait pelaksanaan sosialisasi perdana di IPDN Kampus Kalimantan Barat.
