Berita

Bripka Asep Wahyudi Fasilitasi 130 Warga Serang Ikut Program Paket A, B, dan C demi Tekan Pengangguran

Advertisement

Bhabinkamtibmas Kelurahan Drangong, Bripka Asep Wahyudi Saefullah, memfasilitasi lebih dari 130 warga putus sekolah di Kota Serang, Banten, untuk mengikuti program kesetaraan pendidikan Paket A, B, dan C. Inisiatif ini dilakukan sebagai langkah nyata dalam menekan angka pengangguran melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) di wilayah binaannya.

Siti Robiastuti, salah satu warga penerima manfaat, mengungkapkan bahwa program ini sangat membantu masyarakat yang terkendala biaya pendidikan. Siti mengikuti program Paket C gratis pada tahun 2022 dan kini telah bekerja sebagai tenaga ahli lepas di Polsek Taktakan.

“Alhamdulillah program itu sangat membantu kita karena tidak ada biaya sepeser pun. Beliau juga setelah kita lulus tidak cuma untuk bisa mengejar paket saja, beliau juga berusaha membantu kita untuk mendapatkan pekerjaan,” ujar Siti.

Kolaborasi Strategis dan Penyaluran Kerja

Dalam menjalankan program ini, Bripka Asep menggandeng Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) serta pihak perusahaan swasta. Staf Kelurahan Drangong, Ahmad Khujaji, memberikan kesaksian bahwa Bripka Asep secara aktif mendata masyarakat yang putus sekolah untuk dimasukkan ke dalam program pendidikan non-formal tersebut.

Setelah warga mendapatkan ijazah, Bripka Asep berperan sebagai penghubung ke berbagai instansi dan perusahaan. Hasilnya, sejumlah lulusan kini telah bekerja sebagai tenaga honorer di kantor pemerintahan, anggota PPPK, hingga karyawan di perusahaan swasta di sekitar Kelurahan Drangong.

Mekanisme Pembiayaan Subsidi Silang

Bripka Asep menjelaskan bahwa program pendidikan ini menerapkan sistem pembiayaan yang meringankan warga. Terdapat dua kategori utama dalam pengelolaan dana pendidikan tersebut:

Advertisement

  • Warga di bawah 21 tahun: Mendapatkan fasilitas pendidikan gratis melalui bantuan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).
  • Warga di atas 21 tahun: Menggunakan sistem subsidi silang yang bersumber dari dana Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan di wilayah Kelurahan Drangong.

Asep menyebut kendala utama warga dalam mencari kerja adalah kualifikasi SDM, meskipun banyak perusahaan beroperasi di daerah tersebut. “Karena saya juga putra daerah di sini, tetangga yang ada di lingkungan kami masih ada yang menganggur dan sulit mendapatkan pekerjaan karena kendala SDM,” tuturnya.

Pembangunan PKBM Sultan Taruna Al Bintani

Sebagai bentuk komitmen jangka panjang, Bripka Asep kini sedang mendirikan PKBM mandiri bernama Sultan Taruna Al Bintani. Ia menggunakan dana pribadi dan pinjaman koperasi sebesar Rp50 juta untuk merehabilitasi rumah tinggalnya menjadi gedung pusat belajar. Saat ini, lembaga tersebut sedang dalam proses pengajuan izin operasional.

Sembari menunggu izin resmi, Bripka Asep menitipkan para siswa untuk belajar di Sentra Kegiatan Belajar (SKB) Kota Serang di bawah naungan Dinas Pendidikan. Atas dedikasinya dalam mengatasi pengangguran dan premanisme melalui jalur pendidikan, ia telah menerima tiga penghargaan dari Kapolda Banten dan satu penghargaan dari Danrem 064/Maulana Yusuf.

Informasi mengenai dedikasi Bripka Asep Wahyudi ini dihimpun melalui usulan kandidat Hoegeng Awards 2026 dan keterangan resmi para pihak terkait yang dirilis pada Februari 2026.

Advertisement