Bubur Ayam Indonesia Dinobatkan Sebagai Bubur Terbaik di Asia oleh Taste Atlas, Kalahkan Sembilan Hidangan Lain
Bubur ayam asal Indonesia berhasil menduduki peringkat pertama dalam daftar bubur atau porridge terbaik di Asia versi ensiklopedia kuliner global, Taste Atlas. Pencapaian ini menempatkan bubur ayam di posisi teratas dengan rating 4,3, mengungguli sembilan hidangan bubur populer lainnya dari berbagai negara di Asia.
Bubur Ayam Indonesia Rajai Daftar Bubur Terbaik Asia
Penobatan bubur ayam sebagai yang terbaik di Asia ini diumumkan oleh Taste Atlas, sebuah platform yang dikenal sebagai ensiklopedia kuliner global. Bubur ayam, hidangan khas Indonesia berupa bubur nasi dengan potongan ayam cincang dan bumbu gurih, mendapatkan apresiasi tinggi dari audiens Taste Atlas.
Proses pembuatan bubur ayam umumnya dimulai dengan merebus ayam, di mana kaldu hasil rebusan kemudian digunakan untuk memasak nasi hingga kental. Hidangan ini disajikan dengan taburan irisan daun bawang, bawang merah goreng renyah, daun ketumbar cincang, kacang tanah tumbuk, gorengan, serta irisan telur rebus. Sebelum disantap, bubur ayam biasanya disiram dengan kecap asin, minyak wijen, atau kecap ikan. Meskipun tidak terlalu pedas, saus sambal seringkali disajikan terpisah bagi yang menginginkan rasa pedas.
Mekanisme Penilaian Taste Atlas: Akurat dan Objektif
Taste Atlas dikenal dengan sistem penilaiannya yang mengandalkan masukan dari audiens global. Mekanisme penilaian ini dirancang untuk mengenali pengguna asli dan secara efektif mengabaikan penilaian dari bot atau ulasan yang bersifat nasionalis/patriotik lokal. Selain itu, sistem juga memberikan nilai tambahan pada penilaian yang berasal dari pengguna yang diidentifikasi sebagai ahli atau memiliki pengetahuan mendalam di bidang kuliner.
Dominasi Kuliner Nusantara: Empat Hidangan Lain Turut Berprestasi
Selain bubur ayam, empat kuliner Indonesia lainnya juga berhasil masuk dalam 20 besar peringkat bubur terbaik di Asia. Keempat hidangan tersebut adalah bubur ketan hitam yang menempati peringkat ketujuh, bubur kacang hijau di peringkat ke-13, papeda di peringkat ke-15, dan tinutuan di peringkat ke-17.
Bubur ketan hitam, misalnya, merupakan hidangan penutup khas Indonesia yang terbuat dari beras ketan hitam. Dimasak perlahan hingga menjadi bubur kental dan manis, hidangan ini umumnya disajikan dengan santan. Bubur ketan hitam sering dinikmati sebagai camilan atau pencuci mulut, terutama pada sore hari atau sebagai bagian dari menu berbuka puasa di bulan Ramadan.
Daftar Lengkap 10 Bubur Terbaik di Asia Versi Taste Atlas
Berikut adalah 10 bubur terbaik di Asia berdasarkan penilaian Taste Atlas:
- Bubur Ayam (Indonesia): Bubur nasi dengan ayam cincang dan bumbu gurih, disajikan dengan berbagai taburan.
- Arroz Caldo (Filipina): Variasi congee Filipina dengan ayam, dimasak dalam kaldu jahe, disajikan dengan pelengkap.
- Lugaw (Filipina): Bubur nasi Filipina yang hangat dan mengenyangkan, sering disajikan untuk orang sakit.
- Champorado (Filipina): Puding beras kental Filipina yang dibuat dengan beras ketan, gula, dan bubuk kakao.
- Che Ba Mau (Vietnam): Hidangan penutup berwarna-warni dengan beras ketan, tapioka, kacang manis, dan susu kelapa.
- Chao Long (Vietnam): Bubur Vietnam dengan kaldu tulang babi, beras, dan berbagai jeroan babi.
- Bubur Ketan Hitam (Indonesia): Bubur manis dari beras ketan hitam, disajikan dengan santan.
- Kavut (Turkiye): Hidangan tradisional dari gandum utuh dan biji jelai, dimasak dengan susu, mentega, dan gula.
- Hareesh (Arab Saudi): Hidangan pokok Ramadhan dari gandum giling kasar, air, mentega, dan daging.
- Chok (Thailand): Bubur kental dari beras melati, direbus dengan kaldu, disajikan dengan bakso babi atau suwiran ayam.
Informasi lengkap mengenai peringkat bubur terbaik di Asia ini disampaikan melalui laman resmi Taste Atlas yang diperbarui secara berkala.