Berita

Bulan Menjauh 3,8 Cm Per Tahun, Begini Penjelasan Pakar IPB Soal Nasib Gerhana Matahari Total

Bulan dilaporkan terus bergerak menjauh dari Bumi dengan kecepatan sekitar 3,8 sentimeter setiap tahunnya. Fenomena astronomi yang telah berlangsung selama miliaran tahun ini diprediksi akan mengubah penampakan gerhana Matahari di masa depan.

Pergeseran ini mengakibatkan Bulan terlihat semakin kecil dari sudut pandang Bumi. Dalam jangka waktu yang sangat lama, Bulan tidak akan lagi mampu menutupi piringan Matahari secara utuh, sehingga gerhana Matahari total diprediksi tidak akan terjadi lagi.

Mekanisme Pengukuran Jarak Bumi-Bulan

Para ilmuwan dapat memantau laju pergerakan ini secara akurat melalui Lunar Laser Ranging Experiment. Teknologi ini memanfaatkan reflektor khusus yang ditempatkan oleh astronot misi Apollo pada era 1960-an dan 1970-an di permukaan Bulan.

Dengan menembakkan sinar laser dari Bumi ke reflektor tersebut, peneliti mengukur waktu pantulan untuk menghitung jarak dengan ketelitian hingga 3 sentimeter. Data konsisten menunjukkan bahwa satelit alami Bumi ini memang terus bergeser menjauh secara perlahan.

Penjelasan Pakar IPB Terkait Orbit Elips

Dosen Departemen Geofisika dan Meteorologi IPB University, Sonni Setiawan, menjelaskan bahwa fenomena ini merupakan proses alamiah. Hal tersebut berkaitan erat dengan lintasan orbit Bulan yang berbentuk elips, bukan lingkaran sempurna.

“Efek menjauhnya Bulan dari Bumi merupakan konsekuensi dari orbit revolusi Bulan yang elips. Dalam setiap periode revolusinya, ada saat ketika Bulan berada pada jarak terdekat atau perigee dan jarak terjauh atau apogee,” ujar Sonni melalui laman resmi IPB University.

Dampak Terhadap Kehidupan dan Iklim

Meski terus menjauh, Sonni menegaskan masyarakat tidak perlu khawatir berlebihan karena dampaknya tidak bersifat langsung terhadap manusia. Salah satu pengaruh yang paling nyata adalah perubahan pada pasang surut air laut yang dipengaruhi gaya gravitasi Bulan.

Kondisi ini memengaruhi aktivitas di wilayah pesisir serta sektor perikanan. Terkait sistem iklim, Sonni menyebut pengaruhnya sangat kecil dibandingkan faktor orientasi Bumi terhadap Matahari atau Siklus Milankovitch yang mencakup eksentrisitas dan kemiringan sumbu rotasi.

Informasi lengkap mengenai fenomena astronomi ini disampaikan melalui penjelasan resmi pakar IPB University yang dirilis pada Kamis, 5 Februari 2026.