Catat Tanggalnya! Ini Jadwal Lengkap 13 Bulan Purnama Sepanjang Tahun 2026
Fenomena bulan purnama selalu menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat, tak terkecuali di Indonesia. Pada tahun 2026, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memprediksi akan terjadi 13 kali bulan purnama, termasuk beberapa di antaranya adalah Supermoon dan fenomena Blue Moon. Keindahan langit ini dapat diamati langsung dan diabadikan, menawarkan pemandangan yang memukau.
Fenomena Bulan Purnama dan Supermoon 2026
Bulan purnama terjadi ketika posisi Bulan berseberangan dengan Matahari, menyebabkan seluruh permukaannya tampak terang dari Bumi. Fenomena ini hadir setiap bulan dengan waktu yang berbeda, mengikuti pergerakan Bulan mengelilingi Bumi. Selain menjadi objek pengamatan, bulan purnama juga sering dikaitkan dengan berbagai aktivitas alam dan budaya.
Salah satu fenomena menarik yang akan hadir pada 2026 adalah Supermoon. Supermoon merupakan bulan purnama yang tampak lebih besar dan terang karena posisinya berada lebih dekat ke Bumi. Beberapa bulan purnama di tahun 2026 akan masuk dalam kategori ini, menjanjikan pemandangan yang lebih spektakuler.
Penjelasan Pakar BRIN Thomas Djamaluddin
Pakar astronomi dari BRIN, Thomas Djamaluddin, mengonfirmasi bahwa akan ada 13 bulan purnama sepanjang tahun 2026. Uniknya, pada bulan Mei akan terjadi dua kali bulan purnama.
Thomas menjelaskan, rata-rata periode bulan purnama adalah 29,5 hari. Hal ini menyebabkan jika purnama pertama terjadi di awal bulan, maka pada akhir bulan yang sama dapat terjadi purnama kedua. “Mei terjadi dua purnama, pada tanggal 2 dan 31 Mei. Karena purnama pertama pada awal bulan dan periode purnama ke purnama selanjutnya rata-rata 29,5 hari, maka pada akhir bulan terjadi lagi purnama,” jelas Thomas saat dihubungi Kompas.com pada Rabu (28/1/2026).
Asal-usul Penamaan Bulan Purnama
Setiap bulan purnama memiliki julukan dan namanya masing-masing. Penamaan ini berasal dari tradisi penduduk asli Amerika yang menandai pergantian waktu berdasarkan musim dan fenomena alam, mengingat mereka tidak menggunakan kalender Julian maupun Gregorian.
Mengacu pada The Old Farmer’s Almanac, penamaan ini mencerminkan karakteristik alam atau aktivitas yang terjadi pada bulan tersebut. Beberapa di antaranya juga termasuk kategori Supermoon.
- Wolf Supermoon: Dinamai dari lolongan serigala pada musim dingin, juga termasuk Supermoon.
- Snow Moon: Disebut karena tingginya curah salju pada Februari, menandai puncak musim dingin.
- Worm Moon: Merujuk pada munculnya cacing tanah saat suhu menghangat di awal musim semi.
- Pink Moon: Diambil dari nama bunga liar Phlox subulata yang mekar pada awal musim semi.
- Flower Moon: Menandai periode mekarnya bunga secara melimpah pada puncak musim semi.
- Blue Moon: Terjadi ketika dua bulan purnama muncul dalam satu bulan kalender.
- Strawberry Moon: Dikaitkan dengan musim panen stroberi di wilayah timur laut Amerika Serikat.
- Buck Moon: Merujuk pada fase pertumbuhan tanduk rusa jantan yang berkembang penuh pada Juli.
- Sturgeon Moon: Dinamai dari ikan sturgeon yang melimpah pada akhir musim panas.
- Harvest Moon: Bulan purnama terdekat dengan ekuinoks September, membantu petani panen.
- Hunter’s Moon: Menandai dimulainya musim berburu sebagai persiapan musim dingin.
- Beaver Supermoon: Dikaitkan dengan aktivitas berang-berang menyiapkan diri menghadapi musim dingin, termasuk Supermoon.
- Cold Supermoon: Menggambarkan cuaca dingin dan malam panjang pada Desember, termasuk Supermoon.
Jadwal Lengkap 13 Bulan Purnama di Indonesia
Thomas Djamaluddin juga telah mengungkapkan secara spesifik tanggal dan waktu terjadinya ke-13 bulan purnama ini di Indonesia. Masyarakat dapat mencatat jadwal berikut untuk mengamati fenomena langit yang indah tersebut:
| Bulan | Nama Bulan Purnama | Tanggal | Waktu (WIB) |
|---|---|---|---|
| Januari | Wolf Supermoon | Sabtu, 3 Januari 2026 | 17.02 |
| Februari | Snow Moon | Senin, 2 Februari 2026 | 05.09 |
| Maret | Worm Moon | Selasa, 3 Maret 2026 | 18.37 |
| April | Pink Moon | Kamis, 2 April 2026 | 09.11 |
| Mei | Flower Moon | Sabtu, 2 Mei 2026 | 00.23 |
| Mei | Blue Moon | Minggu, 31 Mei 2026 | 15.45 |
| Juni | Strawberry Moon | Selasa, 30 Juni 2026 | 06.56 |
| Juli | Buck Moon | Rabu, 29 Juli 2026 | 21.35 |
| Agustus | Sturgeon Moon | Jumat, 28 Agustus 2026 | 11.18 |
| September | Harvest Moon | Sabtu, 26 September 2026 | 23.49 |
| Oktober | Hunter’s Moon | Senin, 26 Oktober 2026 | 11.11 |
| November | Beaver Supermoon | Selasa, 24 November 2026 | 21.53 |
| Desember | Cold Supermoon | Kamis, 24 Desember 2026 | 08.28 |
Informasi lengkap mengenai jadwal dan fenomena bulan purnama ini disampaikan oleh pakar astronomi BRIN, Thomas Djamaluddin, yang dirilis pada Rabu (28/1/2026).