Bau mulut sering menjadi masalah umum selama puasa, dipengaruhi perubahan pola makan dan penurunan produksi air liur. Dosen Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) Universitas Muhammadiyah Surabaya (UM Surabaya), Aryo Sutowijoyo, membagikan enam tips efektif untuk menjaga kesehatan gigi dan mulut selama bulan Ramadan.
Penyebab Bau Mulut dan Pentingnya Perawatan
Aryo Sutowijoyo menjelaskan bahwa bau mulut saat puasa utamanya disebabkan oleh pembakaran cadangan lemak dalam tubuh dan penurunan produksi air liur. Durasi puasa di Indonesia yang mencapai 13 hingga 14 jam memperparah kondisi ini, sehingga perawatan ekstra sangat diperlukan.
Enam Tips Jitu dari Dosen UM Surabaya
-
Sikat Gigi dengan Benar
Pembersihan gigi minimal selama dua menit setiap kali menyikat adalah kunci. Aryo menekankan, “Untuk mengatasi bau mulut dapat dilakukan pembersihan gigi minimal selama 2 menit dalam satu waktu.”
-
Pastikan Asupan Air Putih Cukup
Minum air putih setidaknya delapan gelas sehari, distribusikan antara waktu berbuka dan sahur. Hidrasi yang baik mencegah dehidrasi dan mengurangi risiko mulut kering saat berpuasa.
-
Perbanyak Konsumsi Buah dan Sayur
Saat berbuka puasa, disarankan memperbanyak konsumsi sayur dan buah. Kedua jenis makanan ini membantu menetralkan kondisi asam di rongga mulut, menjadikannya lebih basa. Aryo juga menyarankan, “Penggunaan alat bantu seperti dental floss (benang gigi) untuk membersihkan sisa makanan yang tersangkut di sela-sela gigi yang dapat meningkatkan kadar asam dalam rongga mulut.”
Advertisement -
Hindari Makanan Pedas dan Asin Berlebihan
Makanan dengan rasa terlalu pedas dan asin dapat meningkatkan risiko kerusakan gigi serta gangguan mulut lainnya, sehingga sebaiknya dihindari selama puasa.
-
Lakukan Pemeriksaan ke Dokter Gigi
Pemeriksaan gigi sebelum Ramadan sangat dianjurkan. Ini termasuk pemeriksaan gigi berlubang, penambalan, pembersihan karang gigi, dan perawatan lain yang diperlukan. Aryo menyatakan, “Kesehatan gigi dan mulut sudah lebih dulu terjaga selama berpuasa.”
-
Pertimbangkan Perawatan Gigi Tambahan
Jika diperlukan, perawatan gigi seperti pencabutan (ekstraksi), pembersihan karang gigi (scaling), penambalan, pencetakan gigi, atau pemasangan aksesoris seperti veneer, kawat gigi, maupun bleaching dapat dilakukan, tentu saja disesuaikan dengan indikasi medis.
Informasi lengkap mengenai tips menjaga kesehatan gigi dan mulut selama puasa ini disampaikan melalui pernyataan resmi Dosen FKG UM Surabaya, Aryo Sutowijoyo, yang dirilis pada Kamis, 26 Februari 2026.
