CEO Nvidia Soroti Peran Vital Taiwan dalam Ekosistem AI Global, Dorong TSMC Tingkatkan Produksi Chip
CEO Nvidia, Jensen Huang, baru-baru ini menggelar jamuan makan malam eksklusif bersama para petinggi perusahaan teknologi terkemuka di Taiwan. Pertemuan yang dijuluki “makan malam triliunan dollar” ini mempertemukan para pemimpin industri yang menjadi tulang punggung infrastruktur kecerdasan buatan (AI) global, membahas prospek bisnis dan penguatan ekosistem.
Pertemuan Puncak Para Raja Teknologi
Jamuan makan malam yang berlangsung di sebuah restoran di Taiwan tersebut dihadiri oleh CEO TSMC C.C. Wei, serta jajaran petinggi dari MediaTek, Foxconn, Wistron, dan Quanta. Turut hadir pula sejumlah tokoh penting dari perusahaan komponen lain yang esensial bagi pengembangan AI.
Julukan “makan malam triliunan dollar” disematkan karena nilai bisnis gabungan dari perusahaan-perusahaan yang hadir mencapai triliunan dollar Amerika Serikat (AS), mencerminkan bobot ekonomi dan strategis pertemuan tersebut dalam lanskap teknologi global.
Optimisme Jensen Huang terhadap Masa Depan AI
Dalam kesempatan tersebut, Jensen Huang menyampaikan optimisme kuatnya terhadap prospek bisnis Nvidia dan para mitranya sepanjang tahun ini. Ia memprediksi bahwa tahun 2026 akan menjadi periode yang sangat baik, didorong oleh peningkatan signifikan permintaan komputasi AI secara global.
Huang secara khusus mendorong para pemasok, terutama TSMC, untuk meningkatkan kapasitas produksi guna memenuhi lonjakan kebutuhan chip. “TSMC perlu bekerja keras tahun ini karena saya membutuhkan banyak wafer,” tegas Huang, menyoroti urgensi pasokan chip.
Ia juga memuji kinerja TSMC, menyatakan, “TSMC melakukan pekerjaan yang luar biasa dan mereka bekerja sangat keras. Kami menerima banyak permintaan tahun ini,” sebuah pernyataan yang disambut senyum oleh CEO TSMC, C.C. Wei.
Peran Krusial Taiwan dalam Ekosistem Teknologi Global
Selain membahas kondisi bisnis terkini, Huang juga menyinggung prospek jangka panjang industri semikonduktor. Ia memperkirakan bahwa dalam satu dekade ke depan, TSMC akan meningkatkan kapasitas produksinya lebih dari 100 persen, meskipun pihak TSMC tidak memberikan penjelasan tambahan terkait proyeksi tersebut.
Huang menekankan bahwa jamuan makan malam ini tidak hanya sarat kepentingan bisnis, tetapi juga menjadi ajang apresiasi dan penguatan hubungan jangka panjang dengan para mitra yang selama ini menopang ekosistem Nvidia. Kedekatan Nvidia dengan Taiwan semakin menguat seiring pesatnya perkembangan teknologi AI.
Secara tegas, Huang menyebut Taiwan sebagai “negara terpenting di dunia” dalam konteks industri teknologi global. Dalam wawancara dengan media Taiwan, ia mengisyaratkan bahwa Nvidia tidak akan dapat berkembang tanpa dukungan ekosistem teknologi di pulau tersebut.
“Kami memiliki begitu banyak mitra di Taiwan. Nvidia tidak akan mungkin ada tanpa Taiwan. Ada keajaiban di pulau ini. Perusahaan-perusahaan di sini memiliki teknologi yang luar biasa dan budaya yang luar biasa,” ujar Huang, menggarisbawahi kontribusi unik Taiwan. Selama acara berlangsung, Huang juga beberapa kali keluar dari restoran untuk menyapa penggemar dan memberikan tanda tangan, menunjukkan interaksi personalnya dengan publik.
Informasi mengenai pertemuan penting ini dihimpun dari laporan Kompas.com dan Reuters, yang menyoroti dinamika terkini dalam industri semikonduktor dan kecerdasan buatan global.