Islami

Cholil Nafis Tegaskan Sikap MUI: Kutuk Serangan Israel-AS, Peringatkan Iran Jaga Mekkah dan Madinah

Advertisement

Majelis Ulama Indonesia (MUI) melalui Wakil Ketua Umum Cholil Nafis menyampaikan sikap tegas terkait memanasnya eskalasi konflik antara Israel–Amerika Serikat dan Iran di kawasan Timur Tengah. MUI mengutuk serangan yang dilakukan Israel dan Amerika Serikat terhadap Iran, namun juga mengingatkan agar respons balasan tidak memicu konflik yang lebih luas, terutama menyangkut dua kota suci umat Islam.

Sikap Tegas MUI Terhadap Eskalasi Konflik Regional

Cholil Nafis, saat berbicara di Kantor Pusat MUI Jakarta pada Selasa (3/3/2026), menegaskan bahwa MUI menginginkan perdamaian dunia dan mengutuk penyerangan Israel-Amerika terhadap Iran. “Ya tentu kita menginginkan dunia itu damai karena masing-masing negara berdaulat maka kita mengutuk penyerangan Israel Amerika kepada Iran itu,” ujarnya.

Meskipun memahami kemarahan Iran atas terbunuhnya pimpinan mereka, Cholil Nafis berpesan agar respons balasan tidak melampaui batas. Ia secara khusus mengingatkan agar konflik tidak meluas hingga melahirkan permusuhan dengan negara tetangga atau menjadi konflik baru di kawasan Timur Tengah.

Peringatan Khusus untuk Kesucian Mekkah dan Madinah

Dalam pernyataannya, Cholil Nafis juga memberikan peringatan keras kepada Iran agar berhati-hati dan tidak sampai mengganggu dua kota suci umat Islam, Mekkah dan Madinah. “Kami pesankan juga hati-hati juga kepada Iran agar tidak sampai mengganggu dua kota suci kami Mekkah dan Madinah,” tegasnya.

Menurutnya, jika kedua kota suci tersebut terdampak, hal itu berpotensi menimbulkan konflik yang jauh lebih besar dan mengguncang ukhuwah Islamiyah. “Apalagi berkenaan dengan dua kota suci, kalau itu sampai kena itu akan mengakibatkan banyak konflik dan mungkin menimbulkan goncangan terhadap ukhuwah kita,” ungkap Cholil.

Advertisement

Dukungan Diplomasi Indonesia dan Antisipasi Dampak Ekonomi

MUI menyatakan dukungan penuh terhadap langkah Presiden Indonesia apabila mengambil peran sebagai juru damai dalam konflik tersebut, mengingat nilai tinggi juru damai dalam Islam. Namun, Cholil mengingatkan agar upaya diplomasi tetap berada dalam koridor politik luar negeri bebas aktif serta mempertimbangkan keamanan dalam negeri.

Terkait dampak konflik, Cholil Nafis menilai Indonesia tetap akan terdampak secara ekonomi jika eskalasi berlanjut, terutama jika jalur strategis seperti Selat Hormuz terganggu. “Di dalam negeri ya pastilah kalau ekonomi pasti terdampak ketika Selat Hormuz itu ditutup harga minyak naik, pasti di sini kan membutuhkan transportasi,” jelasnya. Ia berharap dampak tersebut tidak berkembang menjadi persoalan keamanan di dalam negeri dan menyerukan penyebaran perdamaian.

Informasi mengenai sikap Majelis Ulama Indonesia ini disampaikan melalui pernyataan resmi Wakil Ketua Umum MUI Cholil Nafis yang dirilis pada Selasa, 3 Maret 2026, di Kantor Pusat MUI Jakarta.

Advertisement