Cynthia Fransisca (22) berhasil menorehkan prestasi gemilang sebagai wisudawan terbaik program sarjana Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) Universitas Gadjah Mada (UGM). Lulus dari Program Studi Akuntansi dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,97, Cynthia menyandang predikat cumlaude hanya dalam waktu 3 tahun 4 bulan 12 hari. Pencapaian ini semakin istimewa mengingat kedua orang tuanya hanya mengenyam pendidikan hingga Sekolah Dasar (SD).
Perjalanan Akademik dan Prestasi Gemilang
Meski aktif berorganisasi dan mengikuti berbagai lomba, Cynthia mampu mempertahankan performa akademiknya. Ia menegaskan bahwa keistimewaan tidak selalu datang dalam bentuk kemudahan, melainkan seringkali berupa kesempatan untuk belajar, mencoba, dan bertahan.
“Keistimewaan tidak datang kepada setiap orang dengan cara yang sama dan dalam waktu yang sama. Tidak selalu dalam bentuk kemudahan, tetapi seringkali dalam bentuk kesempatan, kesempatan untuk belajar, untuk mencoba, dan untuk bertahan,” kata Cynthia dikutip dari laman resmi UGM, Minggu (1/3/2026).
Aktif Berorganisasi dan Raih Beasiswa Prestisius
Selama masa studinya, Cynthia terlibat aktif dalam Ikatan Mahasiswa Akuntansi Gadjah Mada (IMAGAMA) serta berbagai kepanitiaan di program studinya. Pada semester kedua, ia terpilih sebagai Awardee Beasiswa Tanoto Teladan 2023–2026 dari Tanoto Foundation, sebuah pencapaian yang membuka banyak peluang.
Melalui Tanoto Scholar Association (TSA) UGM, Cynthia dipercaya menjabat sebagai staf hingga manajer divisi networking. Posisi ini memberinya kesempatan untuk memperluas jejaring sekaligus melatih kemampuan koordinasi tim, mengasah keterampilan non-akademik yang krusial.
Belajar dari Kompetisi dan Mengatasi Tantangan
Memasuki semester lima, Cynthia mulai fokus mengikuti berbagai kompetisi. Ia dan timnya berhasil meraih Juara 3 pada ajang Udayana International Accounting Competition 2024. Selain itu, ia juga menyabet Gold Medal dalam International Youth Business Competition 2024 yang diselenggarakan oleh Universitas Diponegoro, serta meraih juara 2 pada Decarbonizing Indonesia Business Case Competition 2025.
Meskipun beberapa kali hanya mencapai tahap semifinal karena benturan jadwal akademik, Cynthia selalu menempatkan proses kompetisi jauh lebih berharga daripada hasil akhir. Ia menekankan pentingnya belajar berpikir kritis, bekerja dalam batasan waktu, dan menyelesaikan masalah secara terstruktur.
“Tidak semua lomba harus berakhir dengan juara, yang penting kita belajar berpikir kritis, bekerja dalam waktu, dan menyelesaikan masalah secara terstruktur,” ujarnya.
Cynthia mengakui perjalanan kuliahnya tidak selalu mulus, seringkali menghadapi perubahan jadwal dan pola belajar baru setiap awal semester. Ia sempat mengalami burnout, namun dari pengalaman tersebut ia belajar mengenali batas diri, menyusun jadwal yang lebih terstruktur, dan menetapkan prioritas.
Pengalaman belajar di FEB UGM membentuk resiliensi, growth mindset, serta kemampuan mengambil keputusan dengan menempatkan prioritas secara matang. Lingkungan kampus yang mendukung juga turut memperkuat jaringan dan kepercayaan dirinya untuk terus berkembang.
Masa Depan Cerah di Kantor Akuntan Publik Ternama
Menjelang kelulusan, Cynthia telah diterima bekerja di salah satu Kantor Akuntan Publik (KAP) ternama, Ernst & Young (EY). Baginya, kesempatan ini merupakan pencapaian dari konsistensi dan keberaniannya dalam mencoba berbagai peluang selama masa studi.
Cynthia menutup perjalanannya dengan pesan inspiratif mengenai makna kesuksesan yang sejati.
“Kita mungkin lulus di hari yang sama, tapi kita tidak akan berjalan di jalan yang sama. Kesuksesan bukan tentang siapa yang paling cepat, tapi tentang siapa yang paling setia pada panggilan hidupnya,” pungkas Cynthia.
Informasi lengkap mengenai perjalanan inspiratif Cynthia Fransisca disampaikan melalui pernyataan resmi Universitas Gadjah Mada yang dirilis pada Minggu, 1 Maret 2026.
