Departemen Kehakiman AS Rilis Dokumen Epstein, 14 Bos Teknologi Ternama Terseret dalam Jutaan Halaman
Departemen Kehakiman Amerika Serikat (DOJ) pada Jumat, 06 Februari 2026, secara resmi merilis gelombang terakhir dokumen terkait mendiang pemodal dan pelaku kejahatan seksual, Jeffrey Epstein. Perilisan ini merupakan tindak lanjut dari Undang-Undang Transparansi Dokumen Epstein (Epstein Files Transparency Act) yang disahkan pada 19 November 2025, membuka sekitar 3,5 juta halaman ke publik. Dalam tumpukan dokumen tersebut, nama-nama bos teknologi terkemuka dari perusahaan raksasa (Big Tech) turut terseret, dengan peran yang bervariasi mulai dari sekadar diundang makan malam hingga tercatat dalam ribuan log komunikasi.
Latar Belakang Perilisan Dokumen Epstein
Jutaan halaman yang dibuka ke publik ini bukan hanya berisi data baru, melainkan rangkuman lengkap dari berbagai file lama yang dikumpulkan selama bertahun-tahun investigasi. Dokumen-dokumen tersebut memberikan gambaran lebih luas mengenai jaringan sosial dan profesional Epstein, termasuk interaksinya dengan individu-individu berpengaruh di berbagai sektor.
Klarifikasi Keterlibatan dan Status Hukum
Kendati nama-nama besar di industri teknologi tercantum dalam dokumen, perlu digarisbawahi bahwa hal tersebut tidak serta-merta mengindikasikan keterlibatan mereka dalam kejahatan seksual Jeffrey Epstein. Sebagian besar nama tersebut muncul dalam konteks pertemuan sosial, bisnis, korespondensi email, atau sekadar catatan log penerbangan. Hingga berita ini diturunkan, tidak ada satu pun dari tokoh teknologi yang disebutkan di atas telah didakwa atau dituduh secara resmi melakukan tindak pidana terkait kasus Epstein.
Daftar Tokoh Teknologi yang Disebut dalam Epstein Files
Berikut adalah rangkuman 14 tokoh teknologi yang namanya muncul dalam “Epstein Files”, sebagaimana dihimpun dari berbagai sumber:
- Peter Thiel: Pendiri PayPal dan investor awal Facebook ini menjadi nama yang paling sering muncul, tercatat dalam 2.281 file. Hubungannya dengan Epstein disebut berkaitan dengan diskusi investasi dan sains futuristik, topik yang diminati keduanya.
- Larry Page: Salah satu pendiri Google ini muncul di 314 file. Sebagai salah satu orang terkaya di dunia, Page diduga menjadi sasaran Epstein yang ingin masuk ke lingkaran elit teknologi, kerap memosisikan diri sebagai “penasihat teknologi”.
- Sergey Brin: Teman duet Page di Google ini terseret dengan 294 file. Brin diketahui sering menghadiri acara makan malam yang dihadiri ilmuwan dan miliarder, di mana Epstein sering hadir. Dokumen DOJ menunjukkan Epstein rajin mendekati Brin karena ketertarikannya pada dunia teknologi.
- Mark Zuckerberg: Bos Meta ini tercatat muncul di 282 file. Nama “Zuck” sering muncul di daftar tamu acara filantropi yang juga dihadiri Epstein. Pihak Zuckerberg membantah tegas adanya hubungan personal, kemungkinan besar namanya hanya tercatat secara administratif di daftar kontak atau log acara industri.
- Jeff Bezos: Pendiri Amazon ini memiliki jejak di 196 file. Dokumen ini memperlihatkan kelihaian Epstein menyusup ke lingkaran pertemanan orang-orang terkaya dunia. Interaksi Bezos dan Epstein tampaknya sebatas sesama tamu miliarder di forum global.
- Eric Schmidt: Mantan CEO Google ini muncul dalam 193 file. Schmidt dikenal aktif di forum kebijakan teknologi dan pendanaan sains, tempat Epstein sering mencari pengaruh. Epstein memiliki ambisi mendanai proyek sains, dan Schmidt adalah figur kunci di Google saat itu.
- Elon Musk: CEO Tesla dan SpaceX ini memiliki komunikasi yang cukup intensif dengan Epstein. Dokumen email dari tahun 2012 dan 2013 menunjukkan diskusi mengenai rencana kunjungan Musk ke pulau pribadi Epstein, “Little St. James”, serta pengaturan makan siang di markas SpaceX. Musk sendiri berkali-kali membantah punya kedekatan khusus dan menegaskan tidak pernah mengunjungi pulau pribadi Epstein.
- Bill Gates: Pendiri Microsoft ini memiliki catatan pertemuan yang lumayan intens dengan Epstein, beberapa di antaranya terjadi setelah Epstein dihukum kasus prostitusi anak pada 2008. Dokumen mengonfirmasi korespondensi mengenai proyek sains, termasuk “simulasi pandemi”, dan upaya Epstein memposisikan diri sebagai penasihat filantropi. Gates telah meminta maaf dan mengaku menyesal, menyebut pertemuan itu sebagai “kesalahan besar”.
- Tim Cook: Bos Apple ini juga masuk daftar, namanya muncul dalam konteks penggalangan dana dan pertemuan para eksekutif. Dokumen mengindikasikan Epstein mencoba memanfaatkan acara semacam itu untuk mendekati Cook.
- Richard Branson: Pendiri Virgin Group ini ikut disebut, sering dikaitkan karena lokasi pulau pribadi mereka yang sama-sama di Kepulauan Virgin. Branson pernah mengaku kenal, namun mengklaim langsung memutuskan hubungan begitu skandal Epstein tercium publik.
- Reid Hoffman: Pendiri LinkedIn ini terseret karena memfasilitasi pertemuan antara Epstein dengan elite teknologi untuk penggalangan dana MIT Media Lab pada 2015. Hal ini memicu perseteruan dengan Elon Musk.
- Steven Sinofsky: Mantan Presiden Divisi Windows Microsoft ini muncul, membuktikan Epstein tidak hanya mengincar CEO tetapi juga eksekutif kunci perusahaan raksasa. Interaksi mereka diduga terjadi di ranah profesional soal teknologi.
- Marissa Mayer: Mantan CEO Yahoo ini muncul dalam daftar tamu acara makan malam bergengsi yang dihadiri Epstein, sering kali bersanding dengan tokoh besar lain dalam undangan “Edge Dinner”.
- Evan Williams: Co-founder Twitter (sekarang X) dan Medium ini teridentifikasi hadir dalam pertemuan sosial serupa, tercatat sebagai salah satu tamu dalam makan malam di mana Epstein turut diundang sebagai peserta aktif dalam diskusi sains dan teknologi.
Informasi detail mengenai nama-nama tokoh teknologi yang terseret dalam kasus ini serta konteks kemunculan mereka disampaikan melalui dokumen resmi Departemen Kehakiman AS yang dirilis pada 06 Februari 2026.