Direktur Utama Telkom Indonesia, Dian Siswarini, mengumumkan peta jalan transformasi perusahaan bertajuk TLKM 30 untuk periode 2025-2030. Agenda strategis ini dirancang agar Telkom Group dapat bertransformasi menjadi entitas yang lebih lincah, progresif, dan kompetitif di kancah global.
Visi Transformasi dan Peningkatan Valuasi
Program TLKM 30 bertujuan untuk membuka nilai atau unlock value yang selama ini dinilai masih tersembunyi di dalam organisasi. Dian menjelaskan bahwa perubahan tersebut mencakup keunggulan operasional hingga restrukturisasi menyeluruh guna meningkatkan valuasi perusahaan.
Supaya Telkom Group bisa menjadi perusahaan yang lebih agile, lebih progresif, dan yang lebih kompetitif, dan berkelas dunia,
Kata Dian dalam keterangannya pada Jumat (20/2/2026). Ia menambahkan bahwa fokus utama adalah memastikan operational excellence berjalan maksimal sehingga kualitas layanan meningkat bagi seluruh pelanggan.
Empat Pilar Utama Strategi TLKM 30
Strategi besar ini bertumpu pada empat pilar utama. Pilar pertama adalah operational and service excellence yang mencakup peningkatan operasi bisnis, perbaikan tata kelola, transformasi budaya, hingga optimalisasi kapital dalam operasional perusahaan secara menyeluruh.
Pilar kedua adalah perampingan atau streamlining struktur perusahaan. Saat ini, Telkom Group tercatat memiliki sekitar 66 entitas anak usaha. Namun, tidak semua entitas tersebut berkaitan dengan inti bisnis perusahaan, seperti unit bisnis hotel, apartemen, layanan kesehatan, hingga asuransi.
Perampingan Anak Usaha Menjadi 20 Entitas
Dian menyebutkan bahwa beberapa anak usaha saat ini memiliki kinerja yang kurang optimal bahkan menunjukkan tren negatif. Oleh karena itu, Telkom akan melakukan langkah divestasi, penggabungan, hingga penutupan anak perusahaan agar fokus pada area bisnis inti.
Targetnya, jumlah anak usaha Telkom Group di masa depan diproyeksikan hanya akan berjumlah 20 entitas. Langkah ini bertujuan menghilangkan inefisiensi akibat transaksi bertingkat antara perusahaan induk dan anak perusahaan yang menjalankan bisnis serupa.
Fokus Bisnis Masa Depan dan Infrastruktur
Pilar ketiga mengatur modus operandi agar tidak terjadi tumpang tindih peran. Ke depan, struktur bisnis akan dibagi menjadi Business to Consumer (B2C) melalui Telkomsel, serta Business to Business (B2B) yang mengelola infrastruktur seperti kabel fiber, pusat data, menara, dan satelit.
Pilar terakhir adalah unlock value untuk membuka nilai infrastruktur yang selama ini belum terlihat optimal. Dian menekankan pentingnya valuasi yang sesuai dengan lini bisnis masing-masing agar aset infrastruktur tidak lagi dianggap sebagai liabilitas semata.
Informasi lengkap mengenai transformasi strategis ini disampaikan melalui pernyataan resmi Direktur Utama Telkom Indonesia dalam program Naratama yang dirilis pada 20 Februari 2026.
