Berita

Dokter Hewan UGM Slamet Rahardjo Jelaskan Alasan Ilmiah di Balik Perilaku Anomali Penguin yang Viral

Lini masa media sosial TikTok ramai membahas video seekor penguin di Antartika yang memisahkan diri menjauhi koloninya. Hewan tersebut tampak berjalan berlawanan arah, menjauhi kawanan, dan sumber makanannya. Penguin yang kemudian dikenal dengan ‘nihilist penguin‘ itu lebih memilih berjalan ke arah pegunungan salju yang sunyi, memicu beragam interpretasi dari warganet.

Video viral ini merupakan potongan klip dari film dokumenter Encounters at the End of the World bikinan Werner Herzog pada 2007. Film dokumenter tersebut sebenarnya berfokus pada kehidupan di Antartika, namun tim berhasil menangkap momen anomali ketika seekor penguin Adelie memilih untuk memisahkan diri dari kelompoknya.

Asal Mula Fenomena ‘Nihilist Penguin’

Dalam film dokumenter Herzog, penguin Adelie tersebut bertahan hidup dalam kondisi keras di gurun es, namun memilih sendirian, menolak tempat berkembang biaknya, dan sumber makanan penguin-penguin lain. Adegan ini sering dikaitkan dengan nasib seekor penguin menjelang kematiannya. Herzog berpendapat, intervensi manusia untuk menyelamatkan hewan ini dianggap akan sia-sia, sehingga penguin itu dibiarkan pergi dan terpisah dari koloninya.

Perilaku penguin tersebut masih menyisakan misteri, namun jika dilihat dari sisi ilmiah, anomali ‘nihilist penguin’ ternyata memiliki makna khusus. Lantas, apa sebenarnya yang terjadi pada penguin tersebut dan mengapa hewan itu berjalan memisahkan diri dari kawanannya?

Penjelasan Ilmiah dari Dokter Hewan UGM

Dokter hewan sekaligus dosen Fakultas Kedokteran Hewan UGM, Slamet Rahardjo, menjelaskan bahwa secara perilaku, penguin adalah burung yang hidup secara berkelompok atau koloni. Oleh karena itu, apa yang ditunjukkan dalam klip video ‘nihilist penguin’ dinilai sebagai anomali.

Namun, Slamet menegaskan ada beberapa hal yang membuat seekor penguin akan meninggalkan kelompoknya dan memilih hidup sendirian. Di luar musim kawin, misalnya, seekor penguin jantan dan betina akan hidup terpisah dalam kelompok kecil atau flock yang berbeda setelah kawin, karena alasan taktis dan biologis.

“Nanti saat breeding season tiba, mereka akan saling mencari dan ketika ketemu akan mating again (kawin kembali), bertelur, mengeram, dan mengasuh anaknya sampai diajak ke laut dan mandiri,” kata Slamet, saat dikonfirmasi Kompas.com, Minggu (1/2/2026). “Induk kemudian berpisah dan akan reuni pada musim kawin tahun berikutnya.”

Slamet melanjutkan, jika pada saat musim kawin tiba dan salah satu penguin mati, maka hewan itu tidak dapat menemukan pasangannya. Bila kondisi ini terjadi, seekor penguin biasanya akan mencari pasangan baru. Namun, tidak semua penguin akan begitu.

“Kadang ada individu yang tetap menjanda atau menduda seumur hidup. Nah, individu seperti ini, saat breeding season biasanya akan memisahkan diri dari koloni alias menyendiri,” ungkap Slamet. Dia juga menerka bahwa penguin di dalam video viral itu sudah tua dan mendekati kematiannya. “Bisa juga individu yang memisahkan diri adalah individu tua yang sudah mendekati masa akhir hidupnya,” tandas Slamet.

Dugaan Lain dari Para Peneliti Internasional

Dilansir dari Times of India, para peneliti juga pernah menyampaikan tiga dugaan perilaku anomali penguin Adelie. Mereka berpendapat, apa yang terjadi pada penguin Adelie tidak boleh dianggap sebagai perilaku yang umum. Menurut para ilmuwan, berikut ini kemungkinan mengapa seekor penguin tersebut memisahkan diri dari kawanannya:

  • Mengalami disorientasi karena penguin masih terlalu muda.
  • Mengalami sakit atau cedera yang memengaruhi navigasinya.
  • Pergerakan eksplorasi, terutama di luar periode kawin.

Para ilmuwan mengatakan, fenomena ‘nihilist penguin’ merupakan pengecualian, bukan sinyal niat atau emosi seekor hewan. Mereka juga memastikan bahwa penguin sedang tidak menyampaikan pernyataan apa pun, melainkan hanya merespons keadaan yang tidak ditangkap oleh kamera.

‘Nihilist Penguin’ sebagai Simbol Keresahan Warganet

Video ‘nihilist penguin’ yang viral di media sosial kemudian digunakan sebagai simbol keresahan oleh warganet. Mereka memaknai tindakan hewan itu sebagai cara makhluk hidup yang sudah menyerah menghadapi keadaan dunia saat ini. Beberapa warganet menggunakan video tersebut sebagai simbol rasa hampa, lelah, dan kehilangan arah di tengah tekanan hidup.

Beberapa warganet juga mengedit meme ‘nihilist penguin’ menggunakan Artificial Intelligence (AI) lalu dikaitkan dengan kondisi politik. Di Amerika Serikat misalnya, akun resmi X Gedung Putih memposting meme ‘nihilist penguin’ yang dihasilkan dari AI. Gambar itu menunjukkan seekor penguin sedang berjalan di samping Presiden AS Donald Trump menuju ke arah bendera Greenland.

Meski demikian, anomali yang terjadi pada seekor penguin di Antartika adalah fenomena alam yang tidak dimaknai secara filosofis oleh para ilmuwan.

Informasi lengkap mengenai isu ini disampaikan melalui pernyataan resmi Slamet Rahardjo dari Fakultas Kedokteran Hewan UGM yang dirilis pada Minggu, 1 Februari 2026, serta laporan dari Times of India dan film dokumenter Werner Herzog.