Berita

Dokter Paru Tegaskan TBC Bukan Penyakit Menular Seksual, Ungkap Cara Penularan Sebenarnya

Merespons pertanyaan publik yang sempat mencuat di media sosial X, Dokter Spesialis Paru dr. Erlang Samoedro, Sp.P(K) menegaskan bahwa tuberkulosis (TBC) bukanlah penyakit menular seksual. Ia menjelaskan, TBC justru menular melalui pernapasan, bukan melalui hubungan intim.

Penularan TBC Melalui Udara dan Droplet

dr. Erlang Samoedro menjelaskan, TBC menular melalui udara atau percikan droplet yang keluar dari mulut atau hidung penderita. Percikan ini dapat terjadi saat batuk, bersin, atau bahkan saat berbicara.

Ia menambahkan, penularan tidak terjadi melalui makanan. Oleh karena itu, penderita yang batuk atau bersin berpotensi menularkan penyakit kepada orang di sekitarnya.

Risiko Penularan Tinggi di Lingkungan Serumah

Risiko penularan TBC sangat tinggi bagi individu yang tinggal serumah dengan pasien. dr. Erlang menyebutkan, penularan di lingkungan rumah cukup besar.

Untuk meminimalisir risiko, anggota keluarga didorong untuk menjaga gizi yang baik dan melakukan skrining rutin. Penderita juga diimbau menggunakan masker, terutama jika berinteraksi dengan kelompok rentan seperti lansia, anak-anak, atau individu dengan penyakit komorbid.

Selain kelompok tersebut, orang dengan gizi buruk, HIV, dan imun rendah juga sangat rentan terhadap penularan TBC.

Langkah Penyembuhan dan Potensi Fatalitas TBC

Meskipun berbahaya, TBC merupakan penyakit yang dapat disembuhkan dengan penanganan yang tepat. dr. Erlang menjelaskan, pengobatan TBC melibatkan konsumsi obat TB dan pemantauan berkala melalui pemeriksaan dahak atau foto rontgen.

Proses pengobatan ini berlangsung minimal enam bulan. Keberhasilan penyembuhan dinilai dari kondisi klinis pasien, seperti perbaikan sesak napas dan batuk, serta hasil pemeriksaan dahak yang menunjukkan negatif.

Ia juga mengingatkan bahwa TBC memiliki risiko kematian yang cukup besar, terutama jika terjadi kerusakan paru yang luas atau menyebar hingga ke otak.

TBC Masih Jadi Masalah Kesehatan Serius di Indonesia

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Indonesia pada 11 April 2025, menegaskan bahwa TBC masih menjadi isu kesehatan serius di tanah air. Indonesia menduduki posisi kedua dunia dalam beban kasus TBC setelah India, berdasarkan Global TB Report 2024.

Data tahun 2024 mencatat sekitar 885 ribu kasus TBC di Indonesia, dengan 496 ribu kasus pada laki-laki, 359 ribu pada perempuan, dan 135 ribu kasus pada anak-anak usia 0-14 tahun. Diperkirakan ada 1.090.000 kasus TBC dan 125.000 kematian setiap tahunnya.

Informasi lengkap mengenai penularan dan penanganan TBC ini disampaikan oleh dr. Erlang Samoedro, Sp.P(K) dalam keterangannya kepada media pada Selasa, 3 Februari 2026, serta data dari Kementerian Kesehatan Indonesia.