Dokumen Epstein: Departemen Kehakiman AS Rilis Daftar Tokoh Olahraga dalam Jaringan Skandal Seksual
Departemen Kehakiman Amerika Serikat (DOJ) pada Jumat (30/1/2026) merilis dokumen baru yang mengungkap keterkaitan sejumlah tokoh besar di dunia olahraga dengan mendiang pelaku kejahatan seksual, Jeffrey Epstein. Lebih dari 3 juta arsip yang dibuka ke publik tersebut berisi korespondensi email, catatan, serta dokumen lain yang menyebut nama pemilik klub olahraga profesional, eksekutif industri olahraga, hingga atlet ternama.
Sebagian dari mereka diketahui pernah berkomunikasi langsung dengan Epstein, sementara lainnya hanya disebut dalam email Epstein atau lingkaran terdekatnya. Penting untuk dicatat, tidak semua nama dalam dokumen tersebut dituding melakukan pelanggaran hukum. Sejumlah pihak yang disebut juga telah memberikan bantahan atau klarifikasi.
Keterlibatan Tokoh Olahraga dalam Dokumen Epstein
Berikut rangkuman tokoh-tokoh olahraga yang muncul dalam dokumen terbaru Epstein, sebagaimana dihimpun oleh Front Office Sports:
Steve Tisch (New York Giants)
Steve Tisch, co-owner sekaligus chairman New York Giants, tercatat bertukar email dengan Epstein pada 2013. Dalam korespondensi tersebut, Epstein tampak menghubungkan Tisch dengan sejumlah perempuan.
Beberapa pesan Tisch kepada Epstein antara lain berbunyi, “Is she fun?” dan “Is my present in NYC?”. Ketika Epstein menyebut seorang perempuan sebagai “eksotis dan berbahasa Perancis,” Tisch bertanya, “Working girl?” Tisch mengakui memiliki hubungan singkat dengan Epstein dan menyebut komunikasi mereka hanya membahas perempuan dewasa. Ia membantah segala bentuk pelanggaran hukum.
Casey Wasserman (Ketua LA28)
Casey Wasserman, ketua panitia Olimpiade Los Angeles 2028 (LA28), muncul dalam dokumen melalui komunikasi langsung dengan Ghislaine Maxwell pada 2003. Email-email tersebut berisi percakapan bernuansa genit, termasuk pembahasan soal pijat.
Maxwell bahkan menawarkan untuk “mempraktikkan” titik pijat yang disebut dapat “membuat pria tergila-gila.” Wasserman menyatakan penyesalannya atas korespondensi tersebut dan menegaskan tidak pernah memiliki hubungan pribadi maupun bisnis dengan Epstein. Ia mengakui pernah ikut perjalanan kemanusiaan bersama Clinton Foundation pada 2002 menggunakan pesawat Epstein. Maxwell kini menjalani hukuman 20 tahun penjara atas perannya dalam perdagangan dan pelecehan seksual anak.
Todd Boehly (Chelsea, Dodgers, Lakers)
Email dalam dokumen menunjukkan Todd Boehly, pemilik Chelsea dan bagian dari kepemilikan LA Dodgers serta LA Lakers, tercatat melakukan dua pertemuan dengan Epstein pada 2011. Tidak ada rincian tambahan terkait isi pertemuan tersebut dalam dokumen yang dirilis.
Paul Allen (Seattle Seahawks, Portland Trail Blazers)
Mendiang Paul Allen, pendiri Microsoft dan mantan pemilik Seattle Seahawks serta Portland Trail Blazers, beberapa kali disebut dalam email Epstein. Epstein menulis ingin duduk bersama Allen di sebuah jamuan makan dan menyebut pernah bertemu Allen yang mengundangnya melihat proyek “mouse/brain” miliknya.
Josh Harris (Washington Commanders, 76ers, Devils)
Josh Harris, pemilik Washington Commanders, Philadelphia 76ers, New Jersey Devils, Crystal Palace, dan waralaba WNBA baru di Philadelphia, tercatat beberapa kali dihubungi Epstein atau asistennya. Harris sebagian besar menghindari pertemuan, meski sempat menghadiri sarapan bersama Epstein pada 2014. Juru bicara Harris menegaskan kliennya tidak pernah memiliki hubungan independen dengan Epstein dan berusaha mencegah keterlibatan Epstein dengan Apollo Global Management.
David Tepper (Carolina Panthers)
Nama David Tepper muncul dua kali dalam inbox Epstein. Salah satu email menyebut Tepper sebagai sosok “sangat pintar dan lucu,” sementara email lain menanyakan apakah Epstein mengenalnya. Tidak ada indikasi korespondensi langsung antara Tepper dan Epstein.
Stephen Ross (Miami Dolphins)
Pemilik Miami Dolphins, Stephen Ross, beberapa kali disebut dalam email Epstein, terutama melalui relasinya dengan pengembang properti Andrew Farkas. Email membahas pertemuan, proyek investasi, hingga acara pribadi. Dalam satu pesan, Epstein menilai proyek perusahaan Ross sebagai “menarik, tapi cukup berantakan.”
Robert Kraft (New England Patriots)
Pemilik New England Patriots, Robert Kraft, muncul dalam email Epstein terkait kasus dugaan prostitusi yang menjerat Kraft pada 2019 (yang kemudian dibatalkan). Epstein menyebut informasi soal Kraft “90 persen tidak akurat” dan berupaya menghubungkannya dengan pengacara Jack Goldberger, yang juga pernah menjadi bagian dari tim hukum Epstein.
Dan Snyder (Mantan Pemilik Washington Commanders)
Nama Dan Snyder muncul dalam sejumlah email terkait undangan acara, penerbangan helikopter, hingga rumor penyelidikan media soal keterkaitannya dengan kasus Epstein-Maxwell, yang disebut “tidak masuk akal” oleh koresponden email.
Ron Burkle (Pittsburgh Penguins)
Ron Burkle, mantan pemilik mayoritas Pittsburgh Penguins, disebut dalam gugatan Epstein yang dibuka ke publik pada 2024. Burkle tercatat sebagai salah satu orang yang disebut memiliki pengetahuan tentang preferensi seksual Epstein. Ia membantah keterlibatan dan menyebut menyesal pernah mengenal Epstein.
Zygi Wilf (Minnesota Vikings)
Pemilik Minnesota Vikings, Zygi Wilf, dalam email 2015 disebut tertarik membeli rumah Epstein di Paris.
Sammy Sosa (Mantan Pemain MLB)
Nama Sammy Sosa disebut sebagai tamu dalam sebuah pesta di kastel kawasan Hamptons pada pertengahan 2000-an yang juga dihadiri Epstein dan Donald Trump.
Kristaps Porzingis (NBA)
Epstein mengirim email terkait tuduhan pemerkosaan terhadap Kristaps Porzingis, yang kemudian dibantah sang pemain. Epstein bahkan menanyakan rekomendasi investigator.
Nama Lain yang Disebutkan
Dokumen juga menyebut pembelian jersey NFL untuk Peyton Manning dan Geno Smith, serta acara penghormatan untuk Arthur Blank dan legenda tenis Arthur Ashe. Sejumlah nama lain muncul melalui artikel, laporan media, atau undangan acara, tanpa bukti korespondensi langsung dengan Epstein.
Departemen Kehakiman AS menegaskan, kemunculan nama dalam dokumen tidak otomatis menunjukkan keterlibatan pidana. Kasus ini masih berkembang dan pembaruan data diperkirakan akan terus dilakukan.