Berita

Dokumen Epstein Kembali Dirilis: Deretan Tokoh Ternama dari Trump hingga Sergey Brin Terungkap

Departemen Kehakiman Amerika Serikat baru-baru ini merilis jutaan halaman dokumen terkait mendiang Jeffrey Epstein, yang kembali menyedot perhatian publik internasional. Arsip tebal ini memuat deretan nama tokoh berpengaruh di dunia, meskipun penyebutan nama tidak serta-merta menunjukkan keterlibatan dalam tindak pidana.

Penyebutan nama-nama ini langsung menyedot perhatian publik, memicu diskusi luas mengenai relasi para tokoh dengan Epstein. Lantas, siapa saja tokoh-tokoh yang muncul dalam ‘Epstein Files’ yang dirilis oleh Departemen Kehakiman Amerika Serikat?

Pembukaan Kembali ‘Epstein Files’

Dokumen tebal terkait mendiang Jeffrey Epstein kembali menjadi buah bibir di tengah masyarakat internasional. Lebih dari tiga juta halaman arsip terkait kejahatan seksual tersebut memuat deretan nama tokoh berpengaruh di dunia. Penyebutan nama-nama ini langsung menyedot perhatian publik, meski tidak serta-merta menunjukkan keterlibatan dalam tindak pidana Jeffrey Epstein.

Deretan Tokoh Ternama yang Disebut

Donald Trump

Nama Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump terseret dalam dokumen Jeffrey Epstein. Perlu diketahui, Jeffrey Epstein dan Donald Trump menjalin relasi pertemanan sebelum hubungan keduanya retak. Dalam kumpulan dokumen Epstein yang terbaru, ribuan rujukan tertuju pada Trump, meski sebagian besar tidak memberikan penjelasan baru tentang relasi keduanya.

Isi berkas tersebut memuat email yang membagikan berita tentang Trump, komentar mengenai kebijakan dan politiknya, serta kabar simpang siur (gosip) soal Trump dan keluarganya. Departemen Kehakiman juga mengungkapkan sebuah daftar aduan (spreadsheet) yang dibuat pada Agustus lalu. Sebuah rangkuman laporan yang menuju ke saluran pengaduan penegak hukum. Orang-orang itu mengeklaim tahu tentang dugaan pelanggaran yang dilakukan oleh Trump.

Dokumen itu berisi berbagai cerita yang belum diverifikasi, melibatkan banyak selebritas, hingga kadang bernuansa fantastis. Artinya, cerita tersebut dianggap “tidak masuk akal”. Wakil Jaksa Agung Todd Blanche mengungkapkan bahwa FBI menerima ratusan laporan soal tokoh terkenal yang dinilai tidak kredibel. Dengan kata lain, meskipun ada ribuan dokumen baru, isinya lebih ke kehidupan Trump yang tidak terbukti, bukan bukti hukum yang kuat mengenai kerja sama tindak pidana antara Trump dan Epstein.

Andrew Mountbatten-Windsor

Nama selanjutnya yang terseret dalam dokumen Epstein adalah Andrew Mountbatten-Windsor. Nama Mountbatten-Windsor termuat ratusan kali dalam dokumen, termasuk dalam email pribadi Epstein. Berkas tersebut memuat undangan makan malam di Istana Buckingham hingga foto-foto yang mempertontonkan Mountbatten-Windsor berlutut di atas seorang wanita yang tidak diketahui identitasnya.

Andrew Mountbatten-Windsor merupakan sosok yang dahulu dikenal sebagai Pangeran Andrew dari Inggris. Namanya dikait-kaitkan dengan Epstein, khususnya setelah adanya tuduhan dari mendiang Virginia Roberts Giuffre. Giuffre pernah menuduh bahwa dirinya diperdagangkan oleh Epstein dan diperintah untuk berhubungan seksual dengan Mountbatten-Windsor. Pada saat itu, Giuffre masih berusia 17 tahun. Namun, tuduhan tersebut dibantah oleh Mountbatten-Windsor. Kendati demikian, seluruh gelar Mountbatten-Windsor dicabut oleh Raja Charles III akhir tahun lalu, termasuk titel pangeran dan Duke of York.

Sergey Brin

Pendiri Google Sergey Brin disebut berencana bertemu Epstein dan Maxwell di rumahnya di New York bertahun-tahun, sebelum Epstein dituduh melakukan pelecehan seksual terhadap gadis di bawah umur. Pada percakapan 2003 silam, Maxwell juga mengundangnya ke pemutaran film Renee Zellweger “Down with Love” di New York dan makan malam di rumah Epstein. Dalam undangan tersebut, Sergey Brin menawarkan untuk mengajak CEO Google saat itu, Eric Schmidt.

Bill Clinton

Mantan Presiden Amerika Serikat Bill Clinton juga sempat tersangkut dalam dokumen Epstein. Clinton disebut pernah menghabiskan waktu bersama Epstein lebih dari dua dekade lalu, termasuk beberapa kali terbang dengan jet pribadi dan bersua di Gedung Putih. Namun, dia membantah mengetahui kesalahan Epstein. Perwakilan Clinton menyatakan bahwa mantan presiden tersebut memutus relasi usai putaran pertama dakwaan pidana pada 2006 silam.

Berkas tersebut memuat foto-foto Clinton dan tokoh terkenal lainnya yang disimpan Epstein di rumahnya di New York. Ada pula berkas yang memuat pesan-pesan yang diterima para penyelidik dari masyarakat umum, kaitannya mengapa Clinton tidak diselidiki. Namun, tidak satupun korban Epstein yang secara gampang menuduh Clinton terlibat dalam tindak pidana Epstein.

Tidak Ada Dakwaan Pidana

Dalam laporan PBS News tersebut, semua pihak membantah terlibat dalam pelecehan seksual yang dilakukan Epstein kepada para gadis dan wanita muda. Kendati demikian, beberapa di antara mereka masih menguatkan relasi dengan Epstein, bahkan setelah pemberitaan tentang kasus pelecehannya menyeruak. Lalu, tidak ada satu orang pun yang didakwa dengan kejahatan terkait penyelidikan Epstein. Kemudian, Epstein diketahui bunuh diri di sel penjara Manhattan pada tahun 2019.

Informasi lengkap mengenai daftar tokoh yang disebut dalam dokumen ini disampaikan melalui laporan PBS News pada Minggu, 1 Februari 2026, setelah rilis resmi dari Departemen Kehakiman AS.