Dokumen Kasus Epstein Rilis Detail Wasiat Pembagian Harta, Soroti Nama-nama Penerima dan Tokoh Dunia
Departemen Kehakiman Amerika Serikat pada Jumat (30/1/2026) merilis dokumen terbaru kasus Jeffrey Epstein. Berkas-berkas ini membeberkan surat wasiat Epstein yang berisi rencana pembagian hartanya yang mencapai lebih dari seperempat miliar dollar AS, atau sekitar ratusan triliun rupiah.
Dalam dokumen tersebut, Epstein berencana membagikan seluruh kekayaannya kepada teman, anggota keluarga, karyawan, dan rekan-rekannya setelah ia meninggal dunia. Terdapat 44 penerima kekayaan dari wasiat tersebut, yang ditandatangani Epstein dua hari sebelum ia bunuh diri di sel penjara di Manhattan.
Rincian Wasiat dan Jumlah Harta Epstein
Dikutip dari ABC pada Sabtu (31/1/2026), Epstein diketahui memiliki harta sekitar 288 juta dollar AS (sekitar Rp 4,3 triliun) per kurs Senin (2/2/2026). Meskipun rencana pembagian warisan senilai sekitar 288 juta dollar AS telah ditambah berbagai properti di luar negeri, harta yang benar-benar tersisa kini jauh lebih sedikit.
Berdasarkan laporan keuangan terakhir yang dibuka ke publik dan diserahkan ke pengadilan waris di Kepulauan Virgin AS, sisa kekayaan Epstein saat ini hanya sekitar 127 juta dollar AS (sekitar Rp 2,1 triliun). Uang tersebut belum dapat dibagikan karena masih terikat secara hukum di pengadilan, sehingga rencana pembagian warisan kepada para penerima belum dapat direalisasikan sepenuhnya.
Daftar Penerima Warisan Epstein
Menurut perjanjian wasiat, Epstein mewariskan 50 juta dollar AS (sekitar Rp 800 miliar) kepada kekasih terakhirnya, Karyna Shuliak. Ia juga berencana memberikan peternakan Zorro di New Mexico, propertinya di Little Saint James dan Great Saint James, serta apartemennya di Paris dekat Arc de Triomphe.
Selain itu, Shuliak juga akan menerima properti di Palm Beach dan sebuah townhouse di kawasan elite Upper East Side, Manhattan. Ia juga akan menerima sejumlah besar berlian milik Epstein, termasuk cincin berlian hampir 33 karat, dari total 48 butir berlian yang dimiliki Epstein.
Pengacara lamanya, Darren Indyke, dan akuntannya, Richard Kahn, masing-masing direncanakan menerima 50 juta dollar AS dan 25 juta dollar AS. Rekan Epstein, Ghislaine Maxwell, yang saat ini menjalani hukuman penjara 20 tahun atas kasus perdagangan seks, akan menerima 10 juta dollar AS.
Saudara laki-lakinya, Mark Epstein, juga akan menerima 10 juta dollar AS, begitu pula pilot pribadinya, Larry Visoski. Sejumlah nama penerima manfaat lainnya disamarkan dalam dokumen dan hanya disebut sebagai “dia (perempuan)” dengan alokasi dana masing-masing mencapai beberapa juta dollar AS.
Siapa Jeffrey Epstein dan Mengapa Kasusnya Terus Disorot?
Jeffrey Epstein adalah seorang pengusaha keuangan asal Amerika Serikat yang merintis karier di dunia finansial. Pada 2008, ia tersandung kasus pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur dan terdaftar sebagai pelaku kejahatan seksual sejak saat itu. Pada 2019, ia kembali ditangkap atas dugaan menjalankan jaringan perdagangan seks anak.
Epstein meninggal dunia di sel tahanan New York pada 10 Agustus 2019 saat menunggu persidangan. Meskipun telah wafat, kasusnya terus menjadi sorotan publik karena keterkaitannya dengan banyak tokoh berpengaruh dan dibukanya berkas-berkas investigasi pemerintah AS.
Nama-nama Tokoh Dunia yang Terseret dalam Dokumen Baru
Pada Jumat (30/1/2026), Departemen Kehakiman AS merilis dokumen terbaru berisi tiga juta halaman, 180.000 gambar, dan 2.000 video. Dilansir dari BBC pada Senin (2/2/2026), salah satu yang disorot dalam dokumen tersebut adalah pertukaran email Epstein dengan sosok yang disebut sebagai “The Duke”, yang diyakini sebagai Pangeran Andrew (Andrew Mountbatten-Windsor).
Nama Sarah Ferguson, mantan istri Pangeran Andrew, juga tercantum dalam email bernada personal yang membahas rencana pertemuan dan ide bisnis. Tokoh politik lain yang tercantum antara lain Lord Mandelson, yang dikaitkan dengan aliran dana dan permintaan menginap di properti Epstein, serta Miroslav Lajcak, mantan pejabat Slovakia yang telah mengundurkan diri setelah isi pesannya terungkap.
Mantan Presiden Amerika Serikat Donald Trump juga disebut ratusan kali dalam berkas. Tak hanya itu, nama miliarder teknologi Elon Musk juga tercantum dalam korespondensi email terkait rencana perjalanan ke pulau Epstein. Pendiri Microsoft Bill Gates juga disebut dalam dokumen, namun melalui juru bicaranya ia membantah keras seluruh klaim yang dinilai palsu.
Informasi lengkap mengenai isu ini disampaikan melalui pernyataan resmi Departemen Kehakiman Amerika Serikat yang dirilis pada Jumat, 30 Januari 2026.