Dosen UNY Toto Sukisno Ungkap Panci Listrik Lebih Efisien Dibanding Kompor Listrik untuk Kebutuhan Anak Kos
Bagi penghuni kos, memilih alat masak yang praktis dan hemat listrik menjadi pertimbangan utama. Dua pilihan populer adalah panci listrik dan kompor listrik. Keduanya menawarkan kemudahan, namun memiliki perbedaan signifikan dalam konsumsi daya dan kepraktisan. Lantas, mana yang lebih hemat untuk kantong anak kos?
Perbandingan Daya Listrik Panci dan Kompor Listrik
Dosen Pendidikan Teknik Elektro dari Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Toto Sukisno, menjelaskan bahwa panci listrik cenderung lebih hemat listrik dibandingkan kompor listrik. Menurutnya, panci listrik umumnya membutuhkan daya sekitar 225-1.000 watt. Sementara itu, kompor listrik memerlukan daya yang lebih besar, yakni 1.000-5.000 watt.
“Kalau dari desain lebih hemat yang panci listrik karena losses panasnya lebih rendah,” kata Toto kepada Kompas.com pada Jumat (30/1/2026).
Desain dan Efisiensi Panas Jadi Kunci Penghematan
Toto Sukisno memaparkan bahwa kompor listrik merupakan alat elektronik tunggal yang berfungsi sebagai sumber panas, sehingga masih membutuhkan panci atau wajan terpisah. Berbeda dengan panci listrik yang memiliki desain compact atau menyatu, di mana panci dan elemen pemanas menjadi satu kesatuan.
“Kalau panci listrik modelnya compact atau menyatu, sedangkan kompor tidak compact,” ucap Toto. Ia menambahkan, “Untuk efisiensi pemanas lebih baik yang panci listrik.”
Fleksibilitas Penggunaan: Kompor Listrik Unggul dalam Variasi Masakan
Meski panci listrik lebih efisien dalam konsumsi daya, kompor listrik memiliki keunggulan tersendiri dalam hal fleksibilitas. Kompor listrik dapat digunakan untuk berbagai jenis masakan dengan wajan terpisah, seperti menggoreng, menumis, atau memanggang, yang tidak dapat dilakukan pada panci listrik.
Rice Cooker Mini, Alternatif Paling Hemat Daya untuk Nasi
Baik kompor listrik maupun panci listrik sama-sama bisa digunakan untuk menanak nasi, menjadi alternatif tanpa perlu membeli rice cooker tambahan. Namun, Toto Sukisno mengingatkan bahwa rice cooker mini yang biasa digunakan anak kos sebenarnya memiliki daya listrik jauh lebih sedikit.
“Kalau rice cooker kapasitas 0,3 liter, di kisaran 150 watt,” tutur Toto.
Waspada, Alat Elektronik Rusak Justru Lebih Boros Listrik
Toto Sukisno juga memberikan peringatan penting terkait penggunaan alat elektronik yang sudah rusak. Alat elektronik yang mesinnya sudah diperbaiki, terutama jika melibatkan lilitan ulang motor, dipastikan akan menyedot lebih banyak listrik karena efisiensinya menurun.
“Untuk peralatan elektronik yang rusak, bila yang diperbaiki misal motornya (dengan melilit ulang), maka sudah bisa dipastikan akan semakin turun efisiensinya, dengan kata lain menjadi lebih boros,” kata Toto. Namun, jika yang diganti adalah komponen elektroniknya, baik pasif maupun aktif, hal tersebut tidak akan berpengaruh terhadap konsumsi energinya.
Informasi lengkap mengenai perbandingan alat masak ini disampaikan melalui pernyataan resmi Dosen Pendidikan Teknik Elektro UNY, Toto Sukisno, yang dirilis pada Jumat, 30 Januari 2026.