Berita

DPR RI Sampaikan Duka Cita Mendalam atas Gugurnya Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei dalam Serangan Israel-AS

Advertisement

Ketua DPR RI Puan Maharani menyampaikan duka cita mendalam atas wafatnya Pemimpin Tertinggi Republik Islam Iran, Ayatollah Ali Khamenei. Ungkapan duka cita ini disampaikan Puan dalam Rapat Paripurna Pembukaan Masa Sidang IV Tahun 2025/2026 di Kompleks Parlemen, Jakarta, pada Selasa (10/3/2026).

Khamenei gugur dalam serangan militer yang dilancarkan Israel dan Amerika Serikat terhadap wilayah Iran pada 28 Februari 2026. Peristiwa ini menjadi sorotan utama dalam pidato Puan Maharani di hadapan anggota dewan.

Pernyataan Duka Cita dan Sikap Indonesia

Dalam pidatonya, Puan Maharani secara eksplisit menyampaikan belasungkawa. “Atas nama pimpinan dan anggota DPR RI kami menyampaikan duka cita mendalam atas wafatnya Yang Mulia Ayatollah Ali Khamenei Pimpinan Tertinggi Republik Islam Iran yang gugur dalam serangan militer Israel dan Amerika Serikat terhadap wilayah Iran pada 28 Februari 2026,” kata Puan.

Puan menegaskan bahwa Indonesia sebagai negara yang menjunjung tinggi prinsip kemerdekaan, perdamaian, serta keadilan sosial, menyampaikan simpati yang mendalam kepada seluruh rakyat Iran yang tengah menghadapi masa sulit ini.

Sorotan Puan terhadap Dinamika Geopolitik Global

Puan Maharani menyoroti bahwa dunia saat ini sedang menyaksikan konflik geopolitik yang diselesaikan menggunakan kekuatan militer. Menurutnya, ketegangan yang melibatkan AS dan Israel dengan Iran menunjukkan dinamika hubungan internasional yang sarat kepentingan strategis, dominasi keamanan regional, serta persaingan kekuatan global.

Puan menyebut konflik di Timur Tengah yang menggunakan kekuatan militer telah mengabaikan prinsip penghormatan terhadap kedaulatan negara. “Memperlihatkan dominasi negara tertentu atas negara lain. Mengabaikan peran lembaga multilateral dalam mencegah konflik yang lebih luas, serta kegagalan sistem keamanan global yang tidak lagi mampu menjamin keseimbangan kepentingan antar negara,” tegasnya.

Advertisement

Oleh karenanya, Puan mendorong pentingnya peran hukum internasional dan lembaga internasional dalam menjaga perdamaian, keadilan, stabilitas dunia, serta hak negara dalam mempertahankan kedaulatannya. “Konflik antara AS Israel dan Iran tidak hanya mencerminkan pertentangan kepentingan di tingkat regional tapi juga menggambarkan tantangan besar bagi tata kelola global ke depan,” ucap dia.

Kronologi Serangan dan Dampaknya

Diberitakan sebelumnya, Israel menyerang Teheran, Iran, pada Sabtu (28/2/2026) pagi. Setelah serangan itu, Israel menutup wilayah udaranya dan menetapkan keadaan darurat.

Associated Press menyebutkan, serangan terjadi di dekat kantor Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, dan Amerika Serikat (AS) disebut turut terlibat dalam serangan tersebut. Dalam serangan itu, Ali Khamenei dan beberapa anggota keluarga lainnya tewas.

Menyusul kematian Khamenei, Iran mendeklarasikan 40 hari masa berkabung dan tujuh hari hari libur nasional sebagai bentuk penghormatan.

Informasi lengkap mengenai isu ini disampaikan melalui pernyataan resmi Ketua DPR RI Puan Maharani yang dirilis pada Selasa, 10 Maret 2026.

Advertisement