Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI), Puan Maharani, mendesak Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk segera mengambil peran aktif dalam menjaga perdamaian dunia. Desakan ini muncul di tengah meningkatnya eskalasi konflik di Timur Tengah yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel. Puan menekankan pentingnya PBB bertindak cepat guna memastikan perlindungan masyarakat sipil dan penghormatan terhadap hukum internasional.
Latar Belakang Eskalasi Konflik Timur Tengah
Eskalasi konflik di Timur Tengah dilaporkan meningkat tajam setelah Israel dan Amerika Serikat melancarkan serangan terhadap Teheran, Iran, pada Sabtu, 28 Februari 2026. Serangan tersebut dikabarkan terjadi di dekat kantor Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatullah Ali Khamenei.
Kantor berita Tasnim dan Fars kemudian mengonfirmasi wafatnya Ayatullah Ali Khamenei. Situasi semakin memanas dengan jatuhnya korban jiwa, termasuk serangan Israel terhadap sekolahan di Iran. Terkini, pangkalan minyak Iran di dekat Teheran juga menjadi sasaran serangan Israel, menciptakan kondisi berbahaya di kota padat tersebut. Aksi saling serang ini masih berlangsung dan meluas di kawasan regional Timur Tengah, bahkan memengaruhi perekonomian global melalui Selat Hormuz yang vital bagi lalu lintas komoditas minyak dan gas.
Desakan DPR RI dan Puan Maharani
Dalam rapat paripurna di Gedung DPR pada Selasa, 10 Februari 2026, Puan Maharani secara tegas menyampaikan desakannya kepada PBB. “DPR RI mendesak Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk mengambil peran, segera bertindak dalam menjaga penghormatan terhadap hukum internasional, perlindungan terhadap masyarakat sipil, serta komitmen bersama menjaga perdamaian dan stabilitas global,” ujar Puan.
Puan juga menyampaikan simpati mendalam kepada rakyat Iran yang menghadapi masa sulit ini, serta mengucapkan duka cita atas wafatnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatullah Ali Khamenei. “Indonesia, sebagai negara yang menjunjung tinggi prinsip kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial, menyampaikan simpati yang mendalam kepada seluruh rakyat Iran yang tengah menghadapi masa sulit ini,” tambahnya.
Dukungan Diplomasi dan Politik Luar Negeri
DPR RI menyatakan dukungan penuh terhadap berbagai upaya diplomasi yang bertujuan mendorong semua pihak menahan diri dan menghindari perluasan konflik. Upaya ini mencakup inisiatif bilateral, regional, maupun multilateral untuk mengedepankan penghormatan terhadap kedaulatan negara dan penyelesaian sengketa secara damai.
“DPR RI mendukung setiap upaya dan inisiatif diplomasi, baik yang dilakukan secara bilateral, regional, maupun multilateral, untuk mendorong seluruh pihak dapat menahan diri dan menghindari eskalasi konflik yang lebih luas; mengedepankan penghormatan terhadap kedaulatan negara; serta menyelesaikan sengketa secara damai,” ucap Puan.
Lebih lanjut, Puan menegaskan bahwa Pemerintah Republik Indonesia harus konsisten menjalankan politik luar negeri bebas dan aktif. Hal ini penting untuk menjaga kepentingan nasional secara bijaksana, konsisten, dan konstruktif dalam merespons dinamika geopolitik global yang terus berkembang.
Informasi lengkap mengenai desakan ini disampaikan melalui pernyataan resmi Ketua DPR RI Puan Maharani dalam rapat paripurna yang dirilis pada Selasa, 10 Februari 2026.
