Berita

Eksplorasi Terbaru Catat Sistema Ox Bel Ha di Meksiko sebagai Gua Bawah Laut Terpanjang Dunia, Capai 524 Km

Sistema Ox Bel Ha di Semenanjung Yucatan, Meksiko, kembali dinobatkan sebagai sistem gua bawah laut terpanjang di dunia. Dengan panjang mencapai sekitar 524 kilometer, penemuan ini melampaui Grand Canyon dan mengungkap misteri bawah tanah yang vital bagi kehidupan lokal.

Misteri Bawah Laut Yucatan Terkuak

Meskipun manusia telah menjelajahi Bumi selama ratusan ribu tahun, sebagian besar planet ini masih menyimpan misteri besar, terutama di lautan dalam. Di balik hamparan air biru, tersembunyi dunia yang nyaris tak tersentuh, termasuk jaringan gua bawah laut yang membentang ratusan kilometer.

Salah satu penemuan paling menakjubkan datang dari Semenanjung Yucatan, Meksiko. Menurut laporan IFL Science pada Sabtu, 31 Januari 2026, para peneliti mengonfirmasi bahwa Sistema Ox Bel Ha merupakan sistem gua bawah laut terpanjang di dunia, dengan total panjang sekitar 524 kilometer. Panjang ini bahkan melampaui Grand Canyon yang legendaris di Amerika Serikat.

Sempat turun ke peringkat kedua, Ox Bel Ha kini kembali menempati posisi puncak setelah eksplorasi terbaru mengungkap jalur-jalur gua tambahan yang sebelumnya belum terpetakan. Jaringan raksasa ini membentang di bawah hutan, kota, dan situs bersejarah Maya, menjadikannya salah satu sistem alam paling kompleks di planet ini.

Pembentukan Geologis dan Akses ke Dunia Bawah Tanah

Wilayah Quintana Roo, tempat Ox Bel Ha berada, selama ini dikenal sebagai magnet wisata dunia. Namun, daya tarik Yucatan tak hanya berada di permukaan. Di bawah lapisan tanah tipis yang menutupi batuan kapur, tersembunyi jaringan gua dan sungai bawah tanah yang luar biasa luas.

Sistem gua tersebut terbentuk lewat proses karstifikasi, ketika air hujan yang bersifat asam secara perlahan melarutkan batuan kapur selama jutaan tahun. Proses ini kemudian berlanjut dengan terendamnya gua akibat naiknya permukaan laut seusai berakhirnya Zaman Es terakhir.

Akses menuju gua-gua ini sebagian besar melalui cenote, lubang alami yang terbentuk akibat runtuhnya atap gua. Bagi masyarakat Maya kuno, cenote dianggap sakral dan dipercaya sebagai pintu menuju alam baka. Kini, cenote menjadi titik masuk utama bagi penyelam dan ilmuwan untuk menelusuri dunia bawah tanah yang kompleks dan berbahaya.

Ox Bel Ha sendiri awalnya tidak dianggap istimewa. Pintu masuknya tampak sempit dan kurang menarik dibanding sistem gua lain di sekitarnya. Namun, eksplorasi lebih lanjut justru mengungkap kejutan besar berupa lorong-lorong panjang, ruang-ruang raksasa, serta pertemuan air tawar dan air asin yang membentuk lapisan khas bernama haloklin.

Rekor Dunia, Sumber Kehidupan, dan Warisan Arkeologis

Setelah dieksplorasi secara intensif selama lebih dari dua dekade, panjang Ox Bel Ha terus bertambah. Terobosan besar pada 2023 membuka area baru yang belum pernah disentuh manusia sebelumnya. Dengan temuan tersebut, sistem ini kini tercatat sebagai gua bawah laut terpanjang di dunia dan sistem gua terpanjang kedua secara keseluruhan, setelah Mammoth Cave di Amerika Serikat.

Lebih dari sekadar rekor, Ox Bel Ha memegang peran vital bagi kehidupan di Yucatan. Dilansir dari Live Science pada 25 November 2025, sekitar 73 persen dari keseluruhan sistem gua ini terisi air tawar yang mengalir dalam akuifer Maya. Akuifer tersebut menjadi satu-satunya sumber air bersih bagi jutaan penduduk di kawasan itu.

Di dalamnya hidup beragam organisme unik, mulai dari mikroba pemakan metana hingga ikan gua albino tanpa mata yang berevolusi dalam kegelapan total. Di permukaan, cenote-cenote Ox Bel Ha juga menopang ekosistem hutan. Puma, jaguar, rusa, dan berbagai satwa lain bergantung pada sumber air alami ini.

Selain itu, gua-gua tersebut menyimpan nilai arkeologis luar biasa. Penemuan kerangka manusia purba, artefak ritual, dan sisa-sisa aktivitas Maya kuno menjadikan Ox Bel Ha salah satu situs arkeologi bawah air terpenting di dunia.

Ancaman dan Pentingnya Perlindungan

Namun, sistem raksasa ini menghadapi ancaman serius. Pembangunan infrastruktur besar seperti jalur Kereta Maya dan Bandara Internasional Tulum berpotensi mengganggu keseimbangan hidrologi dan struktur gua. Urbanisasi yang berkembang di atas jaringan bawah tanah ini meningkatkan risiko pencemaran dan kerusakan permanen.

Oleh karena itu, para peneliti menekankan pentingnya pemetaan dan perlindungan Ox Bel Ha secara menyeluruh. Meski telah dieksplorasi selama lebih dari 25 tahun, sistem gua ini masih menyimpan banyak misteri yang belum terungkap.

Informasi lengkap mengenai status Sistema Ox Bel Ha sebagai gua bawah laut terpanjang di dunia disampaikan melalui laporan IFL Science yang dirilis pada 31 Januari 2026.