Teknologi

Elon Musk Lontarkan Sindiran Pedas Terkait ‘Board of Peace’ Bentukan Donald Trump di Forum Ekonomi Dunia

Manusia terkaya di dunia, Elon Musk, kembali menjadi sorotan setelah melontarkan sindiran tajam terhadap inisiatif ‘Board of Peace‘ atau Dewan Perdamaian yang baru dibentuk oleh mantan Presiden AS Donald Trump. Sindiran tersebut disampaikan Musk dalam gelaran World Economic Forum di Davos, Swiss, pada Minggu, 25 Januari 2026, yang memicu tawa hadirin dan kembali menguak dinamika hubungan penuh gejolak antara kedua tokoh berpengaruh ini.

Sindiran Elon Musk di Davos

Dalam sesi diskusi di Davos, Elon Musk secara tersirat mempertanyakan proyek kontroversial Donald Trump tersebut melalui permainan kata. “Saya dengar soal pembentukan pertemuan puncak perdamaian (peace summit) itu, dan saya membatin, apakah itu p-i-e-c-e (bagian)? Anda tahu, sepotong kecil Greenland, sepotong kecil Venezuela,” ujar Musk sembari tertawa, seperti dikutip dari Euro News.

Musk menambahkan, “Yang kita inginkan hanyalah perdamaian (peace),” yang disambut tawa pelan dari para hadirin. Celetukan ini kemungkinan merujuk pada isu-isu sebelumnya terkait Donald Trump yang pernah dikaitkan dengan upaya ‘menculik’ presiden Venezuela dan keinginannya untuk mendapatkan Greenland.

Hubungan Penuh Gejolak Musk dan Trump

Hubungan antara Elon Musk dan Donald Trump telah mengalami pasang surut yang signifikan sejak tahun 2025. Selama kampanye pemilihan presiden, Musk diketahui menjadi salah satu donor tunggal terbesar bagi Trump, menyumbangkan lebih dari USD 230 juta. Ia juga memanfaatkan platform media sosialnya, X, untuk memperkuat pesan-pesan kampanye Trump.

Pada awal pemerintahan Trump, Musk sempat memimpin DOGE (Department of Government Efficiency). Namun, tugasnya sebagai ‘pegawai pemerintah khusus’ berakhir pada akhir Mei 2025. Gesekan di antara keduanya sebenarnya sudah terjadi sebelum itu, termasuk ketika Musk secara terbuka mengkritik penasihat perdagangan Trump, Peter Navarro.

Keretakan besar terjadi tak lama setelah Musk meninggalkan DOGE, saat ia secara frontal menyerang Undang-Undang pajak dan pengeluaran Trump. Pada musim panas 2025, perselisihan ini bahkan berubah menjadi pertengkaran yang sangat terbuka, di mana Trump sempat mengisyaratkan akan meninjau ulang status imigrasi Musk, sekaligus mengungkit subsidi dan kontrak pemerintah untuk perusahaan-perusahaan milik Musk.

Meskipun demikian, pada musim gugur 2025, tanda-tanda meredanya ketegangan mulai terlihat. Musk hadir dalam jamuan makan malam untuk putra mahkota Arab Saudi di Gedung Putih, di mana Trump terlihat menepuk bahunya dengan ramah. Para pengamat menggambarkan hubungan mereka sebagai gencatan senjata yang rapuh atau aliansi yang didasari rasa saling tidak percaya namun saling membutuhkan.

Makna di Balik Celetukan Iseng

Dengan latar belakang hubungan yang kompleks ini, plesetan kata yang dilontarkan Musk di Davos dianggap lebih dari sekadar celetukan iseng. Hal ini menjadi sinyal bahwa meskipun hubungan keduanya terkadang bisa tenang, situasi dapat kembali memanas sewaktu-waktu. Setidaknya, Musk tidak menunjukkan rasa takut untuk memperolok proyek prestisius Trump di depan umum.

Komentar Musk ini juga menjadi tantangan tersendiri bagi Donald Trump, karena ‘Board of Peace’ harus menjelaskan tujuan berdirinya, bagaimana legitimasinya, serta nilai tambah konkret apa yang ditawarkannya dibandingkan lembaga-lembaga perdamaian yang sudah ada.

Cuplikan terbaru dan informasi detail mengenai ‘Board of Peace’ dapat diakses melalui kanal berita resmi yang meliput perkembangan politik dan kebijakan di Amerika Serikat.