Emas Digital: Di Tengah Isu Gagal Bayar dan Kendala Teknis, Investor Tetap Setia dengan Instrumen Ini
Investasi emas digital terus menjadi sorotan di tengah ketidakpastian ekonomi global. Meskipun sempat diwarnai isu gagal bayar dari perusahaan di China dan keluhan kendala teknis dari sejumlah investor di Indonesia, instrumen ini tetap menjadi pilihan menarik bagi banyak pihak. Praktis dan terjangkau, emas digital menawarkan kemudahan tanpa perlu mengarsipkan logam berwujud.
Isu Gagal Bayar dan Kendala Teknis Menghantui Emas Digital
Baru-baru ini, publik dihebohkan dengan kabar adanya perusahaan emas digital di China yang diduga mengalami gagal bayar, mengancam nasabah tidak bisa menarik dana mereka. Isu ini mencuat sebagaimana dikutip dari Kompas.com pada Selasa, 3 Februari 2026.
Sebelum isu tersebut, seorang warga Boyolali berusia 29 tahun juga pernah mengalami kendala serius pada akun investasi emas digitalnya pada Agustus 2025. “Tidak bisa login karena aplikasi diblokir. Lalu rekening e-emas tiba-tiba berubah menjadi nama orang lain,” ungkapnya kepada Kompas.com pada Rabu, 4 Februari 2026.
Pengguna tersebut telah berupaya melakukan pengaduan melalui aplikasi pesan hingga mendatangi kantor terdekat, namun tidak membuahkan hasil. “Saya tidak mendapatkan hasil apapun,” tuturnya. Ia menambahkan, “Sempat ke outlet, namun pelayanannya tidak memuaskan. Saya malah diminta ke Dukcapil karena KTP-nya salah.”
Kekecewaan atas pelayanan yang dirasa kurang responsif ini tidak terhindarkan. “Meskipun tidak seberapa tapi saya kecewa dengan pelayanan offline-nya karena tidak menemukan masalah, kesannya malah cuek,” bebernya.
Mengapa Investor Tetap Setia pada Emas Digital?
Meskipun menghadapi pengalaman pahit, warga Boyolali tersebut mengaku tidak kapok berinvestasi emas digital. “Kalau saya lebih pilih untuk investasi saja. Ya, masih (berinvestasi emas digital),” sebutnya.
Ia menilai instrumen ini menarik karena bisa dimulai dengan modal yang relatif kecil. “Pertama mungkin karena modal sedikit ya kita bisa investasi berapa pun, bahkan di aplikasi e-wallet seperti Dana pun ada investasi emas,” jelasnya. Selain itu, emas dianggap menguntungkan dalam jangka panjang. “Banyak untungnya jadi biarpun harga waktu turun, kita juga masih punya tabungan emas yang bisa suatu saat nanti naik drastis,” katanya.
Tingkat likuiditas emas yang tinggi juga menjadi alasan kuat. Emas relatif aman sebagai portofolio investasi dan mudah diuangkan jika dibutuhkan. “Kenapa saya belum kapok? Karena mungkin kemarin ada kelalaian saya selaku pengguna dan tidak teliti, investasi emas juga tidak ada ruginya,” tegasnya.
Isu perusahaan emas digital di China juga tidak membuat semua pengguna cemas. Tara Wahyu (29), seorang warga Solo, menyatakan, “Tidak cemas sih, karena selama ini masih aman-aman saja dan kalau mau menjual emas juga cukup murah dan cepat. Cuma tinggal nunggu untungnya saja,” ujarnya kepada Kompas.com secara terpisah, Rabu, 4 Februari 2026.
Tara menceritakan pengalamannya menjual emas digital yang cukup mudah dan tanpa kendala. Baginya, emas digital menjadi pilihan kedua ketika logam berwujud sulit dicari. “Emas digital sebenarnya cuma buat second choice, aku tetap utama beli fisik. Saat ini, beberapa kali pilih digital karena cari fisik susah sekali, kalaupun ada harus antri lama atau di harga reseller yang lebih tinggi,” tuturnya.
Sementara itu, Isti, warga Cepu, Blora, memilih emas digital karena merasa lebih aman dan transaksinya lebih mudah. “Saya merasa lebih aman saja (dengan emas digital). Terus kalau emas digital, transaksinya juga lebih mudah,” tutur Isti secara terpisah. Ia menambahkan, “Mudah juga mau jual atau beli. Kita tidak perlu ke toko dan lain-lain, semua bisa lewat handphone.” Selama dua hingga tiga tahun berinvestasi, Isti mengaku tidak mengalami kendala.
Tips Aman Berinvestasi Emas Digital
Bagi masyarakat yang tertarik berinvestasi emas digital, ada beberapa hal penting yang perlu diperhatikan. Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) memberikan tips sebagai berikut:
- Tentukan tujuan investasi: Emas cocok untuk investasi jangka menengah hingga panjang, bukan untuk keuntungan cepat.
- Pantau pergerakan harga dan isu ekonomi: Perhatikan faktor yang memengaruhi harga seperti nilai tukar, inflasi, dan kondisi global.
- Gunakan Platform Terdaftar OJK dan Bappebti: Pastikan platform memiliki izin resmi untuk keamanan transaksi.
- Cermati biaya tambahan: Bandingkan biaya cetak emas fisik, biaya administrasi, dan penyimpanan antar platform.
- Manfaatkan promo: Banyak platform menawarkan diskon atau potongan harga untuk pembelian kecil.
- Pilih platform dengan gerai fisik dan layanan buyback: Penting agar emas bisa dijual kembali dengan mudah dan terjamin keasliannya.
Informasi lengkap mengenai isu dan tips investasi emas digital ini disampaikan melalui berbagai laporan Kompas.com dan panduan dari Universitas Muhammadiyah Malang.