Gareth Bale Soroti Pemecatan Xabi Alonso: Real Madrid Adalah Tempat Paling Sulit Bagi Pelatih
Gareth Bale memberikan tanggapan terkait pemecatan Xabi Alonso dari kursi pelatih Real Madrid setelah hanya menjabat selama delapan bulan. Mantan bintang Los Blancos tersebut mengaku tidak terkejut dengan keputusan klub yang mendepak Alonso lebih awal dari kontraknya yang dimulai pada musim panas 2025.
Tanggapan Gareth Bale Terkait Pemecatan Alonso
Xabi Alonso resmi berpisah dengan Real Madrid pada Januari 2026, mengakhiri masa baktinya yang tergolong singkat. Gareth Bale, yang mencatatkan 258 penampilan bersama El Real, menilai dinamika di Santiago Bernabeu memang sangat menantang bagi pelatih mana pun.
“Saya sama sekali tidak terkejut,” ujar Bale kepada TNT Sports sembari tersenyum kecil. Ia menambahkan bahwa dirinya sangat memahami cara kerja internal Real Madrid yang dikenal memiliki standar dan tekanan yang sangat tinggi bagi setiap juru taktik.
Tantangan Mengelola Ego Pemain Bintang
Meskipun Alonso memiliki rekam jejak gemilang saat membawa Bayer Leverkusen menjuarai Bundesliga, Bale menekankan bahwa melatih Real Madrid membutuhkan kemampuan lebih dari sekadar strategi di lapangan. Menurutnya, aspek manajerial dalam menangani ruang ganti yang penuh bintang menjadi faktor krusial.
“Dia pelatih yang bagus, tapi ketika di Madrid, Anda tidak hanya sekadar pelatih. Anda menjadi seorang manajer yang harus bisa mengendalikan ego di ruang ganti,” tegas Bale. Ia menilai Alonso sangat piawai dalam urusan taktik, namun tantangan di Madrid jauh lebih kompleks karena keberadaan pemain-pemain besar yang mampu mengubah permainan.
Informasi mengenai komentar Gareth Bale terkait situasi internal Real Madrid ini dikonfirmasi melalui wawancara eksklusif bersama media TNT Sports.