Perusahaan teknologi wearable Garmin memprediksi adanya pergeseran signifikan dalam tren gaya hidup sehat atau wellness pada tahun 2026. Jika sebelumnya fokus utama adalah kebugaran fisik, kini generasi muda seperti Gen Z dan milenial disebut lebih memprioritaskan keseimbangan mental, pengelolaan konsumsi digital, serta kepedulian terhadap lingkungan.
Prediksi ini disampaikan Garmin dalam acara bertajuk “Time to Reset” yang digelar di Jakarta pada Senin, 23 Februari 2026, bertepatan dengan momentum menyambut bulan Ramadhan.
Pergeseran Prioritas Kesehatan di Kalangan Generasi Muda
Mengacu pada “Laporan Gaya Hidup Sehat Indonesia 2025” dan “Wellness Lifestyle Indonesia 2025”, Garmin mencatat adanya perubahan prioritas dalam memaknai kesehatan. Konsep wellness kini semakin bertumpu pada empat pilar utama, yakni nutrisi sehat, aktivitas fisik rutin, kesehatan mental atau mindfulness, serta hubungan sosial yang berkualitas.
Marketing Communications Senior Manager Garmin Indonesia, Chandrawidhi Desideriani, menyatakan bahwa tren wellness saat ini bukan sekadar angka statistik, melainkan sinyal perubahan kebutuhan masyarakat. “Ramadhan menjadi momen terbaik untuk menekan tombol ‘pause’ dan reset menyeluruh, baik untuk tubuh, pikiran, maupun kebiasaan kita terhadap lingkungan,” ujar Chandrawidhi.
Ia juga menambahkan bahwa teknologi seharusnya membantu pengguna untuk lebih hadir di momen nyata, bukan justru menambah distraksi.
Meningkatnya Kesadaran Digital Wellbeing dan Mindfulness
Salah satu pergeseran paling menonjol adalah meningkatnya kesadaran terhadap digital wellbeing. Di tengah tingginya intensitas penggunaan gawai dan arus informasi yang cepat, banyak anak muda mulai membatasi waktu layar (screen time) dan melakukan detoks digital.
Praktik seperti mematikan notifikasi pada jam tertentu, menetapkan waktu tanpa gawai, hingga mengambil jeda dari media sosial kini menjadi bagian dari gaya hidup baru. Langkah ini dinilai membantu mengurangi stres serta kecemasan akibat konektivitas berlebihan, sekaligus meningkatkan fokus, kualitas tidur, dan kesehatan mental secara keseluruhan.
Selain itu, praktik mindfulness seperti meditasi, latihan pernapasan (breathwork), yoga, dan refleksi diri juga semakin diminati. Kesehatan mental kini dipandang setara pentingnya dengan kesehatan fisik.
Gaya Hidup Ramah Lingkungan dan Tren Wellness Tourism
Garmin turut menyoroti meningkatnya kesadaran terhadap eco-conscious living atau gaya hidup ramah lingkungan sebagai bagian dari tren 2026. Generasi muda disebut semakin memilih aktivitas seperti berjalan kaki, bersepeda, serta mengurangi jejak karbon harian sebagai bagian dari pola hidup sehat.
Di samping itu, tren wellness tourism diprediksi akan terus tumbuh. Liburan tidak lagi sekadar rekreasi, tetapi menjadi sarana pemulihan fisik dan mental melalui program yoga, meditasi, hingga perawatan spa di destinasi yang menawarkan ketenangan.
Garmin menilai, pergeseran ini menunjukkan bahwa wellness bukan lagi tren sesaat, melainkan kebutuhan jangka panjang yang fundamental bagi masyarakat.
Informasi lengkap mengenai prediksi tren wellness 2026 ini disampaikan melalui pernyataan resmi Garmin dalam acara “Time to Reset” yang dirilis pada 23 Februari 2026.
