Google AI Overview Ungkap Sumber Informasi Kesehatan, YouTube Justru Lebih Dominan dari Portal Medis Resmi
Sebuah riset terbaru yang dilakukan oleh SE Ranking di Berlin, Jerman, pada Senin, 26 Januari 2026, mengungkap temuan mengkhawatirkan terkait Google AI Overview. Fitur ringkasan kecerdasan buatan milik Google tersebut terbukti lebih sering merujuk YouTube sebagai sumber informasi untuk pertanyaan kesehatan, dibandingkan dengan situs web medis resmi atau lembaga kesehatan terkemuka.
Ketergantungan AI Overview pada YouTube
Penelitian yang dipublikasikan oleh SE Ranking ini menganalisis 50.807 pertanyaan terkait kesehatan yang diajukan kepada Google AI Overview. Hasilnya menunjukkan bahwa 4,43% dari total sitasi yang diberikan oleh AI Overview berasal dari YouTube, platform video yang juga dimiliki oleh Google.
Angka ini secara signifikan lebih tinggi dibandingkan dengan presentasi sitasi dari sumber-sumber lain yang lebih kredibel, seperti rumah sakit, portal kesehatan pemerintah, asosiasi kedokteran, atau lembaga pendidikan. Tim peneliti SE Ranking menyoroti seriusnya masalah ini.
“Ini perkara serius karena YouTube bukan publisher kedokteran. Itu adalah platform video umum, semua bisa upload konten di sana. Ada dokter atau rumah sakit, tapi influencer dan kreator tanpa ilmu kedokteran juga ada di sana,” demikian pernyataan tim peneliti kepada The Guardian.
Riset ini secara spesifik dilakukan di Jerman, sebuah negara dengan sistem layanan kesehatan yang diatur ketat oleh regulasi Jerman dan Uni Eropa. Para peneliti berpendapat, “Jika AI mengandalkan sumber non-kedokteran dalam lingkungan seketat Jerman, di luar Jerman bisa jadi lebih besar lagi.”
Dari total pencarian yang diuji, AI Overview mengeluarkan jawaban untuk 82% di antaranya. Tercatat, jawaban yang bersumber dari YouTube muncul dalam 20.621 sitasi dari total 465.823 sitasi yang diberikan.
Lima Sumber Teratas yang Dirujuk AI Overview
- YouTube (4,43%) – platform video milik Google
- NDR.de (3,04%) – situs media dengan tema kesehatan
- Msdmanuals.com (2,08%) – situs kedokteran
- Netdoktor.de (1,61%) – situs kesehatan konsumen
- Praktischarzt.de (1,53%) – platform karier untuk dokter
Hannah van Kolfschooten, salah satu peneliti dari University of Basel, menggarisbawahi implikasi dari temuan ini. “Ketergantungan tinggi pada YouTube daripada otoritas kesehatan atau lembaga kedokteran berarti visibilitas dan popularitas lebih penting daripada reliabilitas kedokteran,” ujarnya.
Tanggapan Google dan Isu Sebelumnya
Menanggapi temuan ini, Google menegaskan kepada The Guardian bahwa AI Overview dirancang untuk menampilkan konten berkualitas tinggi dari sumber terpercaya, apapun formatnya. Mereka mengklaim bahwa banyak konten terpercaya dari badan kesehatan dan profesional kedokteran juga tersedia di YouTube.
Sebelumnya, investigasi yang dilakukan oleh The Guardian juga pernah menemukan potensi kerugian bagi pengguna akibat informasi kesehatan yang salah dan menyesatkan dari Google AI Overview. Salah satu kasus yang disorot adalah informasi keliru mengenai tes liver yang membuat pasien dengan masalah liver merasa sehat. Google telah menghapus respons tersebut setelah investigasi.
Informasi lebih lanjut mengenai metodologi riset SE Ranking dan detail temuan terkait Google AI Overview dapat diakses melalui publikasi resmi mereka.