Pelatih Manchester City, Pep Guardiola, menyatakan sebagian kesepakatannya dengan pandangan Arne Slot mengenai kurangnya daya tarik Liga Inggris belakangan ini. Pelatih Liverpool, Arne Slot, sebelumnya menyoroti fokus berlebihan pada situasi bola mati atau set piece dalam pertandingan Premier League, dengan Arsenal menjadi salah satu tim yang paling menonjol dalam taktik ini.
Fenomena Bola Mati di Premier League
Arne Slot, peramu taktik Liverpool, mengungkapkan kekhawatirannya tentang tren sepak bola Inggris yang semakin mengandalkan bola mati. Ia membandingkan dengan liga lain, seperti Eredivisie, di mana penekanan pada bola mati tidak sebesar di Premier League. “Jika saya menonton liga lain, saya rasa tidak ada begitu banyak penekanan pada bola mati,” tutur Arne Slot, seperti dilansir dari The Times.
Slot juga menyoroti perbedaan aturan terkait kontak fisik. “Jika saya menonton pertandingan Eredivisie (Liga Belanda), saya melihat gol-gol yang dianulir dan pelanggaran terhadap kiper yang diberikan, dan saya berpikir, ‘Wow, itu perbedaan yang besar’,” ujarnya. Kontak fisik dan tarik-menarik antar pemain dalam situasi bola mati, terutama tendangan penjuru, memang menjadi pemandangan jamak di Premier League.
Arsenal menjadi tim yang paling mahir dalam memanfaatkan situasi ini. Klub berjuluk The Gunners tersebut tercatat sudah mengemas 16 gol dari situasi tendangan penjuru, menjadikannya yang terbanyak di Premier League. Laga Arsenal melawan Chelsea yang digelar di Emirates pada Minggu (1/3/2026) menjadi contoh terbaru, di mana ketiga gol dalam pertandingan itu semuanya bersumber dari tendangan penjuru.
Pandangan Pep Guardiola: Adaptasi dan Evolusi
Menanggapi fenomena ini, Pep Guardiola menilai tim-tim Liga Inggris harus menerima perkembangan yang terjadi. Pelatih asal Santpedor, Spanyol, itu membandingkan tren set piece di Premier League dengan peningkatan tembakan tiga angka di kompetisi bola basket NBA setelah kesuksesan Golden State Warriors bersama Steph Curry.
“Ketika saya masih kecil, kami mengatakan bahwa orang-orang di Inggris merayakan tendangan sudut dan tendangan bebas seperti sebuah gol,” kata Guardiola dalam konferensi pers pada Selasa (3/3/2026), seperti dilansir dari The Athletic. Ia menambahkan, “Saya mengingatnya dengan sangat jelas ketika saya masih kecil, jadi tidak ada yang berubah dalam hal itu.”
Guardiola mengakui peran Arsenal dalam mendikte tren ini. “Memang benar Arsenal sedikit mendikte cara melakukannya dan itu memiliki peran penting. Empat tahun lalu di NBA, tembakan tiga angka tidak terlalu banyak digunakan, tetapi Golden State Warriors dengan Stephen Curry mulai mencetak tembakan tiga angka dan semua orang beradaptasi, sekarang begitu banyak tim melakukannya,” jelasnya.
Menurut Guardiola, yang bisa dilakukan saat ini adalah menerima dan mencari solusi untuk menangkal taktik set piece yang kerap dipraktikkan Arsenal. “Itu bagian dari evolusi dan bagian dari dinamika. Anda bisa duduk dan mengeluh tetapi Anda harus beradaptasi. Itu bagian dari permainan. Saya tahu permainan terhenti dengan bola mati, itu tidak dinamis tetapi itu bagian dari permainan,” tutur Guardiola.
Ia juga menekankan pentingnya beradaptasi dengan cara peluit dibunyikan dan pertandingan dipimpin di Liga Inggris. “Setiap negara memiliki cara khusus untuk melakukannya dan setiap klub memiliki cara khusus untuk bermain bersama pelatih dan timnya. Saya sepenuhnya memahami alasan mengapa Arne mengatakan itu dan dalam beberapa aspek saya setuju,” ucap Guardiola merespons pandangan Arne Slot.
Antisipasi Manchester City
Guardiola menegaskan bahwa dirinya bersama Manchester City telah menyiapkan langkah antisipasi terhadap lawan yang mencoba memanfaatkan situasi bola mati dengan melibatkan “pergulatan” di area kotak penalti. Namun, ia enggan membagikan detail strategi tersebut kepada publik.
“Saya tidak membagikannya kepada Anda. Saya sudah membagikannya kepada para pemain sejak lama. Apa yang terjadi di dalam dan di luar kotak penalti sepenuhnya menjadi urusan saya dan saya tidak ingin membagikannya kepada Anda,” kata pelatih yang pernah membawa Man City meraih treble pada 2022-2023 tersebut.
Informasi lengkap mengenai pandangan Pep Guardiola ini disampaikan melalui konferensi pers yang dirilis pada Selasa, 3 Maret 2026, sementara pernyataan Arne Slot dilansir dari The Times.
