Program Makan Bergizi (MBG) terbukti memberikan dampak positif yang signifikan bagi kelompok masyarakat ekonomi rendah dan proses belajar mengajar. Hal ini berdasarkan hasil kolaborasi riset Laboratorium Sosiologi Universitas Indonesia (Labsosio UI) dan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) yang dilakukan sepanjang tahun 2025.
Dampak Positif MBG pada Masyarakat Ekonomi Rendah dan Gizi
Riset Labsosio UI dan Kemendikdasmen menemukan bahwa program MBG efektif dalam memenuhi kebutuhan pangan bergizi. Badan Gizi Nasional (BGN) juga menilai program ini berhasil, tercermin dari skor persepsi 4,30 yang diberikan oleh kelompok masyarakat ekonomi rendah.
Selain itu, MBG juga berdampak signifikan terhadap proses belajar. Sebanyak 66,4 persen murid mengaku lebih semangat dalam mengikuti kegiatan belajar mengajar, menunjukkan korelasi positif antara pemenuhan gizi dan performa siswa di sekolah.
Peningkatan Semangat Belajar dan Budaya Positif di Sekolah
Program MBG tidak hanya meningkatkan gizi, tetapi juga membangun budaya positif di lingkungan sekolah. Dilansir Antara pada Selasa, 24 Februari 2026, sebanyak 85,8 persen siswa merasakan pengalaman menyenangkan saat makan bersama.
Momentum makan bersama ini menjadi nilai tambah yang mampu memperkuat kebersamaan serta membangun kebiasaan makan yang teratur. Temuan ini selaras dengan kajian evaluasi Kemendikdasmen sebelumnya terhadap 334.128 murid di 29 provinsi.
Evaluasi tersebut menunjukkan bahwa 69 persen siswa merasakan perbaikan kualitas gizi. Sementara itu, 27,9 persen menjadi lebih fokus, 28,2 persen lebih semangat, dan 25,7 persen lebih rajin masuk sekolah. Bahkan, 12,5 persen murid dilaporkan menjadi lebih jarang sakit setelah rutin mengonsumsi hidangan program tersebut.
Jangkauan Luas Program MBG di Seluruh Indonesia
Data terbaru Kemendikdasmen per 18 Februari 2026 mencatat, sebanyak 43,17 juta peserta didik telah menjadi penerima manfaat MBG. Angka ini berasal dari total 53,4 juta peserta didik yang terdata dalam Dapodik.
Capaian ini menunjukkan perluasan jangkauan program yang signifikan secara nasional. Mengingat tingginya tingkat penerimaan dan manfaat nyata yang dirasakan para murid, keberlanjutan dan kualitas pelaksanaan program ini perlu terus dijaga secara konsisten, terutama dari aspek distribusi, mutu makanan, hingga pengawasan standar gizi yang ketat.
Informasi lengkap mengenai dampak positif program MBG ini disampaikan melalui hasil riset kolaborasi Laboratorium Sosiologi Universitas Indonesia dan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.
