HyperOS 3 Xiaomi: Pembaruan Sistem Operasi Dilaporkan Picu Masalah Bootloop dan Bricking pada Ponsel Impor
Pembaruan sistem operasi terbaru Xiaomi, HyperOS 3, dilaporkan menimbulkan masalah serius pada sejumlah ponsel. Alih-alih mendapatkan peningkatan fitur, sebagian pengguna justru mendapati perangkat mereka terjebak dalam siklus nyala mati (bootloop) hingga tidak bisa digunakan sama sekali atau yang dikenal dengan istilah “bricking“.
Perangkat Xiaomi yang Terdampak Isu HyperOS 3
Masalah ini tidak menimpa semua ponsel Xiaomi, melainkan secara spesifik dilaporkan terjadi pada perangkat impor tertentu yang menggunakan Global ROM tidak resmi, atau yang dikenal luas sebagai “fake Global ROM”. Kasus bootloop hingga bricking paling banyak dialami oleh HP Xiaomi versi China yang dipasarkan melalui jalur gray market (impor tidak resmi).
Jalur gray market ini umumnya dimanfaatkan penjual untuk memasarkan ponsel ke luar China dengan harga yang lebih kompetitif. Caranya adalah dengan memodifikasi perangkat versi China tersebut, kemudian memasang Global ROM agar mendukung bahasa internasional dan layanan Google. Pada perangkat gray market, Global ROM ini tidak dipasang secara resmi oleh pihak Xiaomi, melainkan merupakan hasil konversi atau “oprek” dari pihak ketiga.
Sejauh ini, laporan ponsel nge-brick muncul pada beberapa model populer, termasuk Redmi Note 13 Pro dan Poco M6 Pro, sebagaimana dihimpun dari Gizchina.
Penyebab Utama Ponsel Mengalami Bricking
Masalah ponsel yang bisa mengalami bricking muncul setelah Xiaomi menerapkan sistem keamanan baru di HyperOS 3. Sistem ini bekerja dengan melakukan pemeriksaan kecocokan wilayah (region lock check) antara perangkat keras (hardware) dan perangkat lunak (software) yang terpasang.
Apabila sistem mendeteksi software Global berjalan di perangkat keras versi China, perangkat akan menolak berkomunikasi dengan modem. Akibatnya, sistem gagal memverifikasi data dan akhirnya terjebak di recovery mode atau mengalami bootloop tanpa henti.
Xiaomi menegaskan bahwa mereka menilai ROM hasil konversi sebagai instalasi perangkat lunak yang tidak resmi. Oleh karena itu, perusahaan tidak menganggap kasus ini sebagai bug sistem yang memerlukan perbaikan resmi dari mereka.
Solusi Sementara bagi Pengguna Terdampak
Bagi pengguna ponsel tidak resmi yang terlanjur mengalami bootloop setelah melakukan pembaruan ke HyperOS 3, terdapat solusi sementara yang dilaporkan berhasil dan dapat dicoba. Salah satunya adalah melakukan force restart secara berulang, sekitar 10 hingga 15 kali berturut-turut.
Metode ini bertujuan untuk memicu sistem masuk ke mode pemulihan darurat (panic rollback), sehingga ponsel dapat kembali ke versi sistem sebelumnya. Jika ponsel berhasil menyala kembali, pengguna sangat disarankan untuk segera menonaktifkan pembaruan otomatis melalui menu pengaturan (settings).
Langkah ini dinilai penting untuk mencegah perangkat kembali mengunduh dan memasang pembaruan HyperOS 3 secara otomatis di kemudian hari. Kendati demikian, perlu dicatat bahwa solusi tersebut kemungkinan tidak selalu berhasil di semua kasus yang terjadi.
Xiaomi juga telah menegaskan pihaknya tidak akan menyediakan perbaikan untuk perangkat yang telah dimodifikasi secara tidak resmi melalui jalur gray market.
Informasi lengkap mengenai isu ini dihimpun dari laporan KompasTekno yang merujuk pada Gizchina terkait pembaruan HyperOS 3.