Skema sewa mobil listrik kini hadir sebagai alternatif menarik bagi masyarakat yang ingin merasakan pengalaman berkendara tanpa emisi tanpa harus melakukan pembelian unit. Program berlangganan ini menawarkan biaya mulai dari kisaran Rp 15 juta per bulan, mencakup unit premium hingga layanan perawatan lengkap.
Hyundai Subscribe: Solusi Mobilitas Tanpa Kepemilikan
Hyundai Motors Indonesia (HMID) memperkenalkan program Hyundai Subscribe pada ajang Indonesia International Motor Show (IIMS) 2026. Inisiatif ini memungkinkan konsumen untuk menggunakan mobil listrik secara bulanan tanpa perlu memikirkan kepemilikan langsung.
Melalui program Hyundai Subscribe, konsumen dapat menyewa Hyundai Ioniq 5 dengan tarif mulai Rp 15 juta per bulan. Biaya tersebut sudah mencakup asuransi, perawatan berkala, hingga pajak kendaraan, sehingga pengguna tidak perlu memikirkan biaya tambahan.
Pada tahap awal, layanan ini tersedia untuk model Ioniq 5 dan varian performa tinggi Hyundai Ioniq 5 N. Konsumen memiliki pilihan masa langganan mulai dari 12 hingga 60 bulan. Skema ini dinilai cocok bagi konsumen yang masih ragu membeli mobil listrik karena mempertimbangkan jarak tempuh, waktu pengisian baterai, maupun nilai jual kembali.
Calon konsumen yang tertarik cukup mengakses situs Hyundai Solusi Mobilitas, memilih unit serta periode berlangganan, kemudian melengkapi data pendaftaran. Setelah itu, pelanggan hanya perlu membayar biaya bulanan tanpa adanya biaya tersembunyi.
Opsi Sewa Honda e:N1: Menargetkan Segmen B2B
Selain Hyundai, opsi sewa juga tersedia untuk mobil listrik Honda e:N1. Model ini sebelumnya diperkenalkan oleh Honda Prospect Motor (HPM) pada ajang IIMS 2025 lalu sebagai battery electric vehicle (BEV) pertama Honda untuk pasar Indonesia.
Skema berlangganan Honda e:N1 ditawarkan sekitar Rp 22 juta per bulan tanpa uang muka. Biaya tersebut sudah mencakup perawatan, servis, hingga asuransi, memungkinkan konsumen menggunakan kendaraan tanpa memikirkan biaya operasional tambahan.
Program sewa e:N1 ditawarkan dengan masa penggunaan lima tahun sebelum konsumen mendapatkan opsi kepemilikan. Skema ini secara khusus menyasar segmen fleet atau business to business (B2B) yang membutuhkan kendaraan listrik dengan biaya operasional yang lebih terprediksi.
Jembatan Menuju Kepemilikan Kendaraan Listrik
Hadirnya berbagai program langganan ini dinilai dapat menjadi jembatan bagi masyarakat untuk mencoba kendaraan listrik sebelum memutuskan untuk membeli secara permanen. Ini memberikan fleksibilitas dan mengurangi kekhawatiran awal terkait investasi besar.
Sebagai informasi, Hyundai Ioniq 5 dibanderol dengan harga mulai dari Rp 809 juta hingga Rp 925,6 juta untuk tipe termahalnya. Sementara itu, Honda tidak membocorkan harga jual Honda e:N1 dan hanya menyediakan skema sewa untuk model tersebut.
Informasi lengkap mengenai program sewa mobil listrik ini disampaikan melalui pernyataan resmi Hyundai Motors Indonesia dan Honda Prospect Motor yang dirilis pada ajang Indonesia International Motor Show.
