Persoalan jalan berlubang masih menjadi momok bagi para pengendara di berbagai wilayah, terutama setelah musim hujan deras. Kekhawatiran akan kerusakan pada sistem suspensi mobil kerap menghantui, namun komponen yang paling cepat terdampak justru bukan peredam kejut utama.
Menurut Lung Lung, pemilik Dokter Mobil, kerusakan akibat lubang umumnya lebih dulu menyerang bagian-bagian kecil pada sistem kaki-kaki, khususnya komponen berbahan karet dan sistem kemudi.
Komponen Kaki-Kaki yang Rentan Rusak Akibat Jalan Berlubang
Lung Lung menjelaskan bahwa shock absorber atau peredam kejut dan per mobil biasanya bukan yang langsung rusak. “Kalau suspensi atau per, biasanya bukan itu yang langsung rusak. Justru komponen kecil seperti bushing (bantalan karet), tie rod, dan link stabilizer yang lebih dulu aus,” ujar Lung Lung kepada Kompas.com, Senin (24/2/2026).
Bushing: Bantalan Karet Peredam Getaran
Bushing, yang berfungsi sebagai peredam getaran sekaligus penghubung antar komponen suspensi, terbuat dari karet sehingga sifatnya fleksibel. Namun, fleksibilitas inilah yang membuatnya lebih cepat mengalami kelelahan material jika terus-menerus menerima benturan keras.
“Bushing itu berbahan karet. Kalau sering dihantam lubang dalam kecepatan tinggi, apalagi berulang, karetnya bisa cepat retak atau pecah,” jelas Lung Lung. Gejala bushing aus biasanya ditandai dengan munculnya bunyi “gluduk” saat mobil melewati jalan tidak rata atau bermanuver.
Tie Rod dan Long Tie Rod: Ancaman pada Sistem Kemudi
Selain bushing, komponen kemudi seperti tie rod dan long tie rod juga sangat rentan terdampak. Benturan keras dari jalan berlubang dapat mengubah sudut roda, yang berakibat pada pergeseran pengaturan wheel alignment.
“Yang paling cepat terasa biasanya perubahan pada alignment. Setir jadi tidak lurus atau mobil terasa menarik ke satu sisi setelah kena lubang,” kata Lung Lung. Jika kondisi ini dibiarkan, ban dapat mengalami keausan tidak merata dan mempercepat kebutuhan penggantian.
Link Stabilizer: Penjaga Kestabilan yang Rawan Patah
Komponen lain yang sering terdampak adalah link stabilizer, yang memiliki fungsi krusial dalam menjaga kestabilan mobil saat menikung. Ketika terkena benturan keras dari lubang, link stabilizer bisa menjadi oblak atau bahkan patah.
Lung Lung menambahkan, “Suspensi utama memang dirancang menerima tekanan vertikal. Tapi komponen kecil seperti bushing dan link stabilizer itu yang sering lebih dulu minta diganti.”
Efek Akumulatif dan Langkah Pencegahan
Kerusakan akibat jalan berlubang tidak selalu langsung terasa. Dalam banyak kasus, efeknya bersifat akumulatif. Artinya, satu atau dua kali menghantam lubang mungkin belum terasa signifikan, tetapi jika terjadi berulang, keausan komponen akan semakin cepat.
Oleh karena itu, Lung Lung menyarankan pemilik kendaraan untuk segera melakukan pemeriksaan jika mulai muncul gejala seperti setir tidak presisi, mobil terasa limbung, atau terdengar bunyi aneh dari kolong. “Minimal lakukan spooring dan balancing setelah menghantam lubang besar. Dari situ biasanya bisa diketahui apakah ada komponen kaki-kaki yang mulai aus,” tuturnya.
Mengurangi kecepatan saat melintasi jalan rusak dan menghindari lubang sebisa mungkin merupakan langkah sederhana yang efektif untuk memperpanjang usia komponen kaki-kaki mobil. Komponen kecil yang terlihat sepele ini justru bisa memicu biaya perbaikan besar jika diabaikan.
Informasi mengenai komponen kaki-kaki mobil yang rentan rusak akibat jalan berlubang ini disampaikan melalui pernyataan Lung Lung, pemilik Dokter Mobil, yang dirilis pada Senin, 24 Februari 2026.
