Sains

Ilmuwan Temukan Bukti Baru Homo erectus di China Berusia 1,77 Juta Tahun, Lebih Tua dari Dugaan Awal

Advertisement

Penemuan tiga tengkorak Homo erectus di Yunxian, Provinsi Hubei, China, memberikan fakta baru yang mengejutkan dunia paleoantropologi. Hasil penanggalan terbaru menunjukkan fosil tersebut berusia sekitar 1,77 juta tahun, atau sekitar 600.000 tahun lebih tua dari perkiraan sebelumnya.

Temuan yang dijadwalkan terbit di jurnal Science Advances pada 20 Februari 2026 ini berpotensi menulis ulang sejarah penyebaran manusia purba dari Afrika ke Asia. Hal ini sekaligus memicu diskusi mendalam mengenai asal-usul dan garis waktu migrasi spesies tersebut.

Pergeseran Garis Waktu Migrasi ke Asia Timur

Selama ini, para ilmuwan meyakini bahwa Homo erectus berasal dari Afrika sebelum menyebar ke wilayah Eurasia. Fosil tertua di Asia sebelumnya tercatat berada di situs Dmanisi, Georgia, dengan usia sekitar 1,78 hingga 1,85 juta tahun.

Dr. Christopher Bae, antropolog dari University of Hawai’i at Manoa, menjelaskan bahwa garis waktu kedatangan spesies ini di Asia Timur sebelumnya belum diketahui secara pasti. Namun, melalui kombinasi fosil Yunxian dan teknik penanggalan modern, para peneliti kini dapat menyusun rekonstruksi yang lebih kuat.

“Kami sekarang dapat menyusun rekonstruksi penanggalan yang cukup kuat tentang kapan hominin ini muncul di Asia Timur,” ujar Bae dalam keterangannya.

Teknologi Penanggalan Mutakhir Al-26 dan Be-10

Sebelumnya, usia tengkorak Yunxian diperkirakan hanya berkisar antara 800.000 hingga 1,1 juta tahun berdasarkan metode resonansi spin elektron. Namun, tim peneliti kini menggunakan metode cosmogenic nuclide burial dating yang jauh lebih akurat.

Advertisement

Metode ini memanfaatkan isotop Aluminium-26 (Al-26) dan Berilium-10 (Be-10) yang terkandung dalam mineral kuarsa. Dr. Hua Tu dari Shantou University menjelaskan bahwa peluruhan radioaktif isotop ini mulai terjadi setelah material tersebut terkubur jauh di bawah tanah.

Teknik ini memiliki keunggulan signifikan karena mampu menembus usia hingga 5 juta tahun, jauh melampaui penanggalan karbon-14 yang hanya efektif hingga 50.000 tahun. Hasil analisis menunjukkan fosil Yunxian telah terkubur selama 1,77 juta tahun.

Implikasi Evolusi dan Perdebatan Para Ahli

Temuan ini memaksa para ahli untuk mempertimbangkan ulang kapan Homo erectus pertama kali muncul. Dr. Christopher Bae menyarankan agar asal-usul spesies ini dimundurkan hingga sekitar 2,6 juta tahun lalu jika data ini terbukti konsisten.

Meskipun usianya hampir sama dengan fosil Dmanisi, tengkorak Yunxian menunjukkan ukuran otak yang lebih besar. Karen Baab, profesor anatomi di Midwestern University, menilai hal ini menunjukkan adanya variasi penting pada hominin awal di luar Afrika.

Namun, Chris Stringer dari Natural History Museum London memberikan catatan kritis. Ia mengingatkan bahwa usia 1,8 juta tahun untuk Yunxian mungkin tidak sinkron dengan catatan fosil lainnya dan menyarankan penelitian lanjutan untuk memastikan apakah fosil ini berkaitan dengan kelompok Denisovan.

Advertisement