Indonesia menunjukkan komitmennya dalam menjaga perdamaian global dengan mengambil peran signifikan dalam International Stabilization Force (ISF) di Gaza, Palestina. Presiden Prabowo Subianto menegaskan kesiapan Indonesia untuk mengirimkan 8.000 personel TNI sebagai bagian dari pasukan perdamaian, sekaligus menerima tawaran posisi Wakil Komandan ISF.
Peran Indonesia dalam Misi Perdamaian Gaza
Komitmen Indonesia ini disampaikan dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Dewan Perdamaian (BoP) yang berlangsung di Donald J. Trump US Institute of Peace, Washington DC, Amerika Serikat, pada Kamis (19/2/2026). Presiden Prabowo Subianto menyatakan bahwa pengiriman 8.000 prajurit TNI akan dilakukan dalam kurun waktu 1-2 bulan ke depan, dengan kemungkinan penambahan jumlah jika diperlukan.
Mayor Jenderal Jasper Jeffers, Komandan ISF dari Amerika Serikat, secara resmi mengonfirmasi penerimaan Indonesia atas posisi Wakil Komandan ISF. “Saya telah menawarkan dan Indonesia telah menerima posisi wakil komandan untuk ISF,” kata Jeffers seperti dilansir AFP pada Jumat (20/2/2026).
Prabowo menambahkan bahwa Indonesia akan menugaskan prajurit terbaik untuk posisi Wakil Komandan ISF. “Mereka minta kita jadi deputy commander. Ya dipilih, ya kita cari yang bagus,” ujarnya.
Mandat dan Tugas International Stabilization Force (ISF)
Pembentukan ISF didasari oleh Resolusi Dewan Keamanan PBB 2803 yang disahkan pada 17 November 2025. Resolusi ini mendukung “Rencana Komprehensif untuk Mengakhiri Konflik Gaza” dan memberi wewenang kepada Dewan Perdamaian (BoP) untuk membentuk ISF sementara di Gaza. Pasukan ISF akan beroperasi di bawah BoP dengan komponen pasukan yang disumbangkan oleh negara-negara peserta.
Tugas utama ISF meliputi:
- Membantu mengamankan wilayah perbatasan.
- Menstabilkan lingkungan keamanan di Gaza melalui demiliterisasi, penghancuran infrastruktur militer, serta pelucutan senjata kelompok bersenjata non-negara.
- Melindungi warga sipil, termasuk operasi kemanusiaan.
- Melatih dan memberikan dukungan kepada pasukan polisi Palestina yang telah diverifikasi.
- Berkoordinasi dengan negara-negara terkait untuk mengamankan koridor kemanusiaan.
- Melaksanakan tugas tambahan yang mendukung Rencana Komprehensif.
Mayor Jenderal Jeffers menjelaskan bahwa ISF akan fokus pada stabilisasi keadaan di Gaza untuk memungkinkan pemerintahan sipil berjalan. Mandat ISF adalah mengawasi gencatan senjata dan stabilitas keamanan, bukan konfrontasi. “Dengan langkah-langkah awal ini, kita akan membantu menghadirkan keamanan yang dibutuhkan Gaza demi kemakmuran masa depan dan perdamaian yang langgeng,” kata Jeffers.
Informasi lebih lanjut mengenai partisipasi Indonesia dan mandat ISF disampaikan melalui pernyataan resmi Presiden Prabowo Subianto serta Komandan ISF, Mayor Jenderal Jasper Jeffers, yang dirilis pada 19 dan 20 Februari 2026.
