Kepala Divisi Humas Polri Irjen Johnny Eddizon Isir menekankan pentingnya sosialisasi layanan darurat Polri 110 kepada masyarakat luas, termasuk anak-anak, menjelang pelaksanaan Operasi Ketupat 2026. Layanan ini diharapkan menjadi pilihan utama publik saat membutuhkan bantuan kepolisian terkait keamanan dan keselamatan.
Polri Targetkan Layanan 110 Dikenal Sejak Dini
Irjen Johnny Eddizon Isir mengungkapkan bahwa nomor layanan darurat 110 merupakan salah satu layanan unggulan Polri yang harus semakin dikenal publik. Ia bahkan menargetkan agar anak-anak usia Taman Kanak-kanak (TK) pun familiar dengan nomor tersebut.
“Kalau 280 juta orang Indonesia, termasuk bayi, istilahnya anak TK atau anak kecil ditanya polisi, dia tahu ‘oh kontak saja 110’ dengan gaya bahasanya,” kata Isir saat memimpin Apel Kesiapan Satuan Tugas (Satgas) Humas Operasi Ketupat di Gedung Divisi Humas Polri, Jakarta, Rabu (11/3/2026).
Isir meminta seluruh personel Satgas Humas untuk aktif menyosialisasikan layanan 110 melalui berbagai kanal komunikasi publik. Ini mencakup penggunaan videotron, media sosial, hingga kolaborasi dengan media massa.
Menurutnya, layanan 110 harus menjadi pilihan utama masyarakat ketika membutuhkan bantuan kepolisian, terutama yang berkaitan dengan keamanan dan keselamatan. “Kalau warga masyarakat membutuhkan layanan apa pun, terlebih terkait dengan keamanan dan keselamatannya, silakan dimanfaatkan 110. Ini harus kita bumikan,” tegasnya.
Potret Humanis Petugas di Lapangan Selama Operasi Ketupat
Selain sosialisasi hotline 110, Irjen Isir juga menginstruksikan personel Satgas Humas untuk memotret sisi humanis para petugas di lapangan selama pelaksanaan operasi pengamanan mudik Lebaran. Ia menilai banyak pengorbanan personel kepolisian yang sering tidak terlihat publik.
Pengorbanan tersebut meliputi harus berdiri berjam-jam di jalan untuk mengatur lalu lintas. “Rekan-rekan tahu bagaimana capeknya itu berdiri di jalan. Ya, saya bolak-balik ngalami hal itu. Berdiri sekian jam. Secara fisik dituntut harus prima, secara mental harus matang, secara emosional harus terkontrol,” ujar Isir.
Ia menambahkan, “Belum berbagai masalah yang ada di rumah. Ya, ini hal-hal yang tidak banyak diketahui. Tolong nanti bisa dipotret.” Menurut Isir, publikasi mengenai sisi kemanusiaan tersebut diharapkan dapat memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap Polri.
Penyebaran Personel dan Informasi Rekayasa Lalu Lintas
Dalam operasi tahun ini, personel Satgas Humas akan disebar ke sejumlah titik strategis arus mudik. Area penempatan meliputi wilayah hukum Polda Banten yang mengawasi penyeberangan Merak, serta di wilayah Polda Jawa Barat, Polda Jawa Tengah, dan Polda Jawa Timur.
Beberapa titik yang menjadi perhatian khusus antara lain Gerbang Tol Kalikangkung di Jawa Tengah dan penyeberangan Ketapang-Gilimanuk di Jawa Timur.
Isir juga meminta personel humas aktif menyampaikan informasi terkini terkait rekayasa lalu lintas kepada masyarakat. Informasi tersebut mencakup penerapan sistem satu arah (one way), contraflow, hingga perubahan arus kendaraan di jalan tol. Penyampaian informasi bisa dilakukan melalui berbagai platform komunikasi seperti WhatsApp Blast, SMS Blast, hingga media sosial.
Informasi lengkap mengenai sosialisasi layanan darurat Polri 110 dan persiapan Operasi Ketupat 2026 ini disampaikan melalui pernyataan resmi Kepala Divisi Humas Polri Irjen Johnny Eddizon Isir yang dirilis pada Rabu, 11 Maret 2026.
