Israel Terus Serang Gaza, Otoritas Palestina Ungkap 523 Korban Jiwa Sejak Gencatan Senjata
Otoritas di Jalur Gaza melaporkan bahwa 523 warga Palestina telah tewas akibat serangan Israel sejak gencatan senjata diberlakukan pada 10 Oktober 2025. Angka ini terungkap di tengah fase pertama perjanjian damai antara Israel dan Hamas, yang justru diwarnai serangan berkala dari pihak Israel.
Korban Jiwa dan Pelanggaran Gencatan Senjata
Sejak kesepakatan gencatan senjata antara Israel dan Hamas dimulai pada 10 Oktober 2025, yang merupakan fase pertama dari rencana perdamaian, jumlah korban jiwa terus bertambah. Kementerian Kesehatan Gaza menyebutkan, hingga Minggu (1/2/2026), total korban tewas telah mencapai 523 orang.
Israel dilaporkan tetap melancarkan serangan secara berkala, dengan alasan bahwa Hamas telah melanggar kesepakatan yang telah dibuat. Menanggapi situasi ini, Hamas mengeluarkan pernyataan keras yang mengecam Israel, menyebut aksi tersebut sebagai “kejahatan brutal” dan “pelanggaran terang-terangan” terhadap perjanjian gencatan senjata.
Serangan Terbaru dan Dampaknya
Serangan terbaru Israel ke Jalur Gaza terjadi pada Sabtu (31/1/2026), yang mengakibatkan sedikitnya 32 orang tewas. Media Palestina melaporkan bahwa serangan tersebut menghantam bangunan serta tenda-tenda yang digunakan warga sebagai tempat berlindung di wilayah utara dan selatan Jalur Gaza.
Di sisi lain, militer Israel berdalih telah melakukan serangan terhadap fasilitas penyimpanan senjata dan sejumlah target Hamas lainnya di berbagai wilayah Gaza. Klaim ini disampaikan di tengah laporan Al Jazeera mengenai peningkatan jumlah korban.
Upaya Diplomasi dan Fase Kedua Perdamaian
Di tengah eskalasi konflik, Amerika Serikat pada bulan lalu mengumumkan dimulainya fase kedua dari rencana perdamaian. Tahap ini, dikutip dari NHK, bertujuan mendorong proses demiliterisasi serta rekonstruksi Jalur Gaza pascakonflik.
Sebagai bagian dari rencana tersebut, Dewan Perdamaian (Board of Peace) yang diketuai Presiden Amerika Serikat Donald Trump telah dibentuk untuk mengawasi proses transisi pemerintahan di Gaza. Namun demikian, upaya diplomasi ini belum mampu menghentikan bertambahnya jumlah korban jiwa akibat serangan Israel di wilayah kantong Palestina tersebut.
Informasi lengkap mengenai isu ini disampaikan melalui pernyataan resmi Kementerian Kesehatan Gaza dan laporan media internasional seperti Al Jazeera dan NHK.