Teknologi

Jaga Akun Digital Anda: Ikuti Panduan Lengkap Membuat Kata Sandi Kuat dan Aman dari Ancaman Peretasan

Advertisement

Pengguna platform digital diimbau untuk tidak sembarangan dalam membuat kata sandi akun. Kata sandi yang kuat dan aman menjadi kunci utama untuk melindungi berbagai akun digital, mulai dari media sosial, aplikasi pesan instan, hingga layanan email, dari ancaman peretasan dan pencurian data.

Fungsi utama kata sandi adalah untuk mengautentikasi pengguna agar dapat mengakses akun mereka. Apabila kata sandi yang dibuat terlalu lemah, akun akan lebih mudah dibobol oleh peretas atau pihak tidak bertanggung jawab. Untuk mencegah potensi peretasan, penting bagi pengguna untuk memahami cara membuat kata sandi yang aman dan kuat.

Pentingnya Kata Sandi Kuat dalam Keamanan Digital

Keamanan akun digital sangat bergantung pada kekuatan kata sandi yang digunakan. Kata sandi yang lemah dapat membuka celah bagi peretas untuk mendapatkan akses tidak sah, yang berujung pada pencurian data pribadi atau penyalahgunaan akun. Oleh karena itu, pembuatan kata sandi yang memenuhi standar keamanan adalah langkah fundamental dalam menjaga privasi dan integritas digital.

Kriteria Utama Pembentukan Kata Sandi yang Aman

Ada beberapa kriteria penting yang perlu diperhatikan pengguna dalam membuat kata sandi yang kuat dan aman. Penerapan kriteria ini akan secara signifikan meningkatkan resistensi kata sandi terhadap upaya peretasan.

Advertisement

  • Panjang Minimal 12 Karakter: Meskipun beberapa platform mungkin hanya meminta enam hingga delapan karakter, disarankan untuk membuat kata sandi dengan panjang minimal 12 karakter atau lebih. Kata sandi yang lebih panjang secara inheren lebih sulit untuk dipecahkan.
  • Kombinasi Karakter Bervariasi: Kata sandi yang kuat harus terdiri dari kombinasi angka, huruf (huruf kecil dan kapital), serta simbol. Variasi karakter ini mempersulit algoritma peretasan untuk menebak kata sandi.
  • Hindari Kata Umum dan Informasi Pribadi: Pengguna sebaiknya menghindari penggunaan kata-kata umum, istilah sehari-hari, atau informasi yang berkaitan dengan identitas pribadi seperti nama, tempat kerja, atau tanggal lahir. Kata-kata semacam ini mudah ditebak oleh peretas.
  • Gunakan Istilah yang Mudah Diingat, Sulit Ditebak: Buatlah kata sandi dari istilah atau frasa yang mudah diingat oleh Anda, namun sulit ditebak orang lain. Misalnya, frasa “Selamat Pagi Semua” dapat diubah menjadi kombinasi unik seperti “53lAm4TPa91S3muA” dengan mengganti huruf menjadi angka atau simbol yang relevan.

Strategi Efektif Mengelola Kata Sandi Antar Platform

Selain kriteria pembuatan, cara pengelolaan kata sandi juga krusial untuk keamanan akun digital secara menyeluruh.

  • Gunakan Kata Sandi Unik untuk Setiap Akun: Sangat penting untuk tidak menggunakan kata sandi yang sama di berbagai platform digital. Jika satu akun berhasil diretas, peretas tidak akan bisa menggunakan kata sandi yang sama untuk mengakses akun Anda di platform lain.
  • Jangan Bagikan Kata Sandi: Pengguna tidak boleh membagikan kata sandi kepada siapa pun, termasuk keluarga atau teman terdekat. Informasi kata sandi bersifat rahasia dan harus dijaga kerahasiaannya.
  • Hindari Mengirim Kata Sandi di Platform Digital: Menulis atau mengirim kata sandi melalui email atau aplikasi obrolan sangat tidak disarankan. Praktik ini berisiko membuat informasi kata sandi mudah diakses oleh pihak yang tidak berwenang.

Meningkatkan Keamanan Akun dengan Fitur Tambahan

Untuk lapisan keamanan yang lebih kuat, pengguna dapat memanfaatkan fitur-fitur keamanan tambahan yang disediakan oleh platform.

  • Ganti Kata Sandi Secara Berkala: Mengganti kata sandi secara rutin dapat menyulitkan peretas yang mungkin telah mendapatkan akses ke kata sandi lama Anda. Banyak platform juga akan memberi tahu pengguna jika ada aktivitas akses akun yang mencurigakan, yang menjadi sinyal untuk segera mengganti kata sandi.
  • Aktifkan Verifikasi Dua Langkah (2FA): Verifikasi dua langkah atau autentikasi dua faktor menambahkan lapisan keamanan ekstra. Setelah memasukkan kata sandi, pengguna akan diminta memasukkan kode verifikasi tambahan yang dikirimkan melalui telepon, email, atau SMS. Sistem keamanan berlapis ini membuat peretas lebih sulit membobol akun, bahkan jika mereka berhasil mendapatkan kata sandi.

Informasi mengenai panduan membuat kata sandi yang kuat dan aman ini disampaikan melalui artikel Kompas.com yang dirilis pada Rabu, 25 Februari 2026.

Advertisement