Waralaba game legendaris The Legend of Zelda resmi merayakan ulang tahun ke-40 pada 21 Februari 2026. Sejak pertama kali dirilis oleh Nintendo di konsol Nintendo Entertainment System (NES) pada 21 Februari 1986, seri ini telah berkembang menjadi salah satu waralaba paling berpengaruh dalam sejarah industri game global.
Hingga kini, Nintendo bersama mitra pengembangnya telah merilis sekitar 21 judul game utama, dengan rilisan terbaru The Legend of Zelda: Echoes of Wisdom untuk Nintendo Switch pada 26 September 2024.
Inovasi sebagai Inti Perjalanan
Setiap game The Legend of Zelda selalu menghadirkan pahlawan bernama Link yang mengemban misi menyelamatkan Putri Zelda dari antagonis Ganondorf. Sejak edisi pertamanya, waralaba ini telah menunjukkan inovasi signifikan.
Salah satu terobosan awal adalah sistem penyimpanan progres game atau save file yang langsung tersimpan di cartridge. Fitur ini, yang tergolong inovatif pada masanya, mengubah cara pemain menikmati game petualangan berdurasi panjang tanpa harus mengulang dari awal setiap kali bermain.
Selain inovasi teknis, The Legend of Zelda juga dikenal dengan desain permainan yang unik. Seri ini secara konsisten menawarkan elemen eksplorasi, aksi, dan teka-teki dalam satu paket. Pemain diajak memecahkan misteri dungeon, membaca petunjuk melalui dialog, serta menjelajahi dunia yang mendorong rasa penasaran untuk terus bereksplorasi.
Pola desain ini, ditambah cerita heroik Link, terus dipertahankan di setiap rilisan, menjadikannya salah satu game petualangan paling konsisten dari masa ke masa.
Eksperimen Suasana dan Gameplay
Meski memiliki fondasi cerita dan desain game yang serupa, Nintendo terus bereksperimen dengan menghadirkan pendekatan suasana berbeda di setiap game The Legend of Zelda. Contohnya, The Legend of Zelda: The Wind Waker (2002) yang menyajikan petualangan di laut lepas dengan nuansa visual cerah.
Sementara itu, The Legend of Zelda: Spirit Tracks (2009) memperkenalkan eksplorasi menggunakan kereta api sebagai elemen utama permainan. Variasi gameplay juga terlihat pada The Legend of Zelda: Skyward Sword (2011) yang mengandalkan kontrol gerak untuk simulasi ayunan pedang yang presisi.
Pendekatan cerita juga bervariasi, seperti The Legend of Zelda: Twilight Princess (2006) yang mengadopsi nuansa lebih gelap dan dewasa. Pada dua rilisan terbarunya, The Legend of Zelda: Breath of the Wild (2017) dan The Legend of Zelda: Tears of the Kingdom (2023), Nintendo mengubah struktur seri ini menjadi dunia terbuka (open-world), memberikan kebebasan lebih luas bagi pemain.
Pendekatan ini memastikan setiap game Zelda terasa segar dan tetap relevan bagi pemain dari generasi ke generasi.
Dunia Fiksi dengan Mitologi Kuat
Secara naratif, The Legend of Zelda kerap dibandingkan dengan karya fantasi epik seperti The Lord of the Rings. Dunia fiksi Hyrule dibangun dengan sejarah, mitologi, dan garis waktu (timeline) yang kompleks, diyakini saling terhubung dari satu game ke game lainnya.
Tiga karakter utamanya, Link, Zelda, dan Ganondorf, digambarkan terus bereinkarnasi dalam siklus yang berulang. Konsep ini dijelaskan dalam buku panduan resmi Nintendo, Hyrule Historia (2011), yang memuat sejarah Hyrule.
Dalam buku tersebut, reinkarnasi ketiga karakter utama ini disebut menciptakan siklus abadi pertarungan antara kebaikan dan kejahatan. Elemen ini memperkaya pengalaman bermain sekaligus memicu diskusi panjang di berbagai forum online, di mana penggemar membedah teori dan menyusun kronologi cerita.
Link sebagai Karakter Ikonik
Salah satu kekuatan terbesar The Legend of Zelda adalah karakter utamanya, Link, beserta kepribadiannya yang konsisten. Link hampir selalu digambarkan sebagai protagonis pendiam, memungkinkan pemain untuk dengan mudah memproyeksikan diri mereka ke dalam sosok tersebut.
Desainnya yang relatif sederhana, mengenakan tunik hijau serta membawa pedang dan perisai, membuatnya mudah dikenali dan diterima oleh berbagai kalangan pemain. Seiring perjalanan, kostum Link diperbarui, kini dilengkapi baju zirah yang lebih kuat.
Menariknya, nama Link sendiri dalam bahasa Inggris berarti “tautan” atau “penghubung”, seakan merepresentasikan hubungan antara pemain dan dunia Hyrule.
Tantangan Masa Depan Waralaba
Empat dekade adalah usia yang panjang bagi sebuah waralaba game. Ke depan, tantangan terbesar The Legend of Zelda adalah menjaga keseimbangan antara inovasi dan identitas. Keberanian Nintendo merombak formula lewat Breath of the Wild terbukti sukses besar, bahkan menjadi inspirasi bagi judul open-world lain seperti Genshin Impact.
Namun, mempertahankan kreativitas dalam kerangka open-world yang kini menjadi standar baru, bukanlah perkara mudah. Semakin banyak game open-world beredar di pasar dengan tema dan desain serupa, menuntut Nintendo untuk terus menghadirkan sesuatu yang unik agar waralaba ini tetap menonjol di tengah persaingan.
Hingga saat ini, Nintendo belum mengumumkan secara resmi judul The Legend of Zelda berikutnya. Namun, rumor menyebut Nintendo tengah menyiapkan versi remaster dari beberapa judul lawas seperti Ocarina of Time, The Wind Waker, dan Twilight Princess. Selain itu, beredar pula kabar pengembangan game Zelda baru yang disebut-sebut akan menjadi kelanjutan dari The Legend of Zelda: Tears of the Kingdom.
Daftar Game The Legend of Zelda
Sejak pertama kali dirilis pada 1986, terdapat sekitar 21 judul utama dalam waralaba The Legend of Zelda. Pada era awal, Nintendo relatif rutin merilis game baru setiap dua hingga empat tahun. Dalam beberapa tahun terakhir, jarak perilisan tampak lebih berdekatan, seperti The Legend of Zelda: Tears of the Kingdom (2023) disusul The Legend of Zelda: Echoes of Wisdom (2024).
Meski demikian, untuk seri utama berskala besar, khususnya yang berformat 3D, proses pengembangannya umumnya memakan waktu lebih lama.
- The Legend of Zelda (1986)
- Zelda II: The Adventure of Link (1987)
- The Legend of Zelda: A Link to the Past (1991)
- The Legend of Zelda: Link’s Awakening (1993)
- The Legend of Zelda: Ocarina of Time (1998)
- The Legend of Zelda: Majora’s Mask (2000)
- The Legend of Zelda: Oracle of Ages (2001)
- The Legend of Zelda: Oracle of Seasons (2001)
- The Legend of Zelda: Four Swords (2002)
- The Legend of Zelda: The Wind Waker (2002)
- The Legend of Zelda: Four Swords Adventures (2004)
- The Legend of Zelda: The Minish Cap (2004)
- The Legend of Zelda: Twilight Princess (2006)
- The Legend of Zelda: Phantom Hourglass (2007)
- The Legend of Zelda: Spirit Tracks (2009)
- The Legend of Zelda: Skyward Sword (2011)
- The Legend of Zelda: A Link Between Worlds (2013)
- The Legend of Zelda: Tri Force Heroes (2015)
- The Legend of Zelda: Breath of the Wild (2017)
- The Legend of Zelda: Tears of the Kingdom (2023)
- The Legend of Zelda: Echoes of Wisdom (2024)
Informasi lengkap mengenai perjalanan waralaba The Legend of Zelda ini dirangkum dari berbagai sumber, termasuk data perilisan resmi Nintendo dan ulasan media teknologi seperti TechRadar.
