Otomotif

Jelang Mudik Lebaran 2026, Simak Penjelasan Ahli Soal Pentingnya Ganti Coolant Demi Performa Optimal Mobil

Advertisement

Persiapan mudik Lebaran menggunakan mobil pribadi memerlukan perhatian khusus pada performa kendaraan. Salah satu aspek krusial yang harus diwaspadai adalah risiko mesin mengalami panas berlebih atau overheating, terutama saat menempuh perjalanan jarak jauh. Para pemilik mobil disarankan untuk melakukan pengecekan dan penggantian cairan pendingin (coolant) lebih awal agar perjalanan tetap aman dan nyaman.

Pentingnya Sistem Pendingin Optimal untuk Perjalanan Jauh

Hari, pemilik bengkel Juna Speed Klaten, menekankan bahwa sistem pendingin yang prima sangat dibutuhkan untuk mencegah overheating. Hal ini meliputi kipas radiator, kelancaran aliran air dan udara pada radiator, pompa air, hingga coolant.

“Mulai kipas radiator, kelancaran aliran air dan udara pada radiator, pompa air termasuk coolant, ganti bila perlu agar pendinginan mesin optimal saat perjalanan jarak jauh,” ujar Hari kepada KOMPAS.com pada Senin (23/2/2026).

Fungsi dan Masa Pakai Cairan Pendingin (Coolant)

Imun, pemilik bengkel Spesialis Ford Trucuk Klaten, menjelaskan bahwa coolant adalah air radiator yang direkomendasikan pabrikan. Coolant memiliki kemampuan menahan panas yang lebih baik dibandingkan air biasa, dengan titik didih di atas 100 derajat Celcius.

“Saran saya selalu gunakan coolant, karena air biasa tak memiliki kemampuan sepadan dengan coolant dalam menahan panas, titik didihnya hanya di 100 derajat celcius, kalau coolant di atasnya,” kata Imun kepada KOMPAS.com belum lama ini.

Advertisement

Coolant biasa umumnya wajib diganti setiap 2 tahun atau 40.000 Km. Sementara itu, long life coolant (LLC) memiliki usia pakai lebih panjang, yakni sekitar 4 tahun atau 80.000 Km. Jika coolant tidak diganti, sifat unggulnya akan hilang dan fungsinya akan menurun, hampir sama dengan air biasa.

Mengenali Tanda-tanda Coolant yang Perlu Diganti

Imun juga menjelaskan bahwa coolant yang sudah waktunya diganti akan menunjukkan perubahan fisik. “Coolant normalnya warna hijau, atau biru, tergantung merek, bila sudah waktunya ganti, warnanya jadi pudar kecoklatan dan keruh, artinya aditif anti-karat anti didih sudah habis,” jelas Imun.

Dari segi performa, mesin akan terasa lebih cepat mencapai suhu panas. Jarum temperatur sering naik sedikit lebih tinggi dari biasanya atau bahkan naik turun tidak stabil. Hal ini terjadi karena coolant yang lama tidak lagi efektif dalam menyerap dan melepas panas.

Informasi mengenai pentingnya penggantian coolant untuk mencegah overheating saat mudik ini disampaikan oleh para ahli bengkel mobil di Klaten.

Advertisement