Teknologi

Jensen Huang Kunjungi China, Nvidia Berupaya Tembus Blokade Chip AI H200 di Pasar Raksasa Teknologi

CEO Nvidia, Jensen Huang, dilaporkan berencana mengunjungi China pada akhir Januari 2026. Kunjungan bos raksasa chip ini dinilai sebagai upaya krusial untuk mendapatkan kembali akses ke pasar utama bagi chip kecerdasan buatan (AI) mereka, terutama setelah penolakan chip H200 oleh bea cukai China.

Upaya Nvidia di Tengah Pembatasan Ekspor

Laporan Bloomberg, mengutip sumber yang mengetahui rencana tersebut, menyebutkan Huang akan menghadiri acara perusahaan menjelang liburan Tahun Baru Imlek. Ia diperkirakan akan mengunjungi Beijing, meskipun laporan itu tidak merinci apakah ia akan bertemu dengan pejabat senior China.

Kunjungan ini dilakukan saat Nvidia berusaha membuka kembali pasar China, yang sebelumnya dibatasi oleh kontrol ekspor AS terhadap chip AI canggih. Pemerintahan Trump pekan lalu mengizinkan Nvidia menjual chip AI H200-nya ke China, dan perusahaan diperkirakan akan memulai kembali pengiriman.

Blokade Chip H200 oleh China

Namun, segera setelah keputusan AS tersebut, pejabat bea cukai China dilaporkan menyatakan bahwa chip H200 tidak diizinkan masuk ke negara itu. Sejumlah laporan menyebutkan petugas bea cukai diperintahkan bahwa chip Nvidia H200 tidak diperbolehkan masuk.

Beberapa hari setelah pejabat bea cukai China memblokir prosesor itu, para pemasok komponen utama untuk chip AI tersebut dilaporkan menghentikan lini produksi mereka. Laporan terbaru Financial Times menyebutkan bahwa produsen suku cadang chip penting, termasuk papan sirkuit cetak (PCB) yang dibutuhkan untuk mengemas chip H200, menghentikan operasi demi menghindari penumpukan stok yang tak terjual.

Prioritas Domestik dan Pembatalan Pesanan

Sementara itu, berbagai laporan menyebut bahwa meskipun perusahaan teknologi seperti Alibaba, ByteDance, dan Tencent ingin membeli H200 karena performanya, pemerintah China menekan mereka untuk memprioritaskan alternatif domestik. Chip Ascend buatan Huawei menjadi salah satu pilihan yang didorong, dengan alasan menghindari penggunaan H200 untuk tujuan yang dapat mengancam keamanan nasional.

Menurut laporan Financial Times, meskipun telah memesan lebih dari 2 juta unit H200, beberapa pelanggan China membatalkan pesanan mereka akibat ketidakpastian tersebut.

Cuplikan terbaru dan informasi detail mengenai strategi Nvidia di pasar global, termasuk chip H200, dapat diakses melalui kanal YouTube resmi Nvidia.