Satu unit truk trailer tertemper kereta commuter line KA 806A tujuan Bandara Soekarno Hatta (Soetta) di pelintasan antara Stasiun Poris-Batu Ceper, Kota Tangerang, pada Jumat (20/2/2026) pagi. Insiden ini menyebabkan gangguan operasional signifikan pada sejumlah rute kereta api dan kemacetan lalu lintas di sekitar lokasi kejadian. KAI Commuter segera mengumumkan pembatalan perjalanan dan penyesuaian rute, serta menawarkan pengembalian dana 100 persen bagi penumpang yang terdampak.
Kronologi Kecelakaan dan Kerugian Material
Kombes Raden Muhammad Jauhari, Kapolres Metro Tangerang Kota, menjelaskan bahwa kecelakaan terjadi sekitar pukul 06.05 WIB. Truk trailer yang melaju dari arah Cipondoh menuju Daan Mogot, saat melintasi rel kereta api, bagian kepala truk telah melewati rel, namun badan kontainer masih tertinggal. Akibatnya, truk terseret sejauh kurang lebih 100 meter dari titik awal perlintasan.
Pihak kepolisian memastikan tidak ada korban jiwa dalam insiden ini, namun kerugian materiil sedang dalam penyelidikan lebih lanjut. Kombes Jauhari menyatakan, “Sampai saat ini korban jiwa nihil, hanya kerugian materi dan saat ini kita masih dalam proses penyelidikan lebih lanjut.”
Dampak Operasional dan Rekayasa Lalu Lintas
Kecelakaan ini berdampak pada operasional KA Commuterline relasi Duri-Tangerang yang sementara hanya sampai Stasiun Rawa Buaya, serta pembatalan pemberangkatan dari Stasiun Tangerang. KAI Commuter melalui akun X-nya menyatakan, “Terdapat gangguan operasional pada KA 806A Commuterline Bandara di antara Stasiun Poris-Batu Ceper imbas tertemper truk, dan sedang ditangani oleh petugas.” Selain itu, dua tiang listrik aliran atas (LAA) di lintasan tersebut roboh akibat benturan.
Kombes Raden Muhammad Jauhari menambahkan, “Penumpang tadi jumlahnya sedikit, tidak terlalu banyak. Mereka dievakuasi dan melanjutkan perjalanan menggunakan transportasi daring (ojek) serta angkutan umum lainnya untuk mencapai tujuan, termasuk bagi mereka yang akan menuju Bandara Soekarno-Hatta.” Insiden ini juga menyebabkan lalu lintas di sekitar Stasiun Poris macet total, sehingga Polres Metro Tangerang Kota melakukan rekayasa arus. Pengalihan rute dilakukan dari Jakarta menuju Cipondoh melalui Jl. Jenderal Sudirman, dan dari Cipondoh menuju Daan Mogot melalui Jl. Benteng Betawi.
Penyelidikan Awal: Palang Lintasan Terlambat Menutup
Dalam penyelidikan awal, Kombes Raden Muhammad Jauhari mengungkapkan adanya indikasi keterlambatan pada palang lintasan kereta. “Jadi keterangan awal, keterangan awal tapi masih dalam pendalaman. Jadi saat kita mengambil keterangan, pada saat kereta api melintas itu bunyi sirene sudah dinyalakan oleh petugas namun palang pintunya belum bergerak,” jelas Jauhari.
Ia menambahkan bahwa saat sirene berbunyi, posisi kontainer sudah masuk di lintasan rel kereta, dan palang pintu baru bergerak menutup setelah kepala truk melintas, sehingga badan kontainer yang panjang tertabrak. “Sehingga pada saat kepala mobil sudah melintas, masih tertinggal badan kontainer, karena kita tahu kontainer ini kan panjang volumenya, sehingga yang tertabrak itu badan dari kontainernya itu sendiri,” imbuhnya.
Pemulihan Jalur dan Evakuasi
Proses evakuasi truk trailer dan pemulihan prasarana kereta api berlangsung intensif. Kapolsek menyatakan, “Evakuasi tinggal derek badan mobilnya saja yang ketabrak karena masih posisi di atas rel sehingga mengganggu perlintasan kereta api.” Manajer Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo, mengonfirmasi bahwa jalur kereta telah kembali normal pada Jumat sore.
Jalur hulu dapat dilalui per pukul 12.05 WIB, sementara jalur hilir kembali normal per pukul 16.20 WIB. “KA Bandara dievakuasi ke Stasiun Kalideres,” tambah Franoto. Puluhan petugas tanggap darurat prasarana dikerahkan untuk pengamanan lokasi, pemeriksaan rel, bantalan, serta sistem LAA yang terdampak.
Informasi lengkap mengenai pemulihan jalur dan dampak kecelakaan ini disampaikan melalui pernyataan resmi KAI Commuter dan keterangan dari Polres Metro Tangerang Kota pada Jumat, 20 Februari 2026.
