PT Kereta Api Indonesia (Persero) tengah menyiapkan layanan kereta wisata premium bertema Luxury, Experience, dan Heritage yang dijadwalkan mulai beroperasi pada pertengahan tahun 2026. Proyek yang saat ini dikerjakan di Balai Yasa Gubeng, Surabaya, tersebut telah mencapai progres pembangunan sekitar 38 persen dengan target uji coba pada Juni mendatang.
Transformasi Layanan Menuju Pengalaman Wisata
Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero), Bobby Rasyidin, menjelaskan bahwa kunjungan ke Balai Yasa dilakukan untuk meninjau langsung sejumlah produk terbaru KAI. Menurutnya, perusahaan kini tidak hanya fokus pada penyediaan moda transportasi, melainkan juga mengeksplorasi pengalaman perjalanan bagi para penumpang.
“Kita sekarang mengeksplor nature experience. Jadi bukan hanya alat transportasi, tapi experience dalam keretanya, experience layanannya, dan experience sightseeing-nya. Nanti kita pilihkan rute-rute yang sangat indah supaya wisatawan bisa mengeksplor Indonesia dari sisi lain,” ujar Bobby di Balai Yasa Gubeng Surabaya, Selasa (18/2/2026).
Layanan ini dirancang khusus untuk segmen pariwisata sehingga tidak akan beroperasi setiap hari. Jadwal perjalanan akan disesuaikan dengan momentum tertentu, kondisi cuaca, serta atraksi terbaik di destinasi tujuan guna menarik minat wisatawan domestik maupun mancanegara.
Dukungan Sektor Ekonomi Kreatif dan Seni
Konsep revitalisasi kereta lawas ini mendapat apresiasi dari Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni, Raffi Ahmad. Ia menilai langkah menghidupkan kembali kereta heritage sebagai sebuah karya seni yang mampu menjadi ikon baru pariwisata Indonesia.
“Kereta ini bukan hanya sekadar kendaraan, tapi bisa menjadi sebuah seni. Seni melihat pemandangan, seni menikmati keindahan alam, dan seni merasakan suasana klasik di masa sekarang. Ini akan unik dan bisa jadi ikon,” kata Raffi.
Raffi menambahkan bahwa tren generasi muda yang menyukai konsep klasik menjadi peluang besar bagi KAI. Ia optimis jika dikelola dengan baik dan dipromosikan secara luas, layanan ini berpotensi viral hingga ke mancanegara dan menarik wisatawan asing untuk menikmati panorama alam Indonesia melalui jalur darat.
Detail Fasilitas dan Kelas Layanan Premium
Rangkaian kereta ini mengusung desain baru yang mencakup layanan Luxury, Sleeper, dan Heritage. Dalam satu rangkaian, tersedia tiga kelas layanan dengan total kapasitas 72 penumpang yang didukung oleh fasilitas penunjang kelas atas.
- First Class: Terdiri dari dua kamar seluas 17,5 meter persegi yang dilengkapi tempat tidur, sofa, ruang duduk privat, meja kerja, dan televisi.
- Second Class: Menyediakan fasilitas tempat tidur, meja, serta kamar mandi pribadi di dalam unit.
- Third Class: Mengusung konsep enam kamar dengan fasilitas sofa dan kamar mandi bersama.
Selain area penginapan, rangkaian ini dilengkapi dengan 12 kamar mandi, dua area lounge yang memiliki fasilitas mini bar serta piano untuk relaksasi. KAI juga menyediakan ruang khusus kru dan dapur untuk memastikan hidangan bagi penumpang dimasak langsung di dalam kereta demi menjaga kesegaran kualitas makanan.
Revitalisasi Kereta Bersejarah Era 1930-an
Salah satu keunggulan proyek ini adalah revitalisasi dua unit kereta produksi tahun 1938–1940. Meski berusia hampir satu abad, struktur utama atau carbody kereta yang terbuat dari baja karbon ini ditemukan masih dalam kondisi utuh dan tahan korosi. KAI melakukan pembaruan pada komponen teknis, termasuk penggantian bogie untuk memenuhi standar keselamatan modern.
Pada bagian interior, penggunaan kayu asli dan tata cahaya hangat diaplikasikan untuk memperkuat kesan mewah sekaligus klasik. Langkah ini diharapkan dapat memperkuat ekosistem pariwisata berbasis kereta api di Indonesia dengan tetap mempertahankan nilai sejarah yang kuat.
Informasi lengkap mengenai pengembangan layanan kereta wisata premium ini disampaikan melalui pernyataan resmi PT Kereta Api Indonesia (Persero) dalam peninjauan proyek di Balai Yasa Gubeng pada Februari 2026.
