Edukasi

Kemendikdasmen: Program Makan Bergizi Gratis Terbukti Turunkan Gangguan Konsentrasi Belajar Siswa

Advertisement

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) merilis hasil survei evaluasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menunjukkan dampak positif terhadap fokus belajar siswa. Program ini terbukti efektif mengurangi gangguan konsentrasi akibat rasa lapar di berbagai jenjang pendidikan di seluruh Indonesia.

Hasil Evaluasi Nasional dan Dampak di Indonesia Timur

Data evaluasi implementasi Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (7KAIH) periode Mei hingga Desember 2025 melibatkan 1.203.309 responden siswa secara nasional. Hasilnya, sekolah penerima MBG mencatatkan penurunan gangguan belajar akibat lapar yang lebih signifikan dibandingkan sekolah non-penerima.

Cakupan WilayahSelisih Penurunan Gangguan Belajar (Poin Persentase)
Nasional2,37
Indonesia Timur14,85

Dampak paling mencolok terlihat di wilayah Indonesia Timur, di mana penurunan gangguan belajar mencapai 14,85 poin persentase lebih besar daripada sekolah yang belum melaksanakan program tersebut. Hal ini mengindikasikan bahwa intervensi gizi menjadi kunci penting untuk kesetaraan fokus belajar.

Metodologi dan Validitas Data Survei

Kepala Pusat Penguatan Karakter, Rusprita Putri Utami, menjelaskan bahwa pemilihan responden menggunakan pendekatan sampling sistematik. Sekolah pelaksana MBG dipilih secara acak dan dipadankan dengan sekolah kontrol yang memiliki jenjang, wilayah, dan jumlah murid yang identik.

“Sekolah pelaksana MBG kami pilih secara acak, dengan memastikan memiliki data awal dan akhir yang memadai. Setelah itu, kami padankan dengan sekolah yang belum melaksanakan MBG agar kondisi awal data hampir identik dan dapat dibandingkan,”

Rusprita menambahkan bahwa pendekatan ini memperkuat validitas hasil sekaligus memastikan setiap rekomendasi kebijakan benar-benar berbasis data lapangan yang akurat.

Advertisement

Investasi Strategis Menuju Generasi Emas 2045

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, menegaskan bahwa MBG merupakan bagian dari strategi pembangunan manusia jangka panjang. Program yang diluncurkan Presiden Prabowo Subianto ini menyasar anak-anak dari jenjang PAUD hingga SMA, bahkan sejak dalam kandungan.

“Program MBG merupakan investasi jangka panjang pembangunan manusia Indonesia. Kita sedang menyiapkan generasi 2045 agar tumbuh sehat, cerdas, dan kuat secara fisik maupun mental,”

Pencapaian ini mengisyaratkan bahwa intervensi gizi tidak hanya memenuhi kebutuhan dasar siswa, tetapi juga memperkuat kesiapan mereka dalam mengikuti pembelajaran secara optimal di sekolah.

Informasi lengkap mengenai hasil evaluasi ini disampaikan melalui pernyataan resmi Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah yang dirilis pada Kamis, 19 Februari 2026.

Advertisement