Edukasi

Kemendikdasmen Tegaskan TKA Bukan untuk Ranking Siswa Maupun Penilaian Kinerja Guru

Advertisement

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) secara tegas menyatakan bahwa Tes Kemampuan Akademik (TKA) tidak dirancang untuk membuat peringkat siswa. Lebih lanjut, TKA juga bukan merupakan alat ukur kinerja bagi para guru.

Penegasan ini disampaikan oleh Kepala Pusat Asesmen Pendidikan (Pusmendik) Kemendikdasmen, Rahmawati, dalam webinar bertajuk “TKA: Peran Guru dan Pemanfaatannya di Jenjang SD-SMP” pada Jumat, 27 Februari 2026. Webinar tersebut disiarkan melalui akun YouTube Ditjen GTKPG.

TKA Bertujuan untuk Evaluasi dan Peningkatan Kemampuan Siswa

Rahmawati menjelaskan bahwa Kemendikdasmen meyakini TKA lebih dari sekadar nilai atau capaian kategori. “Kemendikdasmen mempercayai bahwa TKA bukan sekadar nilai maupun capaian kategori. Apalagi bicara tentang rangking merangking,” kata Rahmawati.

Menurut Rahmawati, hasil TKA sebenarnya bertujuan sebagai bahan evaluasi untuk mengidentifikasi area kemampuan siswa yang perlu ditingkatkan. Hal ini memungkinkan pendidik untuk fokus pada pengembangan potensi siswa secara lebih terarah.

TKA Bukan Alat Ukur Kinerja Guru, Melainkan Sarana Kolaborasi

Selain itu, Rahmawati juga menegaskan bahwa TKA bukan alat penilaian untuk mengukur kinerja guru. Sebaliknya, TKA diharapkan menjadi sarana kolaborasi bagi para pendidik untuk saling berbagi praktik baik dalam pengajaran siswa.

“TKA ini harapannya bisa jadi bahan kolaborasi untuk saling berbagi Best practice seperti yang selama ini dilakukan,” jelas Rahmawati.

Senada dengan Rahmawati, Direktur Jenderal Guru, Tenaga Pendidikan, dan Pendidikan Guru (GTKPG) Kemendikdasmen, Nunuk Suryani, turut menegaskan bahwa TKA bukan untuk mengukur kinerja guru. “TKA bukan alat untuk mengukur kinerja guru. TKA dirancang untuk memberdayakan guru,” ucap Nunuk.

Advertisement

Nunuk menambahkan, jika capaian siswa dalam TKA belum optimal, hal tersebut tidak serta-merta menjadi kesalahan guru. Sebaliknya, kondisi tersebut harus menjadi sinyal untuk memperbaiki sistem dan strategi pembelajaran di sekolah, dengan dukungan kebijakan dari pemerintah.

“Kita ingin membangun budaya refleksi bukan saling menyalahkan,” ujarnya, menekankan pentingnya pendekatan konstruktif dalam evaluasi pendidikan.

Hasil Belajar Siswa Dipengaruhi Berbagai Faktor

Nunuk Suryani juga mengingatkan bahwa hasil belajar siswa ditentukan oleh banyak faktor. Faktor-faktor tersebut meliputi lingkungan, dukungan keluarga, hingga kesinambungan antar jenjang pembelajaran.

Dengan dedikasi para guru, Nunuk percaya bahwa TKA dapat menjadi langkah kolektif untuk menghadirkan proses pembelajaran yang semakin bermutu. “Kami mengajak Bapak-Ibu guru untuk menyukseskan TKA sebagai ikhtiar bersama untuk meningkatkan kualitas hasil pembelajaran anak Indonesia,” pungkas Nunuk.

Informasi lengkap mengenai tujuan dan pemanfaatan TKA ini disampaikan melalui webinar resmi Kemendikdasmen yang dirilis pada Jumat, 27 Februari 2026, melalui kanal YouTube Ditjen GTKPG.

Advertisement