Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon menerima audiensi Persatuan Artis Penyanyi, Pencipta Lagu, dan Pemusik Republik Indonesia (PAPPRI) pada Senin, 23 Februari 2026. Pertemuan yang berlangsung di Kantor Kementerian Kebudayaan, Jakarta, ini membahas rencana peringatan Hari Musik Nasional (HMN) 2026 yang akan mengedepankan semangat kolaborasi dan penguatan kebudayaan nasional.
PAPPRI Penggagas dan Penjaga Hari Musik Nasional
Sekretaris Jenderal PAPPRI, Dwiki Darmawan, mengungkapkan bahwa PAPPRI merupakan penggagas Hari Musik Nasional sejak 27 Februari 1986, atau 30 tahun silam. Organisasi profesi ini secara konsisten menjaga peringatan tersebut selama lebih dari dua dekade.
“Hari Musik Nasional harus terus dijaga sebagai momentum kebudayaan, sebagai harapan bagi kekuatan musik nasional. Kami sebagai organisasi profesi merasa bertanggung jawab untuk memastikan peringatan ini tidak terlewatkan dan tetap selaras dengan kebijakan kebudayaan nasional,” ujar Dwiki dalam keterangan tertulisnya, Senin (23/2/2026).
Hari Musik Nasional sendiri secara resmi ditetapkan melalui Keputusan Presiden Nomor 10 Tahun 2013 dan diperingati setiap tanggal 9 Maret.
Rangkaian Peringatan Hari Musik Nasional 2026 di Berbagai Daerah
Untuk tahun 2026, PAPPRI merancang rangkaian peringatan HMN yang disesuaikan dengan momentum Ramadan. Puncak peringatan pada 9 Maret akan dipusatkan di Gedung Negara, Serang, Banten, dengan melibatkan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PAPPRI di seluruh Indonesia.
Acara tersebut rencananya akan menampilkan berbagai talenta lokal bernuansa religius, seperti Terbang Gede, Genjring Zikir, Rudat, hingga salawat. Ini merupakan bagian dari upaya menghadirkan kekayaan ekspresi musik daerah dalam peringatan nasional.
Selain di Banten, peringatan Hari Musik Nasional juga akan dilanjutkan pada 15 April di Taman Ismail Marzuki, Jakarta.
Kementerian Kebudayaan Dukung Penuh, Dorong Dangdut Jadi Warisan Budaya
Menteri Fadli Zon menyatakan dukungannya terhadap inisiatif PAPPRI dalam menghidupkan ekosistem musik nasional. “Kami sangat mendukung upaya-upaya untuk terus menghidupkan dan memajukan musik Indonesia. Hari Musik Nasional yang diperingati setiap 9 Maret sejalan dengan hari lahir Wage Rudolf Supratman, pencipta lagu kebangsaan Indonesia Raya. Kami terbuka untuk berkolaborasi dan mendukung agenda yang telah direncanakan,” ujar Fadli Zon.
Fadli juga menyambut baik rencana pelaksanaan peringatan HMN di Banten dan Taman Ismail Marzuki. Ia turut mendorong agar unsur musik dangdut dihadirkan dalam rangkaian perayaan tersebut. Langkah ini sejalan dengan proses pengusulan dangdut sebagai Warisan Budaya Takbenda ke UNESCO, yang tengah dipersiapkan bersama berbagai pemangku kepentingan, termasuk Persatuan Artis Musik Dangdut Indonesia (PAMDI).
Komitmen Bersama Memajukan Musik Nasional
Audiensi ini turut dihadiri oleh sejumlah pejabat penting, antara lain Wakil Menteri Kebudayaan Giring Ganesha Djumaryo, Direktur Jenderal Pengembangan, Pemanfaatan, dan Pembinaan Kebudayaan Ahmad Mahendra, Direktur Film, Media, dan Seni Saifullah, serta Staf Khusus Menteri Kebudayaan Bidang Diplomasi Budaya dan Hubungan Internasional Annisa Rengganis, bersama jajaran pengurus PAPPRI.
Kementerian Kebudayaan menegaskan komitmennya bersama PAPPRI untuk terus memperkuat musik sebagai salah satu pilar pemajuan kebudayaan nasional. Hal ini sekaligus memastikan Hari Musik Nasional menjadi momentum strategis dalam merayakan keberagaman, kreativitas, dan identitas musik Indonesia.
Informasi lengkap mengenai rencana peringatan Hari Musik Nasional 2026 ini disampaikan melalui keterangan resmi Kementerian Kebudayaan dan PAPPRI yang dirilis pada Senin, 23 Februari 2026.
