Kementerian Kehakiman AS Rilis Epstein Files, Nama Elon Musk dan Bill Gates Terseret dalam Dokumen Baru
Kementerian Kehakiman Amerika Serikat (AS) pada Jumat (30/1/2026) secara resmi mempublikasikan jutaan halaman dokumen terkait kasus kejahatan seksual Jeffrey Epstein. Perilisan yang dikenal sebagai Epstein Files ini segera menjadi sorotan publik setelah mencatut nama-nama tokoh berpengaruh global, termasuk konglomerat teknologi Elon Musk dan pendiri Microsoft Bill Gates.
Dokumen setebal sekitar tiga juta halaman tersebut diunggah ke situs resmi Kementerian Kehakiman AS sebagai bagian dari implementasi Undang-Undang Epstein Files Transparency Act. Publikasi ini memicu beragam reaksi, terutama setelah detail mengenai keterkaitan beberapa figur publik mulai terungkap.
Kemunculan Nama Elon Musk
Nama Elon Musk disebut muncul dalam sejumlah korespondensi email pribadi dengan Epstein. Pertukaran email yang berlangsung dari pertengahan Desember 2013 hingga awal 2014 itu memperlihatkan Epstein membahas rencana pertemuan dan kemungkinan kunjungan ke properti miliknya di Kepulauan Virgin, AS.
Meskipun demikian, dokumen yang dirilis tidak dapat memastikan apakah rencana kunjungan tersebut benar-benar terealisasi. Musk sendiri melalui akun X (sebelumnya Twitter) pribadinya menyatakan bahwa ia hanya memiliki korespondensi yang sangat terbatas dengan Epstein.
“Saya hanya memiliki korespondensi yang sangat terbatas dengan Epstein dan menolak berulang kali undangan untuk mengunjungi pulaunya atau terbang dengan ‘Lolita Express’-nya,” ujar Musk. Ia juga menegaskan bahwa fokus utama kasus ini seharusnya adalah penuntutan terhadap pelaku kejahatan, bukan sekadar pembukaan arsip.
Pada Juni 2025, Elon Musk sempat mengunggah pernyataan di media sosial yang mengaitkan Presiden AS Donald Trump dengan isu ini, namun unggahan tersebut hanya dipajang beberapa saat sebelum akhirnya dihapus. Hingga saat ini, pemerintah AS tidak memberikan konfirmasi resmi yang menyatakan keterlibatan Trump dalam kasus Epstein.
Klaim Sensitif Terhadap Bill Gates
Selain Elon Musk, nama Bill Gates juga tercantum dalam dokumen terbaru kasus Jeffrey Epstein. Penyebutan pendiri Microsoft tersebut tercatat muncul dalam sejumlah email yang ditulis Epstein kepada dirinya sendiri pada tahun 2013.
Dalam email-email tersebut, Epstein menuliskan berbagai klaim sensitif terkait Gates, termasuk persoalan pribadi yang merujuk pada apa yang ia sebut sebagai “perselisihan pernikahan” antara Bill Gates dengan Melinda French Gates. Bill Gates dan Melinda sendiri telah berpisah sejak tahun 2021.
Salah satu email dengan subjek “Bill” yang ditulis Epstein pada Juli 2013 bahkan menyinggung soal “penyakit menular seksual” serta indikasi keperluan medis. Menanggapi kemunculan namanya dalam dokumen, pihak Bill Gates langsung membantah keras dengan menyatakan bahwa isi klaim tersebut tidak benar dan sepenuhnya tidak berdasar.
Menurut juru bicara Bill Gates, dokumen yang dirilis itu hanya menunjukkan bentuk frustrasi Epstein karena tidak memiliki hubungan yang berkelanjutan dengan Gates. Pihaknya juga meyakini bahwa email tersebut kemungkinan sengaja dibuat untuk menjebak dan mencemarkan nama baik Gates. Hingga kini, juru bicara Melinda French Gates tidak segera menanggapi permintaan komentar.
“Klaim-klaim ini benar-benar tidak masuk akal dan sepenuhnya tidak benar. Satu-satunya hal yang ditunjukkan dokumen-dokumen ini adalah frustrasi Epstein karena tidak memiliki hubungan berkelanjutan dengan Gates, serta sejauh mana ia bersedia menjebak dan mencemarkan nama baik,” ujar juru bicara Gates.
Latar Belakang Kasus Jeffrey Epstein
Skandal Jeffrey Epstein telah lama menjadi sorotan publik. Epstein merupakan pemodal kontroversial yang pernah dijatuhi hukuman atas kejahatan seksual anak di bawah umur. Ia dinyatakan meninggal dunia pada tahun 2019 saat masih menjalani proses hukum, sehingga kasus yang menjeratnya tidak pernah disidangkan hingga tuntas.
Kasus Epstein sendiri telah lama menjadi sorotan karena rekam jejak hukumnya yang dianggap bermasalah. Pada tahun 2008 dan 2009, Epstein sempat menjalani hukuman penjara di Florida setelah mengaku bersalah atas dakwaan meminta layanan prostitusi dari anak di bawah umur.
Dalam dokumen yang baru dirilis ini, Kementerian Kehakiman AS menyebut dokumen yang dibuka sebagai kumpulan terakhir berkas Epstein. Menurut Wakil Jaksa Agung AS, Todd Blanche, dokumen yang dirilis terdiri atas lebih dari tiga juta halaman, lebih dari 2.000 video, dan sekitar 180.000 gambar.
Kritik Terhadap Transparansi Dokumen
Penyebutan nama dalam dokumen yang dirilis kerap memicu polemik, meskipun tidak semuanya diikuti bukti hukum yang kuat. Rilis terbaru dokumen Epstein ini juga masih menuai kritik dari anggota DPR Alexandria Ocasio-Cortez.
Ia menilai bahwa dokumen yang dibuka ke publik masih merupakan sebagian kecil dari keseluruhan berkas Epstein. Melalui platform X, politisi Partai Demokrat yang kerap disapa “AOC” ini mendesak agar seluruh berkas dirilis secara transparan sesuai ketentuan hukum dan menuding Departemen Kehakiman masih menahan berkas-berkas lain.
Anggota DPR AS dari California Ro Khanna pun ikut memastikan kepada para pendukungnya bahwa ia akan terus mendorong kementerian agar merilis dokumen yang menyangkut lebih dari 300 korban, sebagaimana dihimpun KompasTekno dari WSJ.
Informasi lengkap mengenai isu ini disampaikan melalui pernyataan resmi Kementerian Kehakiman AS yang dirilis pada Jumat, 30 Januari 2026, sebagai bagian dari implementasi Undang-Undang Epstein Files Transparency Act.