Kepolisian Tangkap Marius Hoiby atas Dugaan Kekerasan, Putri Mahkota Mette-Marit Soroti Keterlibatannya dengan Epstein
Putra Mahkota Norwegia, Marius Borg Hoiby (29), ditangkap kepolisian pada Minggu (1/2/2026) atas dugaan tindakan kekerasan. Penangkapan ini dilakukan menjelang persidangannya di Oslo yang dijadwalkan pada Selasa (3/2/2026), di tengah skandal yang juga menyeret nama ibunya, Putri Mahkota Mette-Marit, dalam kasus Jeffrey Epstein.
Marius Hoiby Ditahan dengan 38 Dakwaan Serius
Marius Borg Hoiby ditahan setelah diduga menggunakan pisau dalam tindakan kekerasan, melanggar perintah penahanan, serta dinilai berisiko mengulangi tindak pidana. Ia menghadapi total 38 dakwaan, termasuk empat tuduhan pemerkosaan, kekerasan dalam rumah tangga terhadap mantan pasangan, dan perekaman ilegal sejumlah wanita tanpa persetujuan.
Ini merupakan penahanan keempat bagi Hoiby sejak Agustus 2024, ketika ia pertama kali dituduh menyerang seorang wanita yang pernah menjalin hubungan dengannya. Dilansir dari BBC, Marius Hoiby membantah semua tuduhan serius, namun mengakui beberapa tuduhan ringan.
Sebelumnya, pada penangkapan tahun 2024, Marius mengaku memiliki gangguan mental dan masalah penyalahgunaan zat, yang membuatnya hanya ditahan selama seminggu. Kini, kepolisian meminta penahanan lebih lama selama awal persidangan karena ia dianggap berisiko mengulangi tindak pidana. Dakwaan terhadapnya juga mencakup kepemilikan 3,5 kg ganja dan pelanggaran kecepatan kendaraan.
Keterlibatan Putri Mahkota Mette-Marit dalam Kasus Jeffrey Epstein
Skandal kontroversial tidak hanya menimpa Marius, melainkan juga ibunya, Putri Mahkota Mette-Marit, yang namanya muncul hampir 1.000 kali dalam berkas yang baru dibuka oleh departemen kehakiman AS pada Jumat (31/1/2026). Dilansir dari The Guardian, Mette-Marit berkorespondensi dengan Jeffrey Epstein selama tiga tahun, antara 2011 hingga 2014.
Dalam surat-surat tersebut, Mette-Marit menyebut Epstein “sangat menawan”, “berhati lembut”, dan “sangat baik hati”. Setelah komunikasinya dengan Epstein terungkap ke publik, Mette-Marit mengakui penilaian buruknya terhadap Epstein. Ia menyatakan simpati mendalam dan solidaritas terhadap korban Jeffrey Epstein, sembari menyebut komunikasinya sangat memalukan.
Mette-Marit tercatat pernah menginap di rumah Epstein di Florida selama empat malam saat pemilik rumah tidak berada di tempat. Ia juga sempat menanyakan apakah dianggap tidak pantas jika seorang ibu menyarankan putranya yang berusia 15 tahun menggunakan wallpaper bergambar dua wanita telanjang membawa papan selancar.
Perdana Menteri Jonas Gahr Store menyatakan setuju dengan pengakuan Mette-Marit mengenai penilaian yang buruk terhadap Epstein. Meskipun tidak mengkritik secara langsung, pernyataan tersiratnya terhadap tindakan sang putri mahkota tergolong jarang dilakukan.
Peran dan Status Putri Mahkota di Tengah Kontroversi
Persoalan kini muncul terkait ketidakmampuan Mette-Marit menyadari bahaya mempertahankan kontak dengan Epstein, termasuk peran penasihat kerajaan saat korespondensi dilakukan melalui akun email resmi kerajaan. “Sepertinya tidak ada yang berpikir. Di mana para penasihat, di mana istana kerajaan, dan di mana kementerian luar negeri?” kata Ole-Jorgen Schulsrud-Hansen, sejarawan dan koresponden kerajaan Norwegia untuk TV2.
Schulsrud-Hansen menilai monarki berhasil menjauhkan diri dari kasus pengadilan Marius dengan alasan bahwa putra dari sang putri mahkota adalah warga negara biasa. Namun, ia menegaskan bahwa hal itu tidak berlaku bagi Mette-Marit. “Ia tidak pernah menjadi warga negara biasa, ia selalu putri mahkota, dan apa pun yang ia lakukan baik secara pribadi maupun resmi akan selalu mencerminkan Norwegia, atau memantul kembali,” lanjut Ole-Jorgen.
Mette-Marit dulunya bukan merupakan anggota keluarga kerajaan. Ia menikah dengan keluarga kerajaan saat sudah memiliki seorang anak dari hubungan sebelumnya, yakni Marius, yang kala itu berusia empat tahun. Meskipun Marius bukan anggota keluarga kerajaan, ia tetap merupakan anak tiri Pangeran Mahkota Haakon.
Sebagai calon ratu Norwegia, Mette-Marit memiliki peran sosial menonjol sebagai pelindung beberapa organisasi, termasuk Palang Merah. Ia juga diketahui menderita fibrosis paru dan sedang dipersiapkan untuk masuk daftar transplantasi paru.
Tanggapan Keluarga Kerajaan
Keluarga kerajaan berupaya menjauhkan diri dari persidangan Marius Hoiby. Dalam pernyataan pekan lalu, Pangeran Mahkota Haakon menyampaikan empati kepada para wanita korban kekerasan dan keluarganya. “Masa sulit bagi banyak dari Anda, dan kami bersimpati,” ungkap Pangeran Haakon.
Informasi lengkap mengenai kasus ini disampaikan melalui laporan media internasional seperti BBC dan The Guardian, serta pernyataan resmi dari pihak terkait di Norwegia.