Anggapan bahwa pengemudi tidak boleh langsung menyetir setelah berbuka puasa ternyata bukan sekadar mitos. Kondisi ini berkaitan erat dengan adaptasi tubuh setelah seharian menahan lapar dan haus, yang dapat memengaruhi fokus dan keselamatan berkendara.
Adaptasi Tubuh Pasca Berbuka Puasa
Marcell Kurniawan, Training Director The Real Driving Center, menjelaskan bahwa tubuh membutuhkan waktu untuk mencerna makanan setelah berbuka puasa. “Setelah makan itu kan pasti ada butuh waktu untuk menyerap segala nutrisi, makanya orang dulu bilang jangan langsung jalan atau bekerja,” ujar Marcell kepada Kompas.com, Senin (23/2/2026).
Menurut Marcell, kondisi ini lebih terasa setelah berpuasa karena perut yang kosong tiba-tiba diisi makanan. Perut yang gembung dapat menimbulkan rasa tidak nyaman dan berpotensi menyebabkan distraksi saat mengemudi.
Risiko Distraksi dan Kecelakaan di Jalan
Rasa tidak nyaman akibat proses pencernaan ini dapat mengganggu konsentrasi pengemudi. Hal ini berujung pada peningkatan risiko kecelakaan di jalan, terutama jika pengemudi memaksakan diri untuk langsung melanjutkan perjalanan.
Oleh karena itu, Marcell menyarankan agar pengendara tidak langsung melanjutkan perjalanan setelah berbuka. “Usahakan berbuka puasa itu sambil berhenti, di rest area, restoran, atau parkir kendaraan dengan aman, lalu jangan langsung bergerak. Kasih waktu sekitar 10-15 menit supaya makanan mulai tercerna,” ucapnya.
Saran Ahli Gizi: Pahami Respons Tubuh dan Pilih Asupan Tepat
Dari sisi kesehatan, dr. Annisa Nurul Kirana, M.Gizi, SpGK, menjelaskan bahwa respons tubuh setiap orang setelah makan berat tidak selalu sama. Sebagian orang terbiasa langsung mengonsumsi makanan utama, sementara lainnya lebih cocok memulai dengan makanan ringan.
“Kalau misalnya sudah terbiasa makan berat, tidak ada masalah pencernaan, tidak apa-apa. Tapi, kalau misalnya yang maag, karena sudah berpuasa lama, sebaiknya yang ringan dulu,” ujar Annisa.
Ia menekankan pentingnya memahami kondisi tubuh sebelum menentukan menu berbuka. Lambung yang kosong selama berjam-jam membutuhkan penyesuaian, sehingga asupan awal sebaiknya tidak langsung memberatkan sistem pencernaan. “Tapi, jangan yang tinggi kalori. Bisa dengan buah-buahan dulu, seperti kurma atau kacang rebus, lalu minum teh tawar hangat. Jangan yang takjilnya semuanya gula,” kata Annisa.
Informasi lengkap mengenai dampak berbuka puasa terhadap kondisi tubuh saat berkendara disampaikan melalui pernyataan ahli transportasi dan gizi yang dirilis pada Senin, 23 Februari 2026.
