Harga Bitcoin mengalami tekanan tajam pada Sabtu (28/2/2026) sore, menyusul meningkatnya ketegangan geopolitik antara Israel dan Iran. Situasi ini memicu aksi jual di pasar aset berisiko, menyebabkan mata uang kripto utama tersebut anjlok lebih dari 6 persen dalam waktu singkat.
Pergerakan Harga Bitcoin Terkini
Berdasarkan pantauan CoinMarketCap pada Sabtu (28/2/2026) sore, harga Bitcoin sempat anjlok dari 65.000 dollar AS ke kisaran 63.000 dollar AS, setara sekitar Rp 1 miliar per koin. Penurunan drastis ini terjadi menyusul laporan serangan militer gabungan AS dan Israel terhadap Iran.
Dilansir dari Yahoo Finance, Bitcoin terseret turun lebih dari 6 persen dalam waktu singkat, sebelum kemudian mencoba stabil di level di atas 63.000 dollar AS. Volatilitas tinggi ini mencerminkan investor yang mengurangi eksposur terhadap aset spekulatif dalam suasana “risk-off” atau penghindaran risiko.
Bitcoin Bukan Aset “Safe Haven” di Tengah Krisis
Reaksi pasar yang cepat berubah ini menunjukkan sensitivitas Bitcoin terhadap ketidakpastian global, terutama ketika konflik berskala besar di Timur Tengah mencuat. Pelaku pasar dengan cepat beralih dari aset digital yang berisiko ke instrumen yang dipandang lebih aman.
Dilansir KompasTekno dari Forbes, berbeda dengan kripto, aset seperti obligasi pemerintah, emas, dan dolar AS justru mencatat penguatan harga. Analis pasar menilai bahwa reaksi tajam harga Bitcoin mencerminkan persepsi investor yang masih memandang kripto sebagai aset berisiko (risk asset), bukan sebagai safe haven, khususnya di fase awal krisis geopolitik besar.
Dampak Likuidasi dan Prospek Pasar
Penurunan mendadak ini juga diperburuk oleh tekanan likuidasi di pasar derivatif, di mana posisi long besar-besaran terpaksa ditutup saat harga bergerak turun. Serangan militer Israel ke Iran menciptakan shock mendadak di pasar keuangan global, memperdalam kekhawatiran akan konflik yang lebih luas dan memicu investor institusional serta ritel mengambil langkah defensif.
Sejumlah pengamat pasar percaya bahwa jika konflik mengarah pada eskalasi lebih besar lagi, tekanan jual di pasar kripto dapat berlanjut. Namun, jika situasi mereda melalui jalur diplomatik, peluang rebound jangka pendek tetap ada karena sebagian investor melihat penurunan harga sebagai entry point.
Informasi lengkap mengenai pergerakan harga Bitcoin dan analisis pasar ini disampaikan melalui laporan terkini dari CoinMarketCap, Yahoo Finance, serta KompasTekno yang merujuk pada Forbes.
