Berita

Ketua MPR Ahmad Muzani Soroti Pentingnya Santri Perluas Wawasan Ilmu di Luar Lingkungan Pesantren

Advertisement

Ketua MPR RI Ahmad Muzani menghadiri acara buka puasa bersama di Pondok Pesantren Asshiddiqiyah, Jakarta Barat, pada Minggu (22/2/2026). Dalam kesempatan tersebut, Muzani berpesan kepada para santri untuk memperluas ilmu pengetahuan di luar lingkungan pesantren, seraya memanfaatkan peluang belajar di era digital.

Pentingnya Adaptasi di Era Digital

Muzani menekankan bahwa santri harus menggunakan kesempatan di era digital ini dengan baik. Menurutnya, santri memiliki semangat belajar yang kuat dan harus memanfaatkannya untuk mengembangkan diri.

“Santri harus menggunakan kesempatan ini (era digital) dengan baik karena dia sebenarnya secara semangat dia memiliki kesempatan belajar,” kata Muzani di Pondok Pesantren Asshiddiqiyah.

Perluasan Ilmu di Luar Pesantren

Ia menambahkan bahwa belajar di pondok pesantren merupakan fondasi ilmu-ilmu dasar. Untuk mendalami ilmu lebih lanjut, santri dianjurkan untuk mencari pengalaman belajar di luar lingkungan pesantren.

“Ngaji atau belajar di pondok pesantren itu kan sesungguhnya kita belajar ilmu-ilmu dasar. Kalau mau ingin dalam lagi dia harus berpindah dari pondok pesantren itu mendalami tempat yang lebih dalam,” sebutnya.

Muzani mencontohkan, santri dapat melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi atau pondok pesantren lain yang memiliki spesialisasi ilmu lebih mendalam. Bahkan, kesempatan studi ke luar negeri juga perlu dipertimbangkan.

Advertisement

Metodologi sebagai Fondasi Belajar

Lebih lanjut, Muzani menjelaskan bahwa para ustaz, guru, kiai, dan nyai di pondok pesantren mengajarkan metodologi pemahaman sebuah ilmu, baik itu ilmu agama maupun non-agama.

“Karena sesungguhnya yang diajarkan oleh ustaz, guru, kiai, nyai di pondok pesantren itu adalah metodologi tentang pemahaman sebuah ilmu, apakah itu ilmu agama atau pun ilmu non-agama,” ucap dia.

Oleh karena itu, untuk memahami dan mendalami ilmu-ilmu berikutnya, santri perlu belajar di tempat lain dengan menerapkan metodologi yang telah diajarkan oleh para pengajar mereka.

“Tapi untuk memahami atau mendalami ilmu-ilmu berikutnya, maka dia harus belajar di tempat lain dengan metodologi yang sudah diajarkan oleh kiainya, nyainya, gurunya, dosennya, kira-kira seperti itu,” tambahnya.

Pesan dan arahan ini disampaikan oleh Ketua MPR RI Ahmad Muzani dalam acara buka puasa bersama di Pondok Pesantren Asshiddiqiyah, Jakarta Barat, pada Minggu, 22 Februari 2026.

Advertisement