Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Anwar Iskandar menekankan pentingnya penguatan dakwah dan literasi keagamaan di ruang digital. Pesan tersebut disampaikan dalam Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) I MUI 2026 yang berlangsung di Jakarta pada Kamis (12/2/2026).
Anwar menilai derasnya arus informasi saat ini memicu munculnya berbagai paham keagamaan, mulai dari yang ekstrem hingga liberal. Oleh karena itu, MUI harus aktif mengisi platform digital dengan narasi yang menyejukkan dan mencerahkan bagi seluruh umat.
Transformasi Dakwah dan Peran Wasathiyah
Menurut Anwar, perubahan teknologi telah menggeser cara masyarakat dalam memahami agama. Lembaga keagamaan tidak lagi bisa hanya mengandalkan pendekatan konvensional untuk menjangkau masyarakat luas di era digitalisasi.
“Digitalisasi dan teknologi informasi telah mengubah cara pandang masyarakat terhadap agama. Kita tidak boleh membiarkan umat kebingungan di tengah arus informasi yang begitu deras,” ujar Anwar dalam forum tersebut.
Ia menegaskan bahwa MUI harus mengambil posisi sebagai pengarah jalan tengah atau wasathiyah. Hal ini bertujuan untuk menjadi penyeimbang di tengah polarisasi pemikiran keagamaan yang cenderung bergerak ke arah ekstrem maupun terlalu longgar.
Pelayan Umat dan Mitra Kritis Pemerintah
Selain fokus pada dakwah digital, Anwar menyoroti konsolidasi peran MUI sebagai pelayan umat sekaligus mitra kritis pemerintah. Kedua peran tersebut harus berjalan beriringan guna memberikan solusi atas persoalan sosial dan keagamaan.
Sebagai mitra pemerintah, MUI berkomitmen mendukung kebijakan yang membawa kemaslahatan. Namun, lembaga ini juga tetap memberikan koreksi secara santun apabila terdapat kebijakan publik yang perlu diperbaiki demi kepentingan masyarakat.
Anwar juga mendorong agar setiap komisi di MUI merumuskan langkah kerja yang realistis dan terukur. Ia mengingatkan agar program organisasi tidak hanya berhenti sebagai konsep di atas kertas, melainkan harus memberikan manfaat nyata.
“Jangan hanya membuat program yang bagus di atas kertas, tapi sulit untuk dilaksanakan. Kita butuh aksi nyata yang manfaatnya bisa dirasakan langsung,” tegasnya.
Informasi mengenai penguatan strategi organisasi ini disampaikan melalui pernyataan resmi Ketua Umum MUI pada pembukaan Mukernas I MUI 2026 di Jakarta.
